Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XXI/A/2014

Yes 22:19-23 Rm 11:33-36 Mat 16:13-20

PENGANTAR
    Dalam Bacaan I (Yes) digambarkan, bahwa kunci rumah raja yang kokoh akan diserahkan oleh Tuhan/Allah kepada Daud. Dalam Bacaan II (Rm) Paulus menegaskan, bahwa segalanya berasal dari Allah, berada karena Allah dan ditujukan kepada Allah. Dalam Injil Matius hari ini Yesus berkata: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku...! Petrus, kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga! (Mat 16:18-19). Pemberitahuan dari Allah bahwa Yesus adalah Almasih sebagai Anak Allah hanya ditujukan kepada Simon Petrus (ay.17). Ia menjadi batu karang, di mana Yesus mendirikan Gereja-Nya (ay.18). Petrus adalah murid-Nya, yang otoritasnya di dalam Gereja di dunia ini diakui dan teguhkan di surga oleh Allah (ay.19).

HOMILI
    Menjawab pertanyaan Yesus siapakah Dia sebenarnya, jawaban orang berbunyi: Elia atau Yeremia. Dua orang nabi itu di zamannya menghadapi kekuatan lawan yang besar dan kuat. Tetapi kedua nabi itu kuat dan berani pula: Elia sebagai tokoh yang tegas, tabah dan keras juga, sedangkan Yeremiah menempuh jalan sikap batin, walaupun tak kurang semangatnya.

    Ketika Yesus mengajukan pertanyaan yang sangat kritis dan menentukan kepada Petrus: “Siapakah Aku ini?”, Petrus menjawab: “Engkau ada-lah Mesias, Anak Allah yang hidup”. Bukankah jawaban Petrus pada dasarnya merupakan pengakuan akan mutlak pentingnya kedatangan dan tujuan Yesus? Pada pernyataannya “Engkau adalah Mesias”, ditambahkan “Engkau adalah Anak Allah yang hidup!”. Berarti, tidak ada Mesias lain!

    Itulah yang ditegaskan dan dipastikan oleh Yesus, yang berkata: “Bukan ‘manusia’ yang mengatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga” (ay.17). Dalam teks asli (baik bahasa Yunani maupun Latin) bukan tertulis ‘manusia’, melainkan ‘daging dan darah’, yang menurut budaya Semitis berarti manusia. Yesus ingin menegaskan bahwa identitas-Nya yang sebenarnya seperti dikatakan Petrus itu bukanlah hasil pengetahuan manusia, melainkan adalah wahyu atau pemberitahuan oleh Allah. Identitas Yesus yang sebenarnya hanya mungkin diketahui Petrus karena Allah sendirilah yang mengatakannya kepadanya.

    Selanjutnya Yesus juga menunjukkan identitas Petrus yang baru: “Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku” (ay.18). Kata ‘batu karang’ aslinya dalam bahasa Semit adalah ‘kepa’, bahasa Yunani ‘kephas’, sehingga Paulus dalam surat-suratnya selalu menyebut Petrus sebagai Kefas (lih. 1 Kor 1:12; 3:22; 9:5; 15:4; Gal 1:18; 2:9, 11, 14; kecuali dalam Gal 2:7-8: Petrus , dari kata Yunani Petros). Di atas Petrus murid-Nya bagaikan batu karang yang kuat, kokoh, dan tak akan hancur itulah Yesus akan membangun ‘gereja-Nya’ ( Yunani: ekklesia) atau jemaat-Nya. Gereja atau jemaat, yang dimaksudkan Yesus ialah orang-orang yang disatukan oleh Yesus menjadi kelompok atau persekutuan (komunitas), bagaikan sebuah bangunan/gedung, di mana Petrus adalah dasar atau landasannya yang kokoh. Dan fungsi Petrus itu ialah keberadaannya sebagai saksi hidup bahwa Yesus adalah Mesias, Putera Allah yang hidup.  

    Yesus memberikan kunci Kerajaan Surga (ay. 19). Gambaran tentang kunci itu diambil dari Bac.I (Yesaya), yaitu kunci untuk menutup dan membuka rumah Daud. Daudlah yang berhak untuk menggunakan kunci itu. Yesus menegaskan kepada Petrus: “Kepadamu akan kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa saja yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa saja yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga” (ay.19). – Gereja adalah perwujudan Kerajaan Allah, yang diwartakan Yesus, tetapi Gereja masih berada dalam perjalanan menuju kepenuhannya kelak. Gereja itu belum identik sepenuhnya dengan Kerajaan Allah, meskipun kunci untuk memasukinya sudah tersedia.

    Perjuangan untuk mengenal identitas Yesus dan peranan-Nya sebagai Mesias sekarang pun masih berlangsung. Ada orang-orang yang berpendapat bahwa Gereja sebagai keseluruhan atau anggota-anggotanya secara perorangan harus tampil seperti nabi Elia berkonfrontasi dengan sistem atau gerakan maupun institusi yang bertentangan dengan ajaran Kristus. Ada juga yang menempuh jalan nabi Yeremias, yaitu menanggapi situasi dan kondisi masyarakat hanya secara pribadi saja. Memang dengan keyakinan imam, tetapi tidak terjun dan tampil bersama di depan umum. – Ternyata Yesus mengatasi kedua pilihan atau sikap dasar itu!

    Yesus bertanya: “Siapakah Aku ini menurut kamu?” Dan jawaban Petrus jelas: “Engkau adalah Mesias!” Ini adalah ungkapan keyakinan dan sikap dasar manusia yang sungguh-sungguh! Jauh mengatasi Elia maupun Yeremias! Sebagai Mesias Yesus datang memasuki masyarakat, bukan hanya dari luar! Yesus adalah Mesias untuk semua orang maupun setiap orang secara pribadi. Bagi keseluruhan, secara bersama maupun secara perorangan, peranan Yesus sebagai Mesias sama-sama berlaku. Kesungguhan pengakuan kita akan identitas Yesus sebagai Mesias  tergantung dari kesediaan kita untuk mengikuti kasih Yesus sebagai Mesias dan menjadi murid-Nya sejati baik secara bersama maupun secara perorangan!

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

buku Katekese terbaru dari Mgr. FX. Hadisumarta. O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/