Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA XI/B/2015

Yeh 17:22-24  2Kor 5:6-10  Mrk 4:26-34


PENGANTAR
      Injil karangan Markus hari ini berceritera tentang Yesus, yang berbicara tentang Kerajaan Allah dengan menggunakan perumpamaan tentang benih, yang tumbuh di ladang. Palestina adalah daerah tanah kering, banyak padang pasir dan berbatu-batu, jarang turun hujan, dan panas terik karena matahari. Karena itu Yesus berbicara dengan bahasa kehidupan masyarakat pertanian. Semua orang menantikan kedatangan Kerajaan Allah, sebagai suatu masyarakat di mana segenap penghuninya hidup bersama sebagai saudara dengan kasih, damai dan sejahtera.

HOMILI
      Yesus memperkenalkan Kerajaan Allah, yang diwartakan dan didirikan-Nya, secara sederhana dan sesuai dengan keadaan medan pertanian rakyat. Seorang petani tahu dan melaksanakan apa yang harus dilakukannya untuk menanam tubuh-tumbuhan atau menaburkan benih di ladang. Apa yang ditanam atau benih yang ditaburkan akan bekerja sendiri. Si petani hanya harus menjaga dan merawatnya, sampai akhirnya dapat berbuah dan dimanfaatkan. Tetapi bagaimana terjadinya proses yang berjalan dalam perkembangan tanaman itu, si petani tidak tahu. Ia hanya tahu hasilnya.

      Di zaman Yesus masyarakat Yahudi mengharapkan kedatangan Kerajaan Allah. Tetapi masing-masing orang atau kelompok mempunyai gambaran tentang Kerajaan Allah yang berbeda-beda, menurut caranya masing-masing. Karena Palestina waktu itu dikuasai pemerintahan Romawi, ada kelompok orang yang berkeyakinan, bahwa hanya dengan melawan penjajahan Romawi dengan kekerasanlah Kerajaan Allah akan datang. Ada pula kelompok yang terdiri dari kaum Farisi. Mereka  punya kepastian bahwa Kerajaan Allah hanya akan datang, apabila masyarakat hidup dan berbuat dengan sangat ketat menurut huruf Taurat atau hukum Musa. Dan di samping itu ada pula golongan orang yang hidup menyendiri, meninggalkan keramaian masyarakat dan tinggal di daerah padang gurun, bebas dari kejahatan, karena ingin membangun Israel sejati, sebagai Kerajaan Allah seperti yang dicita-citakan. Mereka semua itu memang sangat menantikan datangnya Kerajaan Allah, tetapi disertai dengan sikap dan hidup fanatik, berlebih-lebihan baik di bidang keagamaan, politik, budaya maupun sosial.

      Adanya corak kelompok-kelompok tersebut menimbulkan perbedaan pandangan dan sikap hidup, yang merupakan hambatan, jurang atau tembok pemisah antar mereka sendiri sebagai warga sesama semasyarakat. Maka terdapatlah  pertentangan, bukan kesatuan dan persaudaraan. Nah, itulah yang total bertentangan dengan ciri khas  Kerajaan Allah yang sesungguhnya.

      Apakah pesan perumpamaan Yesus dalam  Injil Markus hari ini kepada kita?
      Kiranya justru untuk dunia modern dewasa ini, dengan segala kemampuan dan keberhasilan kemajuannya, pesan Injil dalam perumpamaan tentang benih yang tumbuh sangat relevan dan aktual. Kerajaan Allah diwartakan Yesus dan dinantikan umat manusia bukan hanya baru kelak, atau untuk masa depan, melainkan sekarang pun sudah diwujudkan oleh Kristus. Memang sebagai suatu proses yang masih harus terus berjalan menuju kepada kepenuhannya. Kerajaan Allah adalah karya Allah sendiri. Tetapi justru karena Kerajaan itu dibangun untuk kita manusia, maka Allah juga mengikutsertaan kita untuk ikut membangunnya.

      Maka apakah kewajiban dan karya kita yang utama?
      Pertama; Yesus pertama-tama menegaskan, bahwa kita harus sadar bahwa Kerajaan Allah adalah karya Allah. Maka kita harus yakin dan selalu sadar, bahwa Kerajaan Allah itu pasti akan terwujud. Kedua, Yesus mengingatkan kita, bahwa kita harus bersikap, hidup dan berbuat bagaikan tanah, yang siap dan bersedia menerima benih yang ditaburkan Allah ke dalam hati kita. Dan dengan daya yang kita miliki masing-masing itulah, kita mengolah hati kita sebagai tanah, yang mampu mengubah benih-benih itu menjadi tanaman yang berbuah.

      Perumpamaan tentang benih dalam Injil Markus hari ini kita mengingatkan dan menyadarkan kita, bahwa kehidupan , pekerjaaan, kedudukan, masyarakat dan Gereja kita, semuanya itu merupakan Kerajaan Allah, yang hanya dapat berada dan berkembang berkat daya Allah sendiri, bukan hasil karya kita sendiri, betapapun besar dan hebatnya! Allahlah yang berkarya di dalam segalanya, juga di dalam diri kita. Bila kita sungguh yakin dan sadar akan kenyataan ini, maka sikap, hidup dan perbuatan kita akan berubah. Bila demikian akan terjadi perubahan dalam keadaan di dalam keluarga, komunitas, biara, pastoran, Gereja dan masyarakat .

      Sangat berguna bagi kita untuk juga merenungkan perumpamaan tentang biji sesawi, yang sangat kecil tetapi dapat menjadi tanaman yang sangat besar. Perumpamaan ini berlaku juga bagi Yesus Kristus sendiri dan Gereja-Nya.  Yesus memiliki kepercayaan yang sangat mendalam. Ia mewartakan kabar baik, bersikap dan berbuat baik, tetapi banyak orang melawan dan memusuhi Dia, bahkan Ia harus menderita dan mati disalib. Tetapi karena yang dilakukan-Nya adalah karya Allah. Yesus tidak takut, tidak cemas, tidak kecewa. Hasilnya? Seperti biji sesawi yang sangat kecil, bisa menjadi tanaman besar, begitu juga karya keselamatan yang diselenggarakan Yesus, yang mati di salib, akhirnya berkat kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga dan dimuliakan bersama Allah Bapa dan Roh Kudus, menjadi karya Allah yang agung. Gereja yang didirikan Yesus dimulai dengan kelompok kecil di Nasaret dan diselesaikan di Yerusalem, kini tertanam dan berkembang di seluruh dunia. Gereja mengalami perkembangan yang baik, tetapi juga mengalami kesukaran yang berat. Injil hari ini mengingatkan kita: kita tetap yakin dan sadar, bahwa Kerajaan Allah didirikan oleh Allah sendiri. Optimisme!
 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/