Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Minggu Biasa XVI /B/2012

Yer 23:1-6  Ef 2:13-18  Mrk 6:30-34

PENGANTAR
          Ketiga bacaan Kitab Suci hari ini mengarahkan perhatian kita kepada pengertian tentang domba dan gembala. Khususnya Injil Markus berbicara tentang “domba yang tidak mempunyai gembala”. Dalam bahasa alkitabiah (PL maupun PB) tugas kepemimpinan dilukiskan sebagai peng-gembalaan, atau tugas seorang gembala. Allah sendiri dilihat sebagai gembala: “Tuhan adalah gembalaku” (Mz 23:1). Dan umat berdoa kepada Allah sebagai “Gembala Israel” (Mz 80:1). Yesus sendiri pun dalam Injil Yohanes menyebut diri-Nya: Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanhya(Yoh 10:11).

HOMILI
          Menurut Injil murid-murid Yesus pulang kepada Yesus sesudah melaksanakan perutusan mereka, untuk memberi laporan tentang apa yang telah mereka ajarkan dan lakukan kepada orang banyak. Mereka diajak Yesus ke tempat sunyi untuk menyendiri. Mereka naik perahu, supaya jangan diikuti orang banyak itu. Ternyata orang banyak itu mengikuti Yesus dan murid-murid-Nya lewat dataran. Dan mereka ini datang di tempat tujuan lebih cepat. Yesus dan murid-murid-Nya sebelum sempat untuk makan pun sudah menghadapi mereka lagi.

          Di balik ceritera yang sangat sederhana tetapi juga mengharukan itu, terungkaplah sebenarnya pesan, yang mau disampaikan oleh Markus kepada pembaca-pembaca Injilnya. Pesan itu apa?

          Yesus mengajak murid-murid-Nya istirahat dan memenuhi kebutuhan makan minum sehabis melaksanakan tugas mereka. Tetapi bukan hanya itu. Ternyata orang banyak yang  sudah mendengarkan ajaran Yesus, yang telah disampaikan oleh murid-murid-Nya, masih ingin mendengarkannya dari Yesus sendiri, yang telah mengutus mereka! Mereka ini, orang-orang sederhana, ternyata haus dan lapar akan sabda Yesus sendiri, bukan hanya haus dan lapar akan makanan materiil, untuk keperluan jasmani.

          Melihat kehausan dan kelaparan rohani orang banyak itu, dalam Injil dikatakan bahwa tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Yesus memiliki “compassio” (rasa belas kasihan) bukan hanya kepada orang yang haus dan lapar akan makanan untuk menjaga kesehatan badan atau tubuh, melainkan juga bahkan lebih untuk kesehatan batin atau rohani setiap orang. Manusia membutuhkan santapan rohani yang murni.

          Dalam salah satu pelajaran kateketis, yang diberikan seminggu sekali kepada umat dan para peziarah di Roma, Paus Benediktus XVI menegaskan, bahwa pada awal abad ke XXII sekarang ini, umat manusia penduduk dunia modern ini sangat membutuhkan santapan rohani. Orang merasa makin membutuhkan santapan materiil yang makin lezat, makin dicari dan digunakan bumbu masakan yang makin nikmat rasanya. Makin besar penemuan alat dan sarana untuk memelihara dan memperkuat kekuatan fisik tubuhnya. Makin banyak tersedia kemungkinan dalam media komunikasi untuk mewasang iklan-iklan, guna meningkatkan selera hidup lebih enak, nikmat, memuaskan, dengan  perumahan yang lebih indah. – Berapa besar dan hangat keinginan, selera dan kerinduan batin atau rohani yang dimiliki orang modern sekarang ini? Masih adakah dalam hati manusia-manusia modern sekarang ini  kerinduan, kehausan, kelaparan akan santapan rohani yang diberikan oleh Yesus? Tertulis dalam Injil: Melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala”. Meskipun Yesus seperti murid-murid-Nya sebenarnya harus beristirahat dahulu, namun mulailah Ia mengajarkan banyak  hal kepada mereka yang lapar akan ajaran-Nya bagaikan jaminan hidup mereka.

          Pesan Injil hari ini antara lain mengingatkan kita betapa perlu dan pentingnya hidup rohani. Sebab akhirnya kehidupan rohani kitalah, yang akan menentukan hidup abadi kita kelak, bukan hanya hidup jasmani kita sekarang ini, yang hanya sifatnya hanya sementara.

          Tetapi ada pesan lain, yang harus kita sadari juga. Umat Allah sebagai domba membutuhkan kehadiran gembala-gembala. Kita sebagi umat  mem-butuhkan gembala. Membutuhkan makanan jasmani tetapi juga rohani. Urgensi adanya gembala rohani justru dewasa ini merupakan suatu tuntutan yang harus dipenuhi. Bila umat mengharapkan adanya gembala rohani yang baik, maka juga sebaliknya Tuhan lewat Gereja, yakni kita semua, harus ikut dan rela menyediakan dan mempersembahkan kepada  Kristus, calon-calon gembala seperti murid-murid-Nya, yang diceriterakan dalam Injil hari ini. Murid-murid itu meskipun sudah bekerja dan lapar jasmaninya, namun seperti Yesus sendiri bersedia memberikan makanan rohani kepada yang membutuhkannya. Memiliki “compassio” atau rasa belas kasihan, kepada orang yang membutuhkan makanan baik jasmani maupun rohani, itulah ciri murid Kristus sejati.       

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/