Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XIII/C/2016

1 Raj 19:16b.19-21 Gal 5:1.13-18 Luk 9:51-62

 

PENGANTAR
    Dalam Injil Lukas pada hari ini, kita semua apabila mau menjadi pengikut Kristus dengan sungguh-sungguh, diingatkan akan tiga syarat yang harus kita penuhi: 1. Tidak terikat akan benda duniawi / materiil. 2. Tidak terikat mutlak dengan pengalaman hidup indah pribadi di masa lalu. 3. Tidak terikat mutlak akan hubungan dengan keluarga. Semua syarat itu mutlak perlu, apabila kita sungguh ingin mengikut Yesus.

HOMILI
     Ketiga syarat itu dikatakan oleh Yesus dalam perjalanan dari Galilea menuju Yerusalem, di mana Ia akan melaksanakan perutusan-Nya sebagai Mesias dengan menderita, mati dikayu salib, namun akan bangkit kembali. Dalam perjalanan-Nya itu Ia diikuti tiga murid-Nya.

     Murid pertama menyampaikan keinginan-Nya untuk mengikuti Yesus ke mana pun Ia pergi. Jawaban Yesus sangat realistis!: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang", katanya, sedangkan Ia sendiri "tidak mempunyai tempat meletakkan kepala-Nya". Dengan demikian mengikuti Yesus menuntut suatu komitmen yang radikal, bukan disertai dengan kepastian mempunyai hidup fisik / materiil yang serba nyaman. Yesus tidak mengajar kita mencari pengorbanan, tetapi Ia menuntut kesediaan dan keberanian kita untuk mengorbankan diri dalam hidup dan pekerjaan kita sebagai pengikut Kristus.

     Kepada murid kedua Yesus berkata: "Ikutlah Aku!" Murid itu menjawabpositif, namun dengan syarat: "Perkenankanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku". Permohonan murid itu sepintas lalu masuk akal, tetapi Yesus menjawab dengan tegas, bahkan terdengar dengan suatu kiasan yang sangat kasar: "Biarlah orang mati mengubur orang mati. Tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana". Yesus menegaskan supaya kita jangan kehilangan waktu, kekuatan dan perhatian dengan memikirkan masa lalu, tetapi justru melihat ke masa depan kita. Mengikuti Yesus menuntut suatu komitmen yang radikal, rela meninggalkan segala sesuatu, termasuk keluarga kita.

     Dan murid ketiga memang berkata: "Tuhan, aku akan mengikut Engkau", tetapi ternyata dengan catatan: "tetapi izinkanlah akan pamitan dahulu dengan keluargaku". Yesus menjawab dengan kiasan kaum petani: "Setiap orang yang siap untuk membajak, tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah". Dalam jawaban Yesus ini terungkaplah kemutlakan nilai kehendak Allah di atas nilai-nilai manusia ciptaan-Nya! Nilai-nilai insani betapapun tingginya selalu tunduk terhadap nilai-nilai luhur ilahi!

     Itulah tiga syarat fundamental yang mutlak perlu dimiliki setiap orang, yang ingin menjadi murid Yesus sejati: 1. Meninggalkan benda-benda materiil. 2. Tidak terikat mutlak akan pengalaman-pengalaman pribadi dengan di masa lampau. 3. Melepaskan diri dari ikatan dengan keluarga. Maka timbullah pertanyaan: Apabila itulah syarat-syaratnya, bagaimana kita dapat menggabungkan ketiga syarat tersebut, yaitu harta benda, hidup pribadi dan hubungan keluarga, dengan cara hidup baru kita menurut ajaran, kehidupan dan perbuatan Yesus, yang telah menyampaikan kehendak Allah Bapa-Nya kepada kita?

     Seperti kepada murid-murid-Nya dahulu, sekarang pun secara mendasar Yesus memperlihatkan sikap dasar-Nya untuk melaksanakan kehendak Allah, Bapa-Nya, yang karena kasih-Nya mau menyelamatkan umat manusia. Ia tahu dan sadar, bahwa Ia untuk melaksanakan tugas-Nya sebagai Mesias harus pergi ke Yerusalem untuk menderita, mati dan bangkit kembali. Dan itulah yang dilakukan-Nya. Ini hanya dapat dilakukan oleh seorang pribadi yang sungguh bebas dan sadar akan martabat dirinya! Ia menyerahkan diri bukan untuk diri-Nya sendiri, tetapi justru saudara-saudara-Nya: "Ya, Bapa, ke dalam tanganmu Kuserahkan nyawa-Ku" (Luk 23:46).

     Inilah intisari "Imitatio Christi", hidup mengikut Kristus.

1. Marilah kita semua menurut keadaan dan kedudukan masing-masing menilai hidup kita menurut ketiga syarat yang disampaikan dan dihayati Yesus sendiri.

2. Masalah apakah yang timbul dalam hidup kita, sebagai akibat keputusan-keputusan yang kita ambil, untuk hidup mengikut Yesus menurut ajaran dan perbuatan-Nya?

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/