Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XXIII/C/2016

 Keb 9:13-18 Fil 9b-10.12-17 Luk 14:25-33


PENGANTAR

     Injil Lukas hari ini memuat syarat-syarat yang harus dipenuhi setiap orang, bila sungguh mau menjadi murid-Nya sejati. Syarat itu ada yang disebut langsung secara jelas, ada pula yang disampaikan lewat perumpamaan. Syarat mutlak menjadi murid Yesus sejati ada 4 yakni:

  1. Jangan terikat mutlak kepada keluarga (ay.26)
  2. Harta/milik (ay.33)
  3. Bersedia menanggung penganiayaan dan penderitaan (ay.27)
  4. Sikap dan putusan tindakan realistis menghadapi kesulitan dan tuntutan (ay.28-32).

HOMILI
     Pertanyaan Yesus yang harus dijawab setiap orang, bila ingin mengikuti-Nya atau menjadi murid-Nya ialah: Sudah pastikah kamu memutuskan mau mengikuti Aku? Apakah nilai atau harga "menjadi murid-Ku" itu lebih tinggi/mahal daripada kemampuan dan kesediaanmu untuk membayarnya? Bagi siapapun, kaya atau miskin, orang besar atau orang kecil, kedudukan maupun tugas, semua orang harus mengambil keputusan prinsipil yang sama!

     Mampu, sanggup dan sungguh maukah aku membayar "harga" setingggi itu? Pengalaman menunjukkan, bahwa pada awalnya kita penuh semangat, antusias, gembira. Namun..., sanggupkah kita tetap memiliki kesanggupan untuk tetap gigih dan tekun sanggup membayar harga "kemuridan Yesus" itu untuk juga sungguh menghayatinya?

     Dalam perumpamaan itu, baik si orang yang mau membangun menara, maupun si raja yang mau berperang, harus membuat perhitungan dan memperhitungkan risiko sebelum mengambil keputusan difinitif. Murid Yesus harus tahu, bahwa mengikuti Dia menuntut suatu kesetiaan kepada-Nya, yang harus selalu diberi prioritas. Pada dasarnya, mau menerima pribadi Yesus berarti bersedia memanggul salib-Nya juga! Apa artinya semua itu untuk keberadaan, hidup dan pekerjaan kita sebagai murid Yesus, sebagai orang kristen, Katolik, yang sudah dibaptis?

     Kita hidup di tengah masyarakat dengan aneka keadaan, tantangan, tuntutan, seperti kedudukan, gelar, kepopuleran, uang, kekayaan, kenikmatan, tetapi juga ada pertentangan, perjuangan saling bersaing, kemiskinan, ketidakadilan. Nah, ditengah situasi dan kondisi itulah setiap orang dipanggil untuk memilih ajaran dan sikap Kristus, untuk mengambil keputusan dan menentukan sikap hidup dan perbuatan kita. Inilah tantangan besar bagi kita semua! Bagaimana kerapkali yang kita lakukan? Kita kerapkali bukan mengambil keputusan dengan pilihan atas salah satu, melainkan atas beberapa hal sekaligus. Sikap ini menimbulkan bahaya, kita menjadi pribadi yang tidak memiliki pendirian sendiri, menjadi oportunis, mudah terpengaruh, condong mencari apa yang memuaskan, bukan apa yang benar dan sesuai dengan ajaran dan sikap Yesus. Kita menjadi orang beriman kristen tetapi dengan perhitungan, beriman separo-paro, mau beriman tetapi tidak berani konsekuen bersikap dan bertindak menurut iman yang dianutnya.

     Terutama untuk kaum muda sangat penting untuk dididik dan diajak mengambil putusan dan pilihan secara benar dan secara benar! Mengapa? Karena kebahagiaan sejati bukan bersikap sementara, melainkan menetap dan tahan lama. Sebab kebahagiaan hanya kita capai apabila kita mencapai apa yang kita lakukan dengan segenap komitmen, usaha, keteguhan mengikuti dan menghayati sikap, hidup dan perbuatan Yesus. Kebahagiaan hanya diperoleh apabila sungguh berjerih payah memenuhi pilihan dan putusan kita, untuk hidup mengikuti Yesus atau menjadi murid-Nya yang sejati. Itu berarti, apabila kita sanggup menghadapi tantangan hidup yang tidak mudah, yang berat, yang membutuhkan kejantanan sikap pribadi yang utuh, bukan oportunistis, atau hanya memilih yang mudah, enak, ringan dan menyenangkan melulu. Kekedewasaan kristiani sejati ialah kemampuan dan keberanian mengambil putusan dan pilihan yang benar serta dibuktikan secara nyata hidup menurut ajaran Kristus.

     Di tengah situasi dan kondisi hidup di dalam masyarakat manapun, Yesus bersabda: Ambillah keputusan! Yesus mengundang kita menjadi murid-Nya yang otentik. Apa syarat dan tuntutan yang harus dipenuhi pengikut Yesus sejati/otentik?

     Dalam Injil Lukas Yesus menegaskan, bahwa Ia tidak menghendaki kompromi. Yesus menuntut komitmen seluruh pribadi murid-Nya. Meninggalkan kelekatan atau keterikatan mutlak akan masa lampau, tuntutan keluarga, milik materiil (Luk 9:57-62; 14:26-33). Kesediaan memikul salib, yang pelbagai macam bentuknya, diungkapkan oleh Yesus dengan sangat keras: "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku" (Luk 14:26).

     Kata-kata Yesus itu juga ditujukan kepada kita sekarang ini juga. Bila ingin tetap menjadi murid-Nya, marilah kita memperbaharui pilihan kita!

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/