Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XVI/B/2015

 Yer 23:1-6  Ef  2:13-18  Mrk 6:30-34


PENGANTAR
      Dalam Bacaan Kitab Suci pertama, Nabi Yeremia menegaskan, bahwa setiap orang yang berfungsi sebagai gembala harus mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya. Dan dalam Bacaan kedua Paulus meyakinkan umat di Efesus, bahwa Kristus sebagai gembala mengorbankan diri total,  menyerahkan tubuh dan darah-Nya untuk menyatukan kembali manusia satu sama lain, dan bersama-sama disatukan dengan Allah. Akhirnya Injil Markus hari ini memperlihatkan kepada kita, betapa nyata, besar dan utuh perhatian Yesus sebagai gembala kepada kebutuhan umat sebagai domba-domba-Nya.

HOMILI
      Menurut Injil Markus Yesus sungguh mendidik murid-murid-Nya secara utuh. Mereka diberi anjaran dan kemudian diutus untuk melaksanakannya. Dan ketika mereka pulang dan memberikan laporan kepada-Nya, ternyata Yesus bukan hanya memperhatikan apa yang mereka wartakan, melainkan juga memperhatikan kebutuhan mereka. Murid-murid-Nya diajak pergi ke tempat sunyi untuk beristirahat, dan untuk meninjau kembali apa yang telah mereka selenggarakan.

      Tetapi orang banyak tahu, bahwaYesus pergi ke  seberang danau dengan naik perahu. Mereka berusaha mengikuti Dia lewat daratan. Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya mendarat kepantai, ternyata umat telah menantikan kedatangan-Nya. Dalam Injil tercatat: “Ketika mendarat dan melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala”. Sebagai seorang Gembala sejati Yesus segera berreaksi dan bertindak, Ia melupakan kebutuhan-Nya sendiri untuk beristirahat dan Ia langsung mulai mengajar lagi.

      Kita tadi ikut menyayikan Mazmur Tanggapan: Tuhanlah gembalaku, tak akan kekurangan daku. Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya sebab Engkau besertaku”. Yesus ingin berada bersama dengan murid-murid-Nya, tetapi Ia ingin pula untuk memenuhi kebutuhan orang banyak, Ia meninggalkan sementara murid-murid-Nya. Demi kepentingan dan kebutuhan yang lebih besar, Yesus melupakan kebutuhan-Nya sendiri dan memberikan prioritas pertolongan-Nya kepada kebutuhan orang lain. Maka di tempat di mana Ia sebenarnya mau beristirahat, yaitu di seberang danau, Yesus mulai mengajar lagi!

      Injil Markus berkali-kali menyebut bahwa Yesus banyak sekali mengajar. Dan umat selalu terkesan, dan dalam Injil dikatakan: Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka  sebagai orang yang berkuasa, bukan seperti ahli-ahli Taurat(Mrk 1:22.27). Dan menurut Injil Markus, mengajar adalah perbuatan yang paling banyak dilakukan oleh Yesus (lih. Mrk 2:13;4:1-2;6:34; 10:1). Memang masih berkali-kali Markus mengatakan, bahwa Yesus mengajar, tetapi tidak selalu ditambahkan apa yang diajarkan atau apa isi ajaran yang diberikan-Nya. Pengertian ajaran yang diterima oleh umat tentang isi pokok ajaran yang diberikan oleh Yesus, tergantung dari kondisi umat yang mendengarkannya. Mengapa? Karena setiap orang yang mendengarkan dan memahami apa yang disampaikan orang lain kepadanya secara tidak sama!

      Mengajar bagi Yesus bukanlah hanya sekadar menyampaikan kebenaran-kebenaran yang baru . Isi ajaran yang mau disampaikan Yesus bukan hanya diberikan dalam kata-kata-Nya saja, melainkan juga disertai sikap dan cara-Nya  yang khusus dalam bergaul dan berhubungan dengan orang-orang yang dijumpai-Nya. Isi apa yang dikatakan seseorang kepada orang lain  tidak boleh pernah terpisah dari pribadi orang yang menyampaikannya itu. Yesus adalah seorang pribadi yang menyambut baik setiap orang (lih. Mrk 6:34). Ia selalu menghendaki apa yang baik bagi orang lain. Maka setiap kata yang diucapkanNya terdapatlah kebaikan dan kasih-Nya, yang disampaikan Yesus adalah diri-Nya sendiri. Kasih adalah intisari kata-kata-Nya itu. Yesus mengatakan apa yang dilakukan-Nya sendiri. Yesus menyampaikan ajaran-Nya bukan hanya di bait Allah atau di kenisah, tetapi di semua tempat di manapun Ia berada.  

      Yesus bukan hanya pengajar, Ia adalah  pendidik sejati,  sungguh seorang guru, sungguh seorang gembala. Ia bukan hanya memberi ajaran untuk sekadar diketahui, melainkan untuk diterima, dipahami dan dihayati. Karena itu dengan mengajar Yesus memperkenalkan diri-Nya sendiri. Apa yang diajarkan-Nya sebagai guru, dilaksanakan-Nya sendiri juga sebagai gembala. Seorang guru atau pengajar memberi pelajaran dalam sekian jam dalam kelas di sekolah. Tetapi seorang pendidik dan gembala memberi kesaksian atas ajarannya sepanjang hari!            

      Kita ini bukan pelajar Yesus, melainkan murid Yesus! Pendidikan yang diberikan Yesus kepada kita berupa suatu komunikasi atau hubungan hati-Nya yang adalah ungkapan kasih. Apa yang diajarkan dan dilakukan Yesus sebagai guru, sebagai pendidik, sebagai gembala, ialah kesaksian kehidupan-Nya sendiri. Dan seluruh hidup dan perbuatan Yesus adalah ungkapan kasih-Nya kepada seluruh umat manusia, dan kepada kita masing-masing.

      Apa yang diajarkan dan dilakukan oleh Yesus sebagai guru, sebagai pendidik dan sebagai gembala itu bukan hanya berlaku bagi kita menurut kedudukan dan tugas kita professional secara resmi. Sikap dasar dan peranan guru, pendidik, gembala dapat dan harus dimiliki semua orang kristiani dalam pergaulan dan hubungan kita satu sama lain. Sangat perlu dan dibutuhkan oleh kita semua, siapapun kita ini masing-masing, apapun status  dan kedudukan kita, untuk menghayati sikap dan perbuatan saling menolong dengan jiwa pelayanan pendidikan dan penggembalaan antar sesama, yang semartabat di hadapan Allah.

      Marilah hidup kita sekarang ini kita hayati dengan jiwa dan semangat yang diungkapkan dalam Mazmur Tanggapan antar Bacaan hari ini: Tuhanlah gembalaku, aku tidak kekurangan”.”Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku”  (Mz 23).

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/