Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XIII/B/2015

Keb 1:13-15; 2:23-24  2 Kor 8:7.9.13-15  Mrk 5:21-4


PENGANTAR
      Injil Markus hari ini memperkenalkan kepada kita dua orang perempuan. Yang satu dewasa, menderita pendarahan yang tidak sembuh selama 12 tahun. Yang lain anak remaja berumur 12 tahun, yang sakit dan mati. Menurut perasaan orang Yahudi di zaman itu seseroang yang menyentuh darah atau mayat dianggap tidak murni, kotor, najis. Darah dan mayat (kematian) merupakan faktor pemisah antar sesama dan masyarakat. Demikianlah kedua perempuan itu terpisah dari masyarakat.  Marilah dalam perayaan Ekaristi ini kita mendengarkan sabda Allah, dan berusaha memahami pesan yang disampaikan-Nya kepada kita. Pesan Yesus kepada kita ialah bahwa kita hanya dapat diselamatkan dengan iman.

HOMILI
      Menanggapi permohonan Yairus, sebagai kepala rumah ibadat, untuk menyelamatkan anaknya yang akan mati, Yesus langsung berangkat bersama dia. Di tengah jalan tanpa diketahui Ia didekati seorang perempuan yang sangat menderita pendaharan begitu lama tanpa harapan akan dapat sembuh. Baik si anak maupun si perempuan dewasa itu menghadapi situasi berat hidup mereka, yang tak teratasi. Mari kita ikuti keadaan kedua perempuan itu masing-masing.

      Si perempuan dewasa yang sakit itu mendengar kata-kata orang tentang Yesus. Maka timbullah harapan dan keyakinannya: “Bila aku dapat menjamah jubah-Nya saja, aku akan sembuh!”  Ternyata ketika ia melakukannya, tanpa dilihat oleh Yesus, ia pun disembuhkan! Yesus sendiri tidak menyaksikan apa yang terjadi, namun merasa tentu ada orang yang meraba diri-Nya dengan menjamah jubah-Nya. Maka Ia mencari siapa yang menjamah jubah-Nya.

      Si perempuan itu sadar bahwa dirinya disembuhkan. Tetapi ia juga sadar bahwa ia menghadapi situasi yang sangat sulit baginya! Mengapa? Karena setiap orang yang dianggap najis, “tidak murni” atau “kotor”, bila memasuki kelompok orang, dianggap mengotori atau mencemarkan orang-orang lain. Dan melanggar hukum itu bisa berakibat dilempari dengan pelemparan batu. Maka dengan takut dan gemetar perempuan itu datang tersungkur di depan Yesus, dan mengakui apa yang telah dilakukannya. Betapa gembira hatinya ketika Yesus berkata: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu! Kata-kata Yesus itu sangat mendalam maknanya: 1. Anak-Ku”: Yesus tidak membeda-bedakan siapapun, semua orang dianggap sebagai anak-Nya. 2. Apa yang dirindukan penuh harapan ternyata menjadi kenyataan. 3. Yesus tidak akan mengadakan mukjizat penyembuhan itu, apabila si perempuan itu tidak menyertai permohonan batinnya itu dengan iman.

      Si anak perempuan remaja yang sangat sakit dan dilaporkan oleh Yairus bapanya kepada Yesus, diberitakan sudah mati. Kesimpulannya ialah bahwa Yesus tidak perlu datang kepada anaknya. Kematian sudah berada di luar kuasa manusia. Tetapi Yesus tidak mengiraukan berita itu dan Ia berkata kepada Yairus, yang sudah menyaksikan penyembuhan si perempuan yang menderita pendarahan: Jangan takut, percayalah saja!” Hanya Petrus, Yakobus dan Yohanes boleh mengikuti Yesus. Ketika dilihat-Nya orang-orang menangis dan meratap karena anak itu sudah mati, Yesus berkata: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak itu tidak mati, tetapi tidur!”. Sebagai reaksi terhadap ucapan Yesus itu mereka tertawa. Hal ini bisa dimengerti, sebab orang itu tahu perbedaan antara orang yang tidur dan orang yang mati. Tetapi mereka tidak mampu untuk percaya, bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Juga bagi mereka maut atau kematian adalah rintangan, hambatan, batas yang tidak dapat dilampaui atau diatasi manusia. Ternyata kata-kata Yesus mengandung makna yang sangat mendalam. Hanya dengan tiga murid-Nya dan dengan orang tua si anak Yesus memasuki ke kamar si anak itu. Yesus memegang tangan anak itu seraya berkata: Talita kum!”. Anak itu bangkit, berdiri dan berjalan. Betapa hebat reaksi semua yang hadir! Yesus minta supaya semuanya tetap tenang, dan Ia minta supaya si anak diberi makan.- Demikianlah dua orang perempuan itu diselamatkan. Yang satu diselamatkan pada usia 12 tahun, yang lain diselamatkan dari pendarahan selama 12 tahun, dan dengan demikian juga dibebaskan dari pengasingannya dari lingkungan masyarakat selama 12 tahun! Yesus sungguh menyelamatkan semua orang, siapa pun dan kapan pun.  

Apakah pesan Injil Markus hari ini kepada kita?
      Yesus mampu dan mau menyelamatkan semua orang di mana dan kapanpun. Tetapi kita hanya akan diselamatkan, baik sekarang maupun kelak, apabila kita sungguh beriman seperti si perempuan yang dilanda penyakit pendarahan begitu lama, maupun seperti Yairus yang mau memperjuangkan anaknya yang mati padahal masih remaja. Karena iman keduanya itu berani melanggar hukum ataupun peraturan yang dibuat oleh manusia untuk melaksanakan kehendak dan perintah Allah, yang dalam kasih-Nya mau menyelamatkan dan membahagiakan manusia. Kita sebagai umat beriman diingatkan bahwa perintah Allah mengatasi segalanya. Untuk berani melaksanakan hukum Allah, agar diselamatkan kita membutuhkan iman yang teguh seperti dimiliki Yairus dan si perempuan yang mengalami penderitaan pendarahan selama itu.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/