Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XIX/C/2016

Keb 18:6-9 Ibr 11:1-2.8-19 Luk 12:32-48

 

PENGANTAR
    Bacaan pertama (Kitab Kebijaksanaan) mengingatkan kita akan peng-harapan. Bacaan kedua (Surat kepada Orang Ibrani) menegaskan kebutuhan mutlak iman yang harus kita miliki. Dan Injil Lukas hai ini menyampaikan kepada kita: orang hanya sungguh mempunyai pengharapan, apabila kita sungguh kokoh dalam iman. Dengan iman dan harapan itulah, kita dapat hidup untuk selalu siap sedia menyambut kedatangan Allah, kapan pun Ia akan datang.

HOMILI
     Dalam Injil Yesus menyapa umat sebagai "kawanan kecil". Pengikut Yesus memang kecil jumlahnya bila dibandingkan dengan kelompok-kelompok lain. Orang-orang yang termasuk kawanan kecil dapat merasa takut bahkan merasa "minder". Dalam Perjanjian Lama pun bangsa Israel merasa dirinya sebagai kawanan kecil. Tetapi ternyata Yahwe mengalahkan lawan-lawan mereka dan melindungi serta menyelamatkan mereka. Itulah yang diungkapkan sebagai dasar harapan hidup umat Allah dalam Perjanjian Lama.

     Dalam Perjanjian Baru, yakni dalam surat kepada Orang Ibrani ditegaskan bahwa iman adalah landasan dari segala pengharapan. Tidak ada harapan, apabila tidak ada iman. Di mana letak kekuatan iman? Iman sejati memungkinkan kita untuk tidak hanya berpikir secara manusiawi. Memang betapa maju pesat, banyak dan luar biasa perkembangan daya dan cara berpikir orang zaman kita secara rasional sekarang ini. Namun tanpa mengurangi sedikitpun hasil positif yang dapat dicapai dengan pola pikir secara manusia melulu itu, manusia yang realistis itu sendiri mengalami dan mengakui keterbatasan daya pikir manusiawinya. Banyak hal yang memang tidak dapat diatasi melulu dengan daya pikir manusia. Mengapa dan bagaimana bisa terjadinya alam semesta, bagaimana terbentuk planet-planet. Bagaimana terciptanya benua-benua dengan sekian banyak bangsa, budaya, ekonomi, politik, agama? Mengapa ada kemajuan dan juga kemunduran, ada kekayaan dan kemiskinan, ada perdamaian dan kekerasan. Tetapi di atas segalanya itu terutama timbullah pertanyaan mengapa Allah yang Mahakuasa dan Mahaagung memutuskan menyelamatkan umat manusia dengan mengutus Yesus Kristus menjadi Penyelamatnya melalui penderitaan dan kematian di Salib! Ternyata memang dibutuhkan suatu cara atau pola pikir Allah. Nah, kita mengikuti pola pikir Allah itu lewat iman. Hanya dengan iman, yang bukan kita peroleh dari penyelidikan ilmiah modern, melainkan dari sabda Allah dalam Kitab Suci, kita dapat menyerahkan diri kepada Allah dan hidup dengan penuh keyakinan, walaupun seolah-olah menurut pandangan manusiawi tidak memberi kepastian. Orang beriman diajak untuk percaya sepenuhnya kepada penyelenggaraan Ilahi.

     Akhirnya dalam Injil Lukas hari ini ditegaskan, bahwa Allah memilih dan memberikan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Yesus berkat kepada murid-murid-Nya: "Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Sebab Bapamu telah berkenan memberi kamu Kerajaan-Nya." Kerajaan sudah dijanjikan kepada kawanan kecil. Dalam Perjanjian Lama "kawanan kecil ini" disebut "sisa Israel". Meskipun segenap bangsa Israellah yang dahulu disebut sebagai "bangsa terpilih", namun akhirnya hanya "sisa Israel", kawanan kecil yang sungguh menjadi bangsa terpilih.

     Nasihat Yesus kepada kawanan kecil di zaman-Nya itu berlaku juga bagi kita sekarang ini. Kepada kita, kaum kristiani, sebagai murid Yesus merupakan "kawanan kecil". Kepada kita Yesus berseru: jangan takut! Tetapi supaya tidak takut, kita harus siap sedia. Seperti kita alami sendiri, kita ini sering tidak siap. Tidak sedia untuk panggilan masing-masing, tidak siap untuk pertanggung jawaban yang harus kita selenggarakan, bukan hanya dalam hidup sekarang ini, tetapi juga pada saat kita dipanggil menghadap Tuhan.

     Apabila pesan Injil hari ini kita tempatkan dalam rangka Yubileum Kerahiman yang diselenggarakan Paus Fransiskus, maka dalam Injil hari ini Yesus juga mengatakan: "Juallah segala milikmu dan berilah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di surga tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri, dan yang tidak dirusak ngengat. Karena di mana hartaamu berada, di situ juga hatimu berada". Rumusan alkitabiah pesan Yesus itu harus ditafisrkan secara murni dan benar. Tanpa merugikan kepentingan diri sendiri maupun keluarga bahkan masyarakat, kita semua menurut kemampuan dan keadaan kita masing-msing, menurut Paus Fransiskus kita harus memberanikan untuk mengembangkan solidaritas dan semangat berbagi, sehingga tumbuhlah semangat belarasa di antara semua orang sebagai sesama kawanan. Di samping itu dituntut dari kita semua sikap waspada dan siap sedia dalam menanti kedatangan Kristus yang bisa terjadi kapan pun juga di luar dugaan. Beranikah kita semua menjadi hamba yang setia, waspada dan selalu siap siaga?

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/