Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XII/B/2015

Ayb 38:1.8-11  2 Kor 5:14-17  Mrk 4:35-41


PENGANTAR
Dalam Injilnya karangannya  Markus hari ini memperkenalkan kepada kita dua sosok manusia: Yesus yang hidup penuh kepercayaan, dan kita manusia pada umumnya, yang belum  memiliki kepercayaan sepenuhnya. Marilah kita dalam perayaan Ekaristi  ini kita berusaha memahami pesan yang disampaikan Yesus dalam Injil Markus ini, agar kita dapat menerima Ekaristi, yaitu Yesus Kristus sendiri sebagai sumber kepercayaan dan kekuatan agar dapat menempuh jalan hidup kita bukan dengan ketakutan, melainkan dengan kepastian dan keberanian.
         
HOMILI
     Dalam Injil hari ini Markus memperkenalkan murid-murisYesus yang sangat ketakutan menghadapi badai Danau Galilea yang hebat. Mereka guncang dan gelisah penuh ketakutan akan tenggelam. Mereka berteriak: Guru, tak pedulikah Engkau kalau kami binasa?Namun sekaligus ditampilkan oleh Markus tokoh Yesus, bukan sebagai orang yang takut, melainkan orang yang percaya dengan teguh kepada perlindungan Allah. Meskipun ada badai yang menimpa perahu, yang nyaris tenggelam, Ia ketika bangun menghardik badai dan berkata kepada ombak: Diam! Tenanglah!Betapa  besar perbedaan  sikap  yang dimiliki antara murid-murid dan  Yesus!

     Apa gerangan yang ingin disampaikan Markus kepada kita sebagai orang yang sungguh percaya? Markus  bukan ingin memperlihatkan kepada kita kemampuan Yesus mengadakan mukjizat, melainkan menegaskan bahwa  kita dalam hidup kita harus memiliki dan menghayati kepercayaan sejati  sebagai  orang beriman. Dalam Injil  itu terlihat betapa sangat menyolok perbedaan sikap Yesus dan sikap murid-murid-Nya. Yesus sungguh pasrah sepenuhnya kepada Allah, karena itu Ia dapat istirahat dengan tenang di tengah badai dan ombak di danau, sedangkan murid-murid-Nya guncang dan gelisah penuh ketakutan akan tenggelam.

     Pesan Injil Markus hari ini ialah agar supaya kita dalam keadaan apapun tetap tenang dalam bahaya. Bukan berarti bahwa kita boleh acuh tak acuh  dan tidak peduli,  melainkan harus berusaha seperti Yesus tetap tenang dan tabah, asal kita sungguh merasa berada sepenuhnya di dalam perlindungan Allah. Dengan demikian Yesus adalah teladan bagi kita sebagai manusia, yang dalam iman menyerahkan diri sepenuhnya kepada perlindungan Allah!

     Ketika dibangunkan Yesus membentak angin: “Diam! Tenanglah!
     Dibalik kata-kata keras Yesus “Diam! Tenanglah! Itu apakah sebenarnya yang ingin disampaikan kepada kita? Angin ribut atau badai itu adalah lambang gelombang keragu-raguan, ketidakpercayaan, ketakutan. Kita sering kurang memahami arti kepercayaan yang sesgungguhnya: aku percaya. Kepercayaan kita hanya berupa sebagai pengetahuan ajaran agama atau isi katekismus. Padahal kepercayaan adalah keyakinan dan kesadaran akan apa yang kuimani dan kuyakini dalam hatiku. Kepercayaan dalam lubuk hati inilah yang harus menjiwai dan mewarnai segenap hidupku! Tetapi  sikap dan penghayatan hidupku sebagai orang yang percaya kepada Yesus, belum sesuai dengan ajaran-Nya, bahkan sering bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh Yesus sendiri. Ini berarti, aku baru tahu ajaran dan teladan yang diberikan Yesus kepadaku, tetapi belum sungguh menyakini kepercayaanku kepada-Nya.

     Pesan yang ingin disampaikan Markus kepada kita hari ini dapat dilihat dari cara dan susunan Markus menulis Injilnya dalam Bab Keempat (Mrk 4). Ajaran Yesus yang mendalam disampaikan dalam bentuk perumpamaan-perumpamaan yang sederhana: tentng seorang penabur, tentang pelita dan ukuran, tentag  benih yang tumbuh, tentang biji sesawi. Tetapi  Injil Markus Bab 4 itu ditutup dengan ceritera ttg angin ribut di danau Galilea diredakan oleh Yesus.

     Jadi Yesus mulai pewartaan-Nya dengan memberi pelajaran dengan perumpaan-perempuan. Ibaratnya Yesus memberikan teori dahulu. Tetapi diperkuat dengan perbuatan atau praktek hidup. Demikianlah Yesus mengajak murid-murid-Nya dan kita untuk menghadapi kenyataan hidup secara nyata dan realistis. Contohnya pergi berlayar di danau atau laut dengan risikonya.    

     Ternyata sungguh percaya kepada Yesus dan mengikut-Nya bukanlah suatu jalan yang mudah dan pendek. Suatu jalan yang panjang, suatu proses iman, pematangan kepercayaan. Hidup kita bila selalu menyenangkan, seolah-olah membuat kita mudah percaya kepada Tuhan. Tetapi bila menghadapi badai atau angin ribut kesulitan, bahkan bencana hidup, kita kerapkali bereaksi dan bersikap takut seperti murid-murid Yesus dalam perahu, yang terombang-ambing oleh badai.

     Marilah kita selalu melihat dan meniru sikap Yesus, sebagai orang yang percaya sepenuhnya kepada perlindungan Allah. Seperti ditegaskan oleh Paulus (Bac.II), kita ini berkat Kristus adalah “ciptaan baru”. Kita seba-gai manusia baru dalam Kristus harus yakin dan percaya

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/