Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Minggu Biasa XI /B/2012

Yeh 17:22-24  2 Kor 5:6-10  Mrk 4:26-34

PENGANTAR
          Tiga bacaan dalam Misa kudus hari ini, yaitu Bacaan I (Yeh), Mazmur Tanggapan (Mz 92) dan Injil (Mark), mengajak kita merenungkan hal pertumbuhan atau perkembangan tumbuh-tumbuhan sebagai perumpamaan mengenai perkembangan hidup kita sebagai manusia, tetapi sebagai manusia kristiani. Kiranya bagi kita yang hidup di bumi, dunia, masyarakat yang makin maju, namun sekaligus makin kompleks dan sulit ini, dua perumpamaan sangat sederhana yang dipakai oleh Yesus dalam Injil hari ini, dapat menolong kita untuk merenungkan bagaimana kita dapat berkembang menjadi manusia kristiani sejati yang dewasa.

HOMILI
          Sejak dahulu sampai sekarang banyak orang hidup penuh dengan keinginan untuk menjadi orang besar, makin terkenal, memiliki rumah dan bangunan makin besar dan mewah, bahkan banyak umat merindukan bangunan gereja makin besar, megah dan indah. Diidam-idamkan negara yang makin sejahtera, makin besar, makin kuat. Secara manusiawi hal-hal ini bisa dimengerti. Itulah juga dialami orang-orang di zaman Yesus. Dan ketika Yesus mewartakan Kerajaan Allah, kerajaan itu digambarkan secara manusiawi juga oleh orang-orangYahudi. Tetapi Yesus menerangkan arti Kerajaan Allah yang sedang dibangun itu dengan perumpamaan tentang penabur yang dikaitkan dengan penanaman benih dan pertumbuhannya. Diperlihatkan bahwa si penabur hanya menabur dan menanam, jadi relatif tidak berbuat banyak, tetapi dengan kepastian akan hasilnya. Hanya dikata-kan bahwa benih tnmbuh dan bertunas. Jadi dalam perumpamaan itu mau ditekankan bahwa kekuatan benih itu sendiri untuk bertumbuh dan bertunas dengan sendirinya tanpa campurtangan manusia! Bahkan akhirnya berbuah! Demikianlah Yesus mau menerangkan, bahwa Kerajaan Allah yang diwartakan-Nya bergerak dan berkembang dengan diam-diam namun pasti dan penuh kepastian, sampai nanti hasilnya akan diambil dan ditentukan pada pengadilan/keputusan-Nya terakhir.

          Selanjutnya Yesus menggambarkan Kerajaan Allah sebagai biji sawi yang termasuk jenis biji yang sangat kecil. Yesus ingin menunjukkan, bahwa Kerajaan-Nya akan berkembang, meskipun pada permulaannya memang sangat kecil dan tidak menyolok. Dan buukan sebagai tumbuh-tumbuhan yang tinggi, melainkan rendah namun melebar.

          Demikianlah dari benih-benih yang kecil akan tumbuh Gereja berkat sabda Allah. Masa`panenannya ialah menggambarkan saat pengadilan terakhir. Memang pertumbuhannya lambat, seperti yang dialami Gereja, yang disebabkan oleh aneka hambatan, seperti penganiaan, dan dosa-dosa anggota-anggotanya sendiri. Dibutuhkan kesabaran dan ketabahan hati. Tetapi Yesus menegaskan dan memberi kepastian, bahwa Gereja sebagai gambaran Kerajaan-Nya memang mulai sebagai biji kecil, namun akan tumbuh dan berkembang. Perkembangan itu adalah hasil kekuatan Allah, bukan hasil usaha kita!

          Sebenarnya dengan berbicara tentang perumpamaan mengenai bisi sawi itu, Yesus berbicara tentang iman  kita. Maka pesan Injil hari ini kepada kita ialah, bila kita sungguh memiliki iman yang benar dan hidup, Tuhan akan melaksanakan hal-hal yang besar dalam diri kita. Tetapi apabila kita di manapun dan kapanpun hanya mau mempercayai kekuatan kita sendiri betapapun besarnya, dengan aneka rencana dan program apapun, untuk “mendirikan Kerajaan Allah”, - pastilah kita akan gagal dan kecewa! Kita harus selalu ingat dan sadar, bahwa Tuhan Allahlah yang menabur, Tuhanlah yang menyirami tanaman, dan Tuhanlah yang akan memetik hasilnya! Kita hanyalah abdi-abdi yang melayani kebun tanaman Tuhan.

          Pada Hari Kaum Muda Sedunia di Madrid-Spanyol, 18 Agustus 2011, Paus Benediktus XVI mendapat pertanyaan:”Bagaimana hasil-hasil Hari-Hari Kaum Muda Sedunia dapat dipastikan di masa depan?” Jawaban beliau:
“Allah selalu menabur secara diam-diam. Hasilnya tak akan segara kita lihat dalam statistik! Benih-benih yang ditaburkan Tuhan di tanah Hari Kaum Muda Seduia ini sama dengan yang disebut dalam Injil. Ada yang jatuh di jalan, terinjak-injak dalam hilang; ada yang jatuh di tanah padas dan lenyap; adalah pula yang jatuh di antara duri-duri dan juga mati. Namun ada yang jatuh di tanah subur, tumbuh dan berbuah melimpah”.

          Marilah kita sesuai dengan pesan Injil hari ini meneguhkan iman kita akan Tuhan, yang hadir dan berkarya secara diam-diam namun nyata dalam diri kita masing-masing serta bersama, sehingga sabda-Nya sebagai benih yang ditaburkan dalam hati kita dapat bertumbuh, berkembang dan berbuah sebagai manusia kristiani sejati yang dewasa.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/