Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XVI /C/2010

Kej 18:1-10a Kol 1:24-28 Luk 10:38-42

PENGANTAR

Injil Lukas hari ini adalah satu-satunya ceritera yang sangat indah dan mendalam maknanya bagi kita, yakni tentang Marta dan saudarinya Maria di Betani dekat Yerusalem. Pada intinya ceritera itu mau menegaskan perlunya kita selalu mendengarkan sabda Tuhan. Pesan Injil Lukas ini ditujukan kepada semua orang, tanpa perbedaan, siapapun, di manapun, kapanpun. Dalam ceritera itu ditegaskan pula, bahwa bukan kesempurnaan dalam melaksanakan perbuatan kitalah yang diutamakan, melainkan kemampuan memilih apa yang paling utama/perlu/penting bagi kita, - itulah yang terpenting dan dipilih oleh Maria, yaitu: mendengarkan sabda Tuhan.

 

HOMILI

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya" (Luk 10:41-42). Maria sebagai murid Yesus memilih apa yang paling penting untuk menyambut Sang Tamu. Bukan separo-separo, melainkan hadir secara pribadi sepenuhnya untuk menghadapi Dia, Yesus. Kehadiran Si Pengunjung itulah sasaran utama perhatian Maria. Tokoh Marta dan Maria tampillah sebagai gambaran dua model, dua bentuk, dua cara yang seringkali kita hadapi sebagai ketegangan/tensi antara dua sikap dan perbuatan dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam hidup kita ada banyak kegiatan yang harus kita laksanakan, untuk dapat mengatasi aneka masalah gawat. Tetapi ada pula saat-saat, di mana kita harus mau diam menyediakan waktu, berusaha mencari ketenangan dan berpikir matang, agar mampu melaksanakan kegiatan itu secara baik dan tepat. Sikap terhadap Yesus dapat kita lihat juga dalam sikap kita terhadap tamu kita!

Maka Injil hari ini menunjukkan kepada kita, bagaimana kita dapat menyelenggarakan suatu keramahtamahan (hospitalitas) dalam meneri-ma tamu/kunjungan di rumah atau di tempat lain. Ternyata kunci hospita-litas kristiani bukanlah berupa ketegangan antara kegiatan/aktifitas dan ketenangan/pasifitas atau kediamdirian, melainkan dalam kepantasan/kese-diaan dalam menerima atau menyambut kedatangan atau kunjungan tamu itu. Yakni kesediaan mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh si tamu kepada kita . Itulah yang dilakukan oleh Maria!

Tetapi kita, sadar atau tak sadar, juga memiliki hambatan dalam diri kita sendiri. Kita menghadapi masalah-masalah kita sendiri. Kita sangat menaruh perhatiaan terlalu banyak kepada kepentingan kita sendiri. Kita acuh tak acuh dan tak ambil pusing terhadap keadaan orang lain. Dan orang-orang lain adalah asing bagi kita. Singkatnya: kita tidak ramah tamah terhadap sesama, hospitalitas kita nyaris dilihat dan dirasakan orang! - Atau mungkin pula kita terlalu lebih memikirkan hal-hal yang tampak, mungkin ingin menghidangkan hidangan luarbiasa, sambutan sangat meriah. Namun tiada waktu dan perhatian cukup untuk menyambut dan mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh tamu kita kepada kita sebagai penerima tamu atau "tuan rumah" yang baik atau pantas manusiawi.

Dalam ceritera Injil hari ini Marta dapat belajar dan mengalami pelajaran hidup yang sangat mendalam . Sebenarnya dengan menghidang-kan jamuan sederhana dan pantas kepada Yesus, akan jauh lebih berkenan kepada-Nya daripada terlalu sibuk dengan segenap jerih payahnya untuk mengidangkan makanan dan minuman semeriah dan sebaik mungkin kepada-Nya. Ia harus lebih mendengarkan sapaan dan pesan Yesus. Kiranya kata-kata Yesus, bahwa "Maria telah memilih bagian yang terbaik" adalah pelajaran begitu mendalam, yang dapat menolong Marta kemudian untuk ikut memahami apa artinya menjadi murid sejati Yesus. Kesediaan dan kesanggupan mendengarkan sabda Tuhan, - itulah syarat sekaligus tanda nyata kemuridan Yesus sejati. Dan hanya dengan kesejatian kemuridan Yesus inilah, kita akan mampu menyambut kunjungan (hospitalitas) orang lain, dan bergaul dengan siapapun (persaudaraan) sebagai orang kristiani sejati. Hanya dengan mendengarkan sabda Tuhan, apapun yang kita lakukan akan berkenan kepada-Nya. Amin.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

 

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/