Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XII/C/2016

Zak 12:10-11; 13:1 Gal 3:26-29 Luk 9:18-24

 

PENGANTAR
    Pertanyaaan yang disampaikan Yesus kepada murid-murid-Nya dalam Injil Lukas hari ini ialah: "Menurut kamu ,siapakah Aku ini?". Sedangkan Paulus dalam suratnya kepada umat di Galatia berkata: "Kamu semua adalah anak-anak Allah, karena iman dalam Yesus Kristus. Sebab kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Karena itu sekarang ini juga harus berusaha untuk mengetahui, sekaligus menyadari identitas kita sebagai orang yang telah dibaptis menjadi pengikut Kristus sejati. Siapakah Yesus yang harus kita ikuti?

HOMILI
     Menjadi murid Yesus atau menjadi orang kristiani sejati bukanlah hanya karena kita telah dibaptis. Sakramen baptis bukanlah sarana yang bekerja secara otomatis untuk dapat menjadi murid-Nya, untuk bersatu dengan Dia dan hidup menurut kehendak-Nya.

     Justru pada saat Yesus sedang berdoa, murid-murid-Nya datang kepada-Nya. Dan Yesus bertanya tentang identitas diri-Nya sendiri kepada murid-murid-Nya. Pertama-tama, sejauh murid-murid-Nya sendiri tahu, bagaimana pandangan masyarakat pada umumnya mengenai Yesus. Menurut mereka, Yesus oleh orang banyak atau oleh masyarakat dianggap sebagai bangkitnya tokoh-tokoh seperti Johannes Pemandi, Nabi Elia atau nabi lain. Kemudian Yesus langsung bernyata kepada murid-murid-Nya sendiri: "Menurut kamu, siapakah Aku ini". Petrus atas nama murid-murid-Nya menjawab: "Engkau adalah Mesias dari Allah". Jawaban Petrus, yang kelak akan menjadi Wakil-Nya pertama itu adalah benar. Tetapi Yesus melarang murid-murid-Nya memberitahukannya kepada orang banyak.

     Latar belakang atau alasan larangan Yesus itu ialah, karena pada umumnya gambaran masyarakat tentang Mesias atau Almasih sangat bercorak politik dan duniawi. Diharapkan dan dinantikan kedatangan seorang pemimpin yang mampu menggulingkan penjajahan Romawi dan membangun kerajaan Allah yang baru di Israel. Yesus memang adalah Mesias, namun Mesias yang dimaksudkan Yesus berbeda dengan pengertian masyarakat pada umumnya tentang Mesias.

     Perbedaan gambaran tentang Mesias di antara pandangan masyarakat dan pandangan Yesus diterangkan sendiri oleh Yesus secara singkat namun tegas. Ditegaskan-Nya bahwa Mesias yang benar "harus menanggung banyak penderitaan, dan ditolak oleh tua-tua, oleh para imam kepala dan para ahli Taurat, lalu dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga". Berkali-kali Yesus di beberapa tempat mengatakan, bahwa Ia harus melaksanakan rencana dan kehendak Bapa-Nya. Dan ada tiga tuntutan yang harus dipenuhi oleh Yesus dalam melaksanakan perutusan Bapa-Nya: penderitaan, kematian dan kebangkitan.

     Penderitaan dan kematian yang dimaksudkan Yesus bukan hanya berarti menderita secara fisik, tetapi juga secara rohani, yaitu kesediaan untuk menyangkal diri, atau melupakan kepentingan diri sendiri saja, dan melepaskan gengsi egoismenya. Setiap murid yang mau mengikuti gurunya harus mendengarkan ajarannya dan meniru perbuatannya. Dan konsekuensi penderitaan dan kematian itu oleh Yesus secara paradoksal disebut sebagai suatu keuntungan, bahkan sebagai anugerah keselamatan. "Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, Ia akan menyelamatkannya". Artinya, apabila kita rela menyerahkan hidup kita karena Yesus, kita akan memperoleh hidup kekal. Sebaliknya bila kita berusaha hanya mencari diri kita sendiri, mengumpulkan harta kekayaan saja, kita justru akan kehilangan hidup di dunia yang akan datang.- Yesus telah melaksanakan ketiga tuntutan sebagai Mesias: Ia telah menderita, Ia telah mati, dan akhirnya Ia telah bangkit! Itulah identitas atau jati diri Yesus!

     Identitas kita sebagai orang kristiani sebagai murid Kristus ditandai dengan baptis. Maka resmi sebagai pengikut Kristus, kita harus secara sungguh-sungguh berusaha, agar identitas diri kita sebagai pengikut Kristus harus selalu otentik, sungguh mengungkapkan identitas Yesus Kristus yang murni dan utuh! Kristus adalah Putera Allah, yang datang ke dunia, dan karenanya Ia menyebut diri-Nya juga Anak Manusia. Nah, sama-sama sebagai manusia, Yesus sebagai Mesias menantang murid-murid-Nya, tetapi juga kita umat kristiani dewasa ini, untuk sungguh berani menerima penderitaan dengan iman secara tabah dan sabar. Yesus mengharapkan agar kita semua sabar dan tabah memikul salib hidup kita, apabila kita sungguh mau mengikut Dia. Sebagai murid Yesus dari Nasaret, kita harus siap dan berani menyangkal diri, memikul salib, dan tidak pernah malu mengakui Kristus dalam sikap, kata-kata dan perbuatan dalam hidup sehari-hari, sesuai dengan identitas atau jatidiri kita sebagai orang kristiani sejati. Kita diingatkan oleh Paulus: "Kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman dalam Yesus Kristus. Sebab kamu semua yang dibaptis adalam Kristus telah mengenakan Kristus". Karena itu jangan sampai Kristus, yang telak kita kenakan dalam diri kita, tampak palsu dalam wajah pribadi kita dalam hidup, sikap, kata dan perbuatan kita.

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/