Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XIV /C/2013

Zak 12:10-11;13:1 Gal 3:26-29 Luk 9:18-24

PENGANTAR

Yesaya dalam Bac. I mengatakan bahwa manusia diciptakan untuk bahagia bersama Allah. Dan Paulus dalam Bac. II menegaskan bahwa kita sebagai pengikut Kristus jangan banyak saling bertentangan dalam hal-hal lahiriah, lebih baik bersikap sebagai manusia baru seperti Kristus terhadap sesame. Dan dalam Injil Lukas hari ini kita diingatkan dan disadarkan, bahwa Yesus menunjuk kita sebagai orang kristiani sebagai utusan-utusan-Nya.

HOMILI
Injil Lukas hari ini mengingatkan kita, bahwa kita ini sebagai murid Yesus adalah utusan-utusan-Nya. Kita diingatkan sejauh manakah kita ini semuanya sadar akan kedudukan dan tugas kita sebagai utusan-Nya. Murid Yesus sejati harus sungguh merupakan utusan-Nya yang handal. Masing-masing sesuai dengan kedudukan dan pekerjaanya harus menyadari tugas perutusannya mewartakan kabar gembira yang diwartakan Kristus. Kita mengadakan introspeksi atas keadaan dan tugas kita sebagai murid Yesus, sebagai orang kristiani sejati. Apakah yang kulakukan sebagai utusan Kristus? Hanya melakukan pergi ke gereja untuk beribadat pada hari Minggu menurut perintah Gereja. Hanya dengan berdoa sebelum makan atau tidur. Ikut berdoa dalam lingkungan paroki. Hanya itukah yang disebut bertindak sebagai utusan Kristus?

Bila hanya itu, maka aku ini bukanlah pelaksana tugasku sebagai utusan Kristus. Sebab yang kulakukan hanyalah tertuju kepada kepentinganku sendiri..Aku hanya mau menyelamatkan diriku sendiri saja.

Padahal Yesus berkata: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit”. Ditambahkan: “Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala”. Orang-orang yang harus mengenal Kristus dan diselamatkan oleh-Nya adalah banyak, tetapi orang-orang yang menyebut dirinya kristiani sebagai murid Kristus sejati tidak banyak. Sadarkah aku ini akan tugasku sebagai utusan Kristus, yang telah mempercayakannya kepadaku sebagai murid-Nya? Apakah aku menerima baptis dan sakramen-sakramen lain hanya bagiku sendiri?

Tidak jarang di lingkungan Gereja sendiri orang berpendapat, bahwa yang diutus Kristus sebagai pewarta adalah para imam, biarawan-biarawati, atau para awam yang secara resmi atau tidak resmi, terdorong oleh kesadaran pribadi berinisiatif ikut juga berperan aktif dan penuh semangat melaksanakan hidup dan tugas mereka sebagai utusan Kristus. Sebenarnya kita semua tanpa kekecualian seperti ke 72 murid Yesus, di samping 12 rasul, diutus untuk ikut berperan serta mewartakan kabar gembira kepada sesama kita. Kristus sendirilah yang mengutus kita. Setiakah kita kepada-Nya?

Kabar gembira yang harfus diwartakan itu bukan hanya pewartaan sabda belaka, melainkan juga perwujudan adanya perdamaian dan kesejahteraan kepada semua orang. Secara praktis dan realistis, kita ini, masing-masing menurut keadaan dan kemampuannya harus ikut mewartakan dan membawa damai sejahtera kepada sesama kita. Murid Yesus sejati bukan pertama-tama diutus untuk membangun bangunan-bangunan yang indah dan mewah, tetapi untuk membangun umat, suatu masyarakat damai sejahtera, di mana segenap warganya dapat hidup dalam tatasusunan kehidupan yang benar dan adil. Dapatkah kita sungguh merasakan damai sejahtera, sementara begitu banyak orang menunggu pewartaan kabar gembira. Mereka itulah tuaian besar yang dimaksudkan Yesus!

Paus Fransiskus yang di tengah pergolakan keadaan zaman di dunia kita dewasa ini terpilih menjadi menjadi Wakil Kristus sebagai Gembala Gereja Katolik Universal, mengajak dan mendorong segenap umat untuk memperhatikan secara khusus kaum miskin dan kecil. Paus ini hidup dini benua Amerika Selatan, di mana bagian terbesar penduduknya adalah orang kristiani. Tetapi di negara-negara di mana-mana orang melihat gedung-gedung gereja, namun juga sekaligus menjumpai rakyat miskin dan mengalami ketidakadilan luarbiasa.

Menghadapi kemajuan dan konkurensi modernisasi perkembangan dunia sekarang ini, Paus kita ini menunjukkan kebutuhan dan nilai luhur kesederhanaan hidup manusia, yang tidak boleh dilupakan. Apa yang digerakkan dan dihayati sendiri oleh Santo Fransiskus untuk zamannya, yaitu hidup sederhana dan menyertai kehidupan orang kecil, itulah yang ingin dijadikan pengarahan Paus Fransiskus dalam memimpin penggembalaan Gereja Katolik di dunia dewasa ini.

Marilah kita semua menyadarkan diri kita sebagai orang-orang yang sudah dibaptis, yang berarti secara resmi menjadi murid Yesus, untuk hidup dan tampil ke masyarakat kita sebagai utusan-utusan Kristus untuk zaman kita sekarang ini.

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/