Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Minggu Biasa XVIII /B/2012

 Kel 16:2-4.12-15  Ef 4:17.20-24  Yoh 6:24-35

PENGANTAR
          Dalam bacaan pertama Kitab Suci hari ini kita akan mendengar bagaimana bangsa Israel, yang dibebaskan dari Mesir dan berada di padang gurun merasa kecewa dan mengeluh karena kekurangan roti makanan. Padahal ketika masih berada di Mesir makanan mereka berlimpah. Tetapi dengan perantaraan Musa Allah menurunkan hujan roti dari langit. Dan dalam Injil Yohanes hari ini kita menerima peneguhan dari Yesus, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, tidak akan lapar lagi, sebab akan menerima roti dari surga yang tidak akan musnah.

HOMILI
          Minggu yang lalu Yohanes berceritera tentang mukjizat perbanyakan roti. Sedangkan hari ini Yesus berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan, yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu” (Yoh 6:26-27).

          Maka orang-orang bertanya: “Apakah yang harus kami perbuat supaya kami melakukan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” (ay.28). Jawaban Yesus: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia, yang telah diutus Allah” (ay.29). Demikianlah Yesus mengajak setiap orang supaya percaya kepada Anak Manusia, yaitu Yesus, sebagai pemberi roti yang tidak akan punah. Tanpa iman atau kepercayaan kepada Dia, yang diutus oleh Bapa itu, orang tidak akan mampu mengakui dan menerima anugerah yang begitu berharga dan tidak akan musnah.

          Perbanyakan roti yang telah mereka saksikan sebelumnya ternyata tidak mampu menimbulkan iman yang diharapkan oleh Yesus. Maka mereka minta tanda baru lagi, seperti dahulu diharapkan oleh nenek moyang mereka, yaitu makanan manna ketika mereka berada di padang gurun. Padahal Yesus menghendaki agar mereka bukan hanya minta lagi roti makanan sehari-hari untuk menghilangkan rasa lapar, melainkan roti jenis lain, yaitu roti dari surga. Bukan roti yang diberikan oleh Musa, melainkan roti dari Allah di surga (Yoh 6:32-33).

          Dalam diri setiap orang selalu ada rasa lapar fisik atau jasmani, tetapi juga ada rasa lapar lain, yang bersifat rohani dan tidak dapat dipenuhi dengan makanan biasa. Orang juga punya kelaparan akan kehidupan yang kekal, kelaparan akan Allah. Baik manna yang dimakan oleh nenek moyang bangsa Israel di padang gunung, maupun roti yang diperbanyak oleh Yesus merupakan suatu tanda kebutuhan seorang Almasih, yaitu kedatangan Kristus, yang akan memenuhi rasa lapar manusia akan hidup abadi. Dalam arti inilah Yesus berkata: “Aku adalah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 6:35).

Dalam Injil Yohanes hari ini patut kita perhatikan, bahwa Yesus tampil,  berbicara dan berbuat bukanlah sebagai Musa ataupun nabi lain. Yesus bukan hanya memberi roti untuk menghilangkan rasa lapar sementara. Ia memberikan kepada kita Roti Sabda Abadi. Roti Sabda-Nya ini tidak akan musnah, dan selalu tersedia untuk selamanya. Roti dan Sabda Yesus itu adalah satu, yaitu Diri-Nya sendiri! Yesus bersabda tentang roti hidup, dan roti itu adalah Diri-Nya sendiri.

Berkali-kali dengan kata-kata ini Yesus mengundang kita untuk: “datang kepada-Nya” (Yoh 6:35.37), “percaya kepada-Nya” (ay.40), “datang kepada-Ku” (ay.44-45). Ucapan-ucapan Yesus itu mengundang kita supaya kita menanggapinya secara aktif dengan iman. Sabda-Nya selalu merupakan suatu santapan yang kita perlukan untuk menghidupkan iman kita! Hanya dengan iman serupa itulah akan terwujudlah kata-kata Yesus ini: “Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 6:35).

Kita akui bahwa kemampuan kita untuk meningkatkan kepercayaan kita akan hal-hal yang tampak, supaya juga menjadi kepercayaan akan misteri atau rahasia yang tidak tampak, masih sangat terbatas. Hal in bukan dialami orang-orang di zaman Yesus, tetapi sekarang pun demikian, lebih-lebih berlaku untuk orang-orang modern dewasa ini. Kemajuan duniawi luarbiasa yang tampak sekarang ini menghambat perhatian dan kepercayaan kita akan hal-hal yang tidak tampak. Kemajuan luarbiasa sekarang ini tidak mempermudah orang-orang modern untuk membawa mereka kepada iman akan hal-hal yang nyata namun tidak tampak. Kecenderungan orang beriman modern ialah: lebih suka ibadat seremonial, meriah, dengan waktu sependek mungkin. Kurang senang akan ibadat yang lebih tenang, mendalam, sungguh religius dan membuka hati terhadap sabda Allah. Orang cenderung tertarik kepada kebutuhan dan kepentingan jasmani dan duniawi daripada kebutuhan rohani dan ilahi.

Apakah pesan Injil Yohanes hari ini bagi kita? Kita diajak bertanya kepada diri kita masing-masing: Apakah sebenarnya makna hidup keagamaanku sebagai orang kristiani? Apakah makna kehadiran Yesus dalam Ekaristi sebagai roti hidup di dalam hidupku sebagai orang beriman? Apakah Ekaristi yang kuterima sebagai roti hidup itu mengubah sikap dan arah hidupku kepada Tuhan maupun kepada sesamaku? Apakah penerimaan Ekaristi membuat hidupku sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Tuhan dan kepada sesama? Semoga Ekaristi, sebagai Roti Hidup, yang kita terima dapat membuat kita menjadi orang kristiani sebagai murid Kristus sejati.


Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/