Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA II/B/2015

Sam 3:3b-10.19  1 Kor 6:13c-15a.17-20  Yoh 1:35-42


PENGANTAR

    Injil Yohanes yang akan disampaikan kepada kita hari ini memberi gambaran kepada kita, bagaimana Yesus membentuk atau mengadakan “formasi” dasar untuk kelompok murid-murid-Nya, yang akan dijadikan calon-calon  untuk membentuk keduabelas rasul-Nya. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh murid-murid-Nya itu berlaku juga untuk semua orang yang ingin menjadi murid-murid-Nya, yang  sekarang ini merupakan persekutuan kristiani yang disebut Gereja.

HOMILI

    Yohanes Pemandi waktu itu berada di tepi sungai Yordan, di mana ia membaptis orang-orang yang datang kepadanya. Ia bersama dengan dua muridnya. Ketika melihat Yesus lewat di sana, Yohanes berseru “Lihatlah Anak Domba Allah!. Mendengar seruan itu kedua muridnya itu pergi meninggalkan Yohanes dan mengikutiYesus. Dan ketika melihat kedua murid Yohanes itu mengikuti-Nya, Yesus  menoleh dan bertanya kepada mereka itu: “Apakah yang kamu cari?”  Jawaban mereka sangat mengejutkan: “Rabi (Guru), Engkau tinggal di mana?”. Yesus menyahut: “Marilah, dan kamu akan melihatnya”. Maka mereka pergi bersama Yesus dan tiba di kediaman-Nya, lalu mereka tinggal hari itu bersama Dia. Peristiwa yang terjadi itu adalah suatu saat yang sangat menentukan bagi kehidupan kedua murid tersebut selanjutnya. Mereka ingat pada jam berapa peristiwa itu berlangsung, yaitu sekitar jam empat sore. Menyediakan waktu untuk bertemu, lalu dekat dan berada dengan Yesus ternyata mutlak sangat perlu untuk mengenal Dia dan sungguh memahami dan melaksanakan apa yang Ia kehendaki dari murid-murid-Nya. Hanya mengetahui bahwa Yesus ada, tetapi tidak mengenal dan mendengarkan sabda-Nya dan melaksanakannya, itu  berati tidak mengenal Yesus.

    Dalam bacaan kedua Paulus menunjukkan suatu syarat khusus yang harus merupakan ciri khas murid Kristus, yakni kemurnian. Di antara syarat-syarat lainnya, Paulus berkata: Saudara-saudara, tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh…. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu”. Apa yang dikatakan Paulus itu sekarang pun tetap aktual dan relevan, terutama di golongan kaum muda yang kini hidup di zaman, yang makin memungkinkan pelaksanaan aneka keinginan, terutama keinginan daging atau tubuh.  Untuk menjadi murid Kristus atau untuk hidup sebagai orang kristiani secara sungguh-sungguh bagi kita dewasa ini memang tidak mudah.

    Sebenarnya hal kemurnian yang dimaksudkan Paulus sangat mendalam. Menurut pandangannya orang yang memiliki kemurnian ialah orang yang sungguh memiliki kasih yang sungguh-sungguh  dan murni. Kemurnian seksual seseorang kepada sesamanya menjadi tidak murni, apabila orang yang dihadapinya dilihatnya hanya sebagai obyek, sasaran, menjadi “sesuatu” hanya untuk memenuhi keinginannya. Ada pelbagai faktor yang dapat  mendorong orang untuk berbuat melawan kemurnian tersebut: dorongan kekayaan, sifat konsumtif, egoisme yang kuat dan banyak sebab lainnya. Bahkan ada orang yang berpendapat, bahwa hal itu tidak merugikan orang lain atau melanggar hak kebebasannya, sebab orang lain yang bersangkutan juga menyetujuinya. Mereka berpendapat, bahwa hanya apabila apa yang dilakukannya itu berupa suatu perkosaan, barulah orang melanggar hak orang lain.

    Kita bertanya: Apakah hubungan antara ceritera Injil tentang dua murid Yohanes Pemandi yang mengikuti Yesus dan surat Paulus kepada umat di Korintus tentang kemurnian? Baik Injil Yohanes maupun surat Paulus yang kita dengar hari ini menyatakan, bahwa kemurnian merupakan suatu syarat hakiki atau fundamental untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati. Memang sebagai contoh, Paulus sesuai dengan  keadaan zamannya di Korintus, berbicara tentang kemurnian di bidang seksualitas.Itu hanya contoh. Tetapi dalam surat-surat lain ia juga berbicara tentang kemurnian di bidang-bidang kehidupan manusia lainnya.

    Nah, dalam Injil hari ini Yohanes menunjukkan kepada kita, bahwa Yesus menghendaki agar siapapun,  yang ingin mengikuti Dia, harus sungguh murni atau benar kehendak dan tujuannya. Maka ia harus sungguh mau bertemu dan dekat dengan Dia, agar  sungguh mengenal Dia. Mengenal Yesus berarti mengasihi Dia. Tetapi mengasihi Dia dengan sungguh-sungguh berarti  senantiasa bersedia melaksanakan kehendak-Nya. Yesus sungguh mengenal Petrus yang jujur dan sekaligus kekurangannya. Contohnya, Petrus bahkan pernah menyangkal dirinya sebagai pengikut Yesus. Tetapi meskipun ada kelemahannya Petrus adalah orang yang murni dan jujur hatinya. Dan dengan mengetahui kemurnian hatinya itulah Yesus berkata kepadanya: Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya:Petrus). Dengan kata lain: Engkau kokoh bagaikan batu karang!

    Paus Fransiskus yang kini sebagai Wakil Kristus menggembalai Gereja, sebagai persekutuan umat pengikut Kristus, sangat menyolok mempunyai corak dan arah pastoral yang tepat bagi zaman kita. Dunia kita sekarang ini memang maju, ingin dan mengutamakan kemajuan dan keagungan manusia. Politik, ekonomi, penggunaan kekuasaan yang tidak murni, tidak adil, tidak jujur merupakan ciri-ciri khas yang sedang berlangsung di zaman modern ini. Paus Fransiskus sebagai pemimpin Gereja untuk zaman kita ini memberi teladan tampil dan bertindak seperti Yesus sendiri: sederhana, peka terhadap keadaan, terutama di mana banyak orang berkekurangan. Paus Fransiskus adalah sungguh murid atau pengikut Yesus yang murni sejati hatinya. Marilah kita semua berikhtiar memiliki hati kristiani yang sungguh murni menurut teladan Paus Fransiskus.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/