Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XVII/C/2010

Kej 18:20-32 Kol 2:12-14 Luk 11:1-13

PENGANTAR

Hari ini kita diajak untuk makin memahami dan menghargai makna doa dalam hidup kita. Seperti tercatat di seluruh Injil Lukas, Yesus yang sedang berdoa adalah teladan atau model bagi kita pada saat kita berdoa! Dalam doa-Nya terpantullah hubungan dan wawancara Allah Bapa dengan Dia dalam Roh Kudus. Kita harus selalu berdoa, sebab doa adalah suatu tanda bahwa kita percaya kepada Tuhan. Doa bukanlah mendesak Allah, supaya dapat memilih kehendak kita sendiri. Doa sejati atau otentik adalah suatu sikap membuka dan membiarkan diri digerakkan oleh Roh Allah, untuk melakukan kehendak-Nya. Dengan berdoa kita menjadi murid yang setia kepada Yesus, dan bersama Dia melaksanakan kehendak Bapa.

 

HOMILI

Dalam ceritera Lukas hari ini tentang doa terdapat 3 bagian: 1.Ten-tang doa bersama: Bapa kami Luk 11:1-4). 2. Tentang ketekunan dalam berdoa (ay. 5-6). 3. Tentang keberhasilan doa (ay. 9-13). Para murid berta-nya tentang doa secara tekun dan sepenuhnya kepada Allah. Yesus menun-jukkan suatu teladan doa bersama (komunal) kristiani sejati. Allah adalah sungguh seorang Bapa, yang memperhatikan dan memberikan apa yang dibutuhkan untuk hidup (ay.3), memberi pengampunan (ay.4) dan juga memberi pembebasan dari yang jahat (ay.4).

Doa bersama : Para murid diingatkan peranan mereka sebagai murid-Nya, bukan hanya sebagai pribadi/individu, jadi ikut bertanggung jawab satu sama lain. Doa itu adalah suatu doa apostolis/rasuli, karena itu bukan menyapa Tuhan sebagi "aku" melainkan sebagai "kami", yang sadar akan kepentingan sesama. Disadarkan akan koresponsabilitas, subsidiaritas, hubungan/relasi sebagai saudara satu sama lain. Tak mungkin kita bisa berdoa dengan sesungguhnya, apabila kita hanya berdoa bagi keperluan kita sendiri. Berarti "Kerajaan Allah" belum juga datang! Rezeki atau roti yang kita mohon kepada Tuhan bukan hanya untuk hari ini, melainkan juga untuk besok, masa depan, dan untuk kita semua sebagai komunitas! Kita mohon agar dosa-dosa kita diampuni, tetapi kita juga harus bersedia memaafkan orang lain. Lukas juga mau menunjukkan bukan hanya kesalahan moral, melainkan juga kesalahan atau kekurangan material. Itu berarti kita harus bersedia untuk tidak terus menagih hutang sesama kita yang memang tak mampu.

Demikianlah doa "Bapa Kami" adalah doa kita sebagai "orang miskin" di hadapan Allah, miskin akan iman, akan harapan, akan kasih . "Bapa kami" ini kiranya bagi kita adalah doa pertama yang harus kita pelajari, kita pahami dan kita hayati selalu, tetapi juga....doa terakhir yang harus kita ucapkan sebelum kita dipanggil Tuhan!

Kepastian belaskasih Allah: Perumpamaan tentang seorang yang datang malam hari dan minta bantuan kepada temannya, yang dipakai Yesus untuk menerangkan ciri doa sejati, hanya terdapat dalam Injil Lukas. Di situ memang si teman semula menolak permintaan itu dengan alasan-alasan, yang lazim di kalangan masyarakat, namun akhirnya ia mau menolongnya juga. Nah, bila manusia toh mau berbuat demikian, maka apalagi Allah sendiri Bapa kita di surga pasti akan mengabulkan doa kita! Ketekunan membawa kepastian!

Dengan demikian terbuktilah, bahwa keberhasilan doa kita bukan tergantung dari kemampuan kita dalam menyusunnhya, sedikit atau banyak, sebentar maupun panjang, melainkan total tergantung dari kebaikan dan belaskasih Allah sebagai Bapa. Tetapi belaskasih Allah hanya dapat kita terima, apabila kita sungguh sadar akan kemiskinan kita untuk hidup dan berbuat sebagai putera-puteri Allah Bapa sejati, seperti dilaksanakan oleh Yesus, Saudara kita.

 

Jakarta, 24 Juli 2010.

 

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/