Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA VIII/A/2011

Yes 49:14-15 1 Kor 4:1-5 Mat 6:24-34

PENGANTAR

Dalam ketiga bacaan Kitab Suci hari ini digambarkan secara sederhana rencana dan penyelenggaraan Allah untuk umat manusia ciptaan-Nya. Manusia, kita semua, diciptakan menurut citra Allah sendiri. Karena meru-pakan ciptaan-Nya, maka pada dasarnya dunia dan kita penduduknya adalah baik, meskipun belum sempurna. Dunia dan kita penghuninya mempunyai kebaikan dan kesempurnaannya sendiri. Namun tidak di luar tangan Allah, dan masih jauh dari sempurna! Belum selesai! Tetapi dalam perjalanan me-nuju kesempurnaan. Marilah kita berusaha memahami sabda Allah hari ini!

 

HOMILI

Kitab Suci, bila kerapkali kita baca dan kita mendengarkan sabda Allah, ternyata Allah terus menerus memelihara penyelenggaraan dunia dan kita ciptaan-Nya ini terus menerus. Tuhan ternyata sangat peduli akan segala sesuatu, mulai dari hal kecil-kecil seperti burung-burung, sampai hal-hal besar, peristiwa-peristiwa di dalam sejarah dunia kita ini. Kitab Suci ingin menegaskan bahwa Allah tetap berdaulat secara mutlak dan mengatur peredaran segala sesuatu yang terjadi di bumi kita ini. "Allah kita di surga, Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya" (Mzm 115:3). Dan Kristuslah "yang membuka, dan tidak ada yang dapat menutup, dan tidak ada yang dapat membuka" (Why 3:7). Janganlah lupa bahwa "banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi hanya keputusan Tuhanlah yang terlaksana" (Ams 19:21).

Demikian pula bacaan-bacaan dalam Misa Kudus hari ini mengungkapkan pewartaan bahkan perintah Yesus kepada segenap murid-Nya, supaya kita memiliki keyakinan iman kepercayaan kepada kasih Allah kepada kita semua. Dengan perumpamaan atau simbol itu Yesus menghendaki penyerahan diri kita sebagai puteri-puteri-Nya akan penyelenggaraan Bapa kita di surga. Allah begitu peduli akan segenap kebutuhan terkecil pun dari anak-anak-Nya itu. Itulah sebabnya Yesus berkata: "Sebab itu janganlah kamu khawatir dan berkata: Apakah yang kami minum? Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Mat 6:31-33).

Betapa melegakan hati kita, bahwa kita boleh mendengarkan sabda Allah itu. Allah adalah Tuhan yang berdaulat atas keputusan-Nya. Tetapi kita jangan lupa, bahwa untuk melaksanakan kedaulatan dan keputusan-Nya itu, Ia menghendaki dan mempergunakan juga kerjasama seganap makhluk-Nya! Bukan seolah-olah Tuhan lemah atau tidak mampu, melainkan justru karena Ia ingin menunjukkan bukti kebaikan dan kebesaran-Nya yang sejati! Tuhan bukan sekadar memberikan keberadaan atau kehidupan kepada kita makhluk-Nya, melainkan juga mengurniakan martabat kita sebagai manusia sejati, yaitu untuk bertindak sendiri, untuk menjadi pembuat atau pencipta sesuatu di dunia kita ini. Dengan demikian itulah manusia diajak bekerja kerja sama dalam melaksanakan keputusan Allah.

Dalam bacaan-bacaan hari ini kita diingatkan dan diteguhkan keyakinan kita, bahwa Tuhan memberi kemungkinan untuk mengambil bagian dalam penyelenggaraan-Nya memelihara dunia dan kita sebagai penduduknya ini. Tetapi kita juga diingatkan akan tanggungjawab kita semua, baik kita masing-masing maupun juga bersama-sama, untuk selalu tahu dan bersedia berbuat dan bertindak bersama-sama dengan bimbingan Tuhan selalu. Kita diajak selalu untuk secara bersama-sama memperhatikan kehendak dan rencana Allah, seperti diteladani oleh Yesus sendiri, dalam doa, kata-kata, perbuatan, bahkan dalam penderitaan-Nya. Tuhan akan melihat dan menilai hidup kita dalam kerjasama kita dengan Kristus. Itulah yang dikatakan dalam suratnya kepada umat di Korintus yang dibacakan hari ini: "Yang menghakimi aku ialah Tuhan. Karena itu, janganlah meng-hakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Dialah yang akan menerangi juga apa yang direncanakan dalam hati. Pada saat itulah tiap-tiap orang akan menerima pujian Allah" (1 Kor 4:5).

Marilah kita selalu ingat dan sadar akan kenyataan iman kita, yaitu bahwa Allah selalu bekerja dalam setiap perbuatan kita sebagai makhluk-Nya. Allah selalu merupakan pelaksana pertama, tetapi dengan menggunakan kita sebagai pelaksana kedua. Itu hanya mungkin apabila apa yang kita lakukan adalah baik dan selalu dengan bantuan rahmat Allah. Amin.

Jakarta, 26 Februari 2011

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

 

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/