Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Minggu Biasa XXI /B/2012

  Yos 24:1-2a.15-17.18b  Ef 5:21-23  Yoh 6:60-69

PENGANTAR
          Dalam Injil Yohanes hari ini kita diberi tahu tentang aneka reaksi orang-orang, termasuk murid-murid Yesus, yang beberapa kali berbicara tentang Roti Hidup, yang diberikan-Nya. Yesus menyediakan roti, tetapi roti itu bukan seperti manna, yang diberikan dalam perjalanan bangsa Israel di padang gurun. Roti yang diberikan Yesus adalah Diri-Nya sendiri, hidup-Nya sendiri. Ia berkata: “Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya” (Yph 6:58). Mendengar kata-kata Yesus itu terdengar reaksi ini: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”  Dalam Injil hari ini kita akan mendengarkan kata-kata Yesus yang sama tentang Roti Hidup, yaitu diri-Nya sendiri. Bagaimana reaksi atau tanggapan kita terhadap Roti Hidup itu, yaitu Ekaristi.

HOMILI
          Setelah mendengarkan pelbagai ucapan Yesus, antara lain tentang roti hidup, yaitu diri-Nya sendiri, ternyata nanti salah seorang murid-Nya akan menghianati Dia (Yudas Iskariot). Bahkan kemudian “banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia” (Yoh 6:66). Demikianlah jumlah pengikut Yesus makin berkurang,  ketika makin diketahui bahwa menjadi pengikut Yesus ternyata makin jelas dan makin berat! Keterangan apapun yang diberikan oleh Yesus tentang diri-Nya, makin lama makin banyak yang meninggalkan Dia! Yohanes menulis “murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia”. Mereka adalah orang banyak yang mengenal Yesus dan dikenal oleh Yesus. Maka Yesus mengumpulkan keduabelas murid yang telah dipanggil-Nya, dan secara langsung dan terus terang bertanya kepada mereka: “Apakah kamu pun tidak mau pergi juga”? (ay.67).

          Atas nama keduabelas murid Yesus itu Petrus menjawab: “Tuhan, kepada siapa kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal”(ay. 68). Kita ingat akan peristiwa lain, yakni ketika Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?”. Atas nama murid-murid lainnya waktu itu Petrus menjawab: “Engkau adalah Mesias” (lih. Mrk 8:27-30). – Dalam dua peristiwa itu tercetuslah suatu pertanyaan mendasar yang harus dijawab dengan tepat dan benar: Siapakah Yesus itu sebenarnya?

          Apakah pesan Injil Yohanes hari ini  kepada kita?  Ajaran Yesus Kristus yang sangat mendalam lewat Gereja tidak jarang oleh banyak orang, yang tidak percaya atau berkeyakinan lain, dianggap sebagai aneh, janggal, malahan dianggap bertentangan dengan hal-hal yang masuk akal. Bagaimanapun juga, ajaran Kristus yang telah lebih dari duapuluh abad diyakini dan diwartakan oleh Gereja, adalah masalah iman, yang harus diterima secara bebas. Tetapi terhadap ajaran Krisus seperti tercantum dalam Kitab Suci dan dipahami menurut ajaran Gereja, iman kita tidak boleh mengenal sikap acuh tak acuh. Iman bukanlah masalah perhitungan. Yesus dengan tegas berkata: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa  menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyang-kalnya di depan Bapa yang di surga(Mat 10:23-33).

          Nah, di dalam hidup kita sekarang ini adalah  penuh tantangan aneka ragam. Kita dewasa ini di dalam masyarakat modern menghadapi kesulitan dengan ajaran Yesus dan Gereja. Banyak orang ragu-ragu dengan hidup  keagamaannya. Yesus pun sekarang ini akan bertanya sangat mendasar kepada kita: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Beranikah kita seperti Petrus menjawab kepada Kristus: “Tuhan, kepada siapa kami akan pergi?”, bila tidak kepada-Mu?

Mengikuti Yesus dan ajaran-Nya seperti ditawarkan oleh Gereja memang tidak mudah dan selalu menyenangkan, bahkan sering dianggap sukar dipahami. Tetapi itulah juga  yang dialami murid-murid Yesus di zaman-Nya. Ada satu hal mendasar yang harus kita perhatikan, yaitu bahwa mengenai hal-hal hidup kekal tidak ada jalan akternatif! Inilah makna kata Yesus: Aku adalah Roti Hidup.

          Bahagialah orang yang sungguh mau mengikut Yesus, menjadi murid-Nya yang sejati, karena ingin hidup bersama Dia bukan dalam hidup sekarang ini saja, tetapi justru bersama Dia dalam hidup kekal untuk selamanya. Yesus adalah Roti Hidup kita seluruhnya.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/