Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XVII/B/2015

 2 Raj 4:42-44   Ef 4:1-6   Yoh 6:1-15


PENGANTAR

      Baik dalam Bacaan Pertama maupun dalam Injil hari ini diberiterakan bahwa Yesus mengadakan perbanyakan dan pembagian roti. Latar belakang kedua peristiwa itu memang ada kesamaan arti dan hubungannya, meskipun proporsi banyaknya roti dan orang yang makan roti itu sangat berbeda. Nabi Elisa menghadapi seratus orang, sedangkan Yesus berhadapan dengan kira-kira lima ribu orang. Yang dilakukan Nabi Elisa, sebagai pengganti Nabi Elia, terjadi dalam proses perjalanan bangsa Israel dengan menyeberang Laut Merah, jadi di dalam konteks Paskah Pembebasan Israel dari Mesir. Sedangkan menurut Injil Yohanes apa yang dilakukan Yesus, berlangsung sesudah menyeberang Danau Galilea atau Tiberias. Jadi Yesus mengadakan perbanyakan roti itu dalam konteks Paskah yang baru.

HOMILI
      Untuk menafsirkan Injil Yohanes hari ini dengan baik dan tepat, patut diperhatikan bahwa berita tentang perbanyakan roti ini terdapat di semua Injil, baik Matius, Markus, Lukas maupun Johannes. Tetapi masing-masing Injil mempunyai tujuan yang berlainan. Kecuali itu pada umumnya Bacaan Injil Misa dalam Tahun B (seperti Tahun  ini) diambil dari Injil Markus. Tetapi mulai Minggu ini dan empat Minggu yang akan datang, Injil dalam Misa diambil dari Johannes. Sebab Gereja mau mengajak kita memperdalam pengertian dan keyakinan kita tentang Ekaristi. Injil Yohanes hari ini merupakan pengantar untuk memahami wejangan Gereja tentang makna Ekaristi bagi hidup kita menurut empat Injil Johannes dalam Minggu-Minggu yang akan datang.

      Salah satu pesan Injil hari ini kepada kita menunjukkan betapa besar perhatian serta belaskasihan Allah kepada kita. Banyak orang mengikuti dan mendengarkan pewartaan Yesus, serta meninggalkan rumah mereka dengan tidak memikirkan hal makan minum yang mereka butuhkan. Melihat begitu banyaknya umat dalam keadaan kesulitan dan terus mengikuti-Nya, Yesus berbelas kasih dan tidak sampai hati membiarkan keadaan mereka begitu saja. Yesus tidak tahu dengan pasti, apakah orang sebanyak itu adalah orang-orang yang akan tetap setia mengikuti Dia. Atau apakah di antara mereka ada orang-orang yang nanti melawan dan menolak Dia. Tanpa membedakan orang sebanyak itu, yang mendengarkan Dia, Yesus berbelas kasih dan menolong semua orang tanpa perbedaan!

      Injil Yohanes hari ini mengingatkan dan memberi pesan kepada kita, bahwa kita  ini menghadapi dua kebutuhan dasar dalam hidup kita: kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kita membutuhkan sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan untuk keselamatan jasmani kita. Namun sekaligus kita membutuhkan keselamatan rohani. Kedua kebutuhan itu  tidak terpisahkan. Bagi kita umat kristiani secara singkat dapat ditegaskan, bahwa dalam hidup kita sebagai orang kristiani menghadapi kebutuhan dasar. Dengan bahasa keagamaan kita semua membutuhkan altar dan pasar. Pelayanan altar tidak terpisahkan dari pelayanan pasar. Kita dapat hidup hanya dari pasar, kita harus hidup juga dari altar. Ibaratnya, di pasar ada altar dan di altar ada pasar. – Nah, hubungan tak terpisahkan itulah yang buktikan oleh Yesus sendiri!

      Mukjizat yang dilakukan Yesus, yaitu perbanyakan roti menunjukkan kepada kita bahwa Yesus memperhatikan kebutuhan hidup kita sehari-hari. Sebab Ia menghendaki keselamatan kita yang utuh, yaitu keselamatan jiwa dan raga, rohani dan jasmani. Keselamatan kita bukan hanya untuk sekarang ini, melainkan juga untuk hidup abadi kelak. Gereja memang bukanlah khusus merupakan suatu lembaga sosial, melainkan lembaga kerohanian. Suatu lembaga yang memang bertugas melayani kehidupan rohani warga masyarakat, namun sekaligus juga memperhatikan kebutuhan untuk keselamatan jasmaninya.

      Pada saat-saat mewartakan kabar gembira rohani, Yesus memperhatikan juga kebutuhan dasar jasmani orang-orang yang mengikuti dan mendengarkan-Nya. Mereka itu lelah dan lapar. Yesus melihat kondisi mereka tersebut. Maka sebelum mereka mendengarkan ajaran-Nya, murid-murid-Nya diminta Yesus supaya memikirkan kebutuhan dasar orang banyak itu.Yesus mendorong murid-murid-Nya agar sebagai orang dewasa selalu bersedia memperhatikan dan berbagi dengan sesama. Sangat menyolok, bahwa dalam kenyataannya justru seorang anaklah yang mau berbagi apa yang dimilikinya dengan orang-orang yang mem-butuhkan makan. Makin bertambah usia tidak dengan sendirinya makin menjadi matang dan dewasa!

Apa pesan Injil Yohanes hari ini kepada kita?

      Lima ribu orang yang mengikuti Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya tidak minta dulu dan berseru mohon Yesus, agar diberi makan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Tetapi Yesus yang mewartakan kabar gembira rohani peka, dan tanpa diminta Ia menolong memenuhi kebutuhan mereka. Kita semua, atas pilihan sendiri telah memilih menjadi murid Kristus, dan telah dibaptis serta menjadi orang kristiani. Marilah kita semua tetap setia untuk bersikap, hidup dan bertindak menurut teladan Yesus sendiri. Marilah kita yakin, bahwa Yesus memperhatikan apa yang kita butuhkan masing-masing. Namun marilah kita juga seperti Yesus sendiri, juga peka dan rela memperhatikan dan menolong kebutuhan jasmani dan rohani sesama kita. Betapa bahagia hati seorang kristiani, apabila ia rela dan gembira dapat menolong sesama dalam kebutuhannya, baik jasmani maupun rohani, menurut teladan Kristus sendiri.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/