Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XXI/C/2013

Yes 66:18-21  Ibr 12:5-7.11-13  Luk 13:22-30

PENGANTAR
    Dalam perjalanan Yesus ke Yerusalem lewat kota-kota dan desa-desa, di tengah jalan bertanyalah orang kepada-Nya: Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”. Yesus menjawab: Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu!Isi pokok ajaran Yesus yang disampaikan kepada kita dalam Injil Lukas hari ini ialah: Siapakah yang dapat diselamatkan dan bagaimana dapat diselamatkan itu?

HOMILI
    Memang kita sebagai orang beriman kristiani bertanya: Apakah sebenarnya artinya diselamatkan? Bila ingin diselamatkan sebagai orang kristiani, kita harus sungguh mengakui Kristus sebagai Penyelamat. Agar supaya diselamatkan Yesus mau mengetahui kesungguhan kepercayaan orang, yang mengaku percaya kepada Yesus Kristus sebagai Penyelamat. Kita harus sungguh tahu apa arti Kerajaan Allah yang didirikan-Nya. Keselamatan merupakan perjalanan sepanjang hidup, di mana kita harus dapat makin mengenal dan mengasihi Allah, namun sekaligus mengenal dan mengasihi sesama kita. Dengan bahasa modern dikatakan, bahwa perjalanan hidup kristiani kita harus bersifat transformatif. Apakah dalam proses perjalanan hidup kita, dalam hubungan dengan Allah dan dengan sesama ada perubahan atau transformasi, artinya apakah hidup kita makin sesuai dengan ajaran dan teladan yang diberikan dan dihayati oleh Yesus sendiri?

    Dalam Injil diceriterakan, bahwa orang bertanya: Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?Jadi yang dipentingkan orang itu ialah jumlah, - sedikit atau banyak - , orang yang diselamatkan. Jawaban Yesus menunjukkan  bahwa yang penting bukanlah jumlah orang akan diselematkan, melainkan bagaimana syaratnya untuk diselamatkan untuk memasuki Kerajaan Allah. Syarat tersebut ialah memasuki Kerajaan Allah melalui pintu yang sempit. Apa arti “pintu sempit” yang dimaksudkan Yesus itu? Tak lain tak bukan ialah transformasi sikap dan penghayatan hidup.

    Bagi Yesus tidak penting berapa jumlah orang yang diselamatkan, melainkan bagaimana orang dapat dan harus diselamatkan. Ada dua hal yang harus diperhatikan: yang negatif  dan yang positif. Untuk diselamatkan oleh Kristus tidak penting bahwa kita ini termasuk suku atau ras, tradisi atau institusi atau lembaga tertentu, bahkan termasuk bangsa terpilih (Yahudi/bangsa Israel) seperti Yesus sendiri. Yang menempatkan kita di jalan menuju penyelamatan bukanlah hal-hal yang resmi atau legal, - misalnya baptis, ibadat di gereja, sakramen - , melainkan keputusan dan sikap dasar pribadi yang benar, yang dihayati secara nyata dan konsekuen dalam hidup dan perbuatan sehari-hari (lih. Mat 7:13-14).

    Inilah yang disebut pintu sempit, sebab konsekuen hidup menurut ajaran Yesus adalah sukar dan berat. Yang disebut “pintu lebar” ialah pintu untuk berbuat buruk atau jahat, sebab lebih mudah dan menyenangkan untuk ditempuh. Kita ingat akan gejala narkoba yang begitu meluas, pelecehan seksual, pengumpulan kekayaan berlebih-lebihan, korupsi baik yang sangat sederhana maupun sampai pada tingkat orang-orang besar di pelbagai bidang kerja dan kedudukan. Tetapi kesukaan, kenikmatan dan kepuasaan yang diperoleh lewat pintu lebar ini tidak bertahan lama. Organisme fisik manpun psikis dan spiritual manusia yang memilih pintu lebar itu tidak mampu terus bertahan, sebab betentangan dengan tujuan Sang Pencipta. Maka akhirnya akan jatuh dan tak terselamatkan lagi.

    Sebaliknya orang yang memasuki pintu yang sempit, yang juga dimasuki oleh Yesus sendkiri sebagai Penyelamat kita, memang pada mulanya terasa sangat sempit, namun sekali memasuk pintu sempit itu, ternyata terbukalah jalan lebar ke ruang yang luas penuh harapan, kegembiraan dan kedamaian hati sejati.

    Manusia diciptakan Tuhan dengan dibekali dengan kehendak bebas. Ia sendirilah yang menentukan dan memutuskan apa yang dianggap terbaik bagi dirinya. Tetapi manusia ternyata adalah orang berdosa dan harus diselamatkan. Yesus Kristus, Putera Allah, menjadi manusia untuk menyelamatkan umat manusia. Yesus dalam menempuh hidup-Nya di dunia ini untuk menyelematkan kita, memasuki pintu sempit: mengalami penghinaan, penderitaan dan kematian. Bila kita ingin diselamatkan oleh-Nya, kita pun harus mau dan berani memasuki pintu sempit menuju keselamatan kita. Memasuki pintu sempit itu berarti kesediaan untuk mengadakan transformasi diri kita, yakni mau berjuang untuk hidup dan berbuat menurut ajaran dan teladan Yesus Kristus sendiri.

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/