Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU ADVEN IV/A/2016

Yes 7:10-14 Rom 1:1-7 Mat 1:18-24

PENGANTAR
     Menjelang kedatangan Yesus sebagai Penyelamat umat manusia, pada Hari Minggu Adven IV ini, Injil Matius memberitakan, bahwa Yesus akan lahir dari Maria, tunangan Yusuf, dari keturunan Daud. Untuk persiapan Natal terakhir ini marilah kita dalam perayaan Ekaristi ini merenungkan pribadi St.Yusuf bagi kita sekalian.

HOMILI
    Walaupun sangat singkat, namun berita yang kita terima dari Injil Matius hari ini mengandung makna rohani, yang sangat mendalam bagi hidup kita sebagai umat kristiani. Yusuf menghadapi suatu kenyataan, bahwa Maria sebagai tunangan, sebelum menikah, telah mengandung. Hanya berkat wahyu Allah, Yusuf sebagai manusia dan secara jantan dapat menerima fakta nyata yang dihadapinya tersebut. Yusuf dapat menerima kenyataan, bahwa Maria telah mengandung namun tetap perawan berkat kekuatan Roh Kudus. Karena itu ia berpikir meninggalkan Maria. Namun akhirnya berkat kepekaannya terhadap kehendak Allah, Yusuf dapat mengatasi masalah sangat berat yang dihadapinya. Karena "perintah dari Atas" Yusuf bersedia tetap menerima Maria. Dan dengan menerima Maria Ia juga menerima anak, yang dikandung dan akan dilahirkannya dan mengakui sebagai anaknya. Yusuf menerima Yesus sebagai anaknya lewat adopsi. Tetapi suatu adopsi menurut nubuat para nabi, yang meramalkan bahwa Penyelamat akan datang keturunan Daud, dan Yusuf adalah keturunan Daud! Untuk mempersiapkan diri menjelang Natal, marilah kita mengenal pribadi St. Yusuf.

    Yusuf adalah seorang pribadi yang tulus hati dan jujur! Bagi orang Yahudi pertunangan merupakan bagian pertama proses menuju perkawinan, di mana laki-laki dan perempuan saling menjadi suami isteri. Tidak setia pada masa pertunangan dianggap sebagai suatu perzinahan. Karena itu Matius menulis: "Karena Yusuf "suaminya" adalah seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama "isterinya" di muka umum, ia bermasud menceraikannya dengan diam-diam (Mat 1:19)".

    Dengan latar belakang ini kita harus melihat, memahami dan menghormati peranan pribadi St.Yusuf dalam rangka Adven menyongsong Natal secara lebih utuh dan mendalam. Di samping Maria, Yusuf adalah teladan bagi kita semua, yang segenap sikap dasar hidupnya berlandasan pada kehendak Allah. Kepentingan Allah harus dilihat dan dilaksanakan secara mutlak. Dan karena Allah mengasihi manusia, kepentingan sesama manusia pun sebagai konsekuensinya harus diperhatikan dan dihayati.

    Yusuf adalah teladan orang yang tulus! Sebagai orang muda, meskipun hanya bekerja sebagai tukang kayu, ia telah berperan sebagai seorang bapak untuk menyertai kehidupan Yesus menjadi dewasa. Tidak banyak ditulis dalam Kitab Suci. Dalam kehidupan Gereja pun tidak banyak perhatian umat tertuju kepada teladan St. Yusuf. Padahal dalam kenyataannya, betapa penting peranan hidupnya untuk Keluarga Kudus di Nasaret. selama Maria dan Yusuf hidup bersama di Nasaret selama Maria masih mengandung; persiapan perjalanan mereka berdua dari Nasaret ke Yerusalem dan Betlehem, peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem dan pengalaman pengungsiannya ke Mesir untuk menyelamatkan Yesus dari pembunuhan oleh Herodes, diikuti perjalanan kembali ke Nasaret, di mana ia hadir bersama Maria dan Yesus sebagai Keluarga Kudus.

    Justru dalam kesederhanannya, dalam kenyatan bahwa ia tidak banyak dikenal dan tidak mendapat perhatian luarbiasa, justru di situlah terletak kebesaran St. Yusuf. Maka sangat berguna bagi kita, di dalam rangka persiapan masa Adven ini untuk merayakan Natal, untuk berusaha menghayati hidup kita sebagai umat beriman kristiani sejati dengan dijiwai dengan ketulusan dan kejujuran St. Yusuf.

    Imanuel, "Allah bersama dengan kita", merupakan kerinduan hati kita yang paling dalam. Itulah kerinduan setiap orang. Juga termasuk kerinduan Maria dan Yusuf! Kedua pribadi itu telah dipilih Tuhan untuk menyelenggarakan kedatangan Imanuel itu. Keduanya bekerja sama, sesuai dengan tugas masing-masing, yang diberikan

    Untuk merayakan Hari Raya Natal kita diingatkan akan tiga pribadi : Yesus, Maria dan Yusuf. Yesus adalah Allah dan manusia. Maria adalah manusia seperti kita namun tak bernoda. Yusuf adalah manusia juga seperti kita juga, namun sebagai sosok yang sederhana, tulus hati dan jujur. Ketiganya mempunyai kesamaan dalam kebesaran dan keagungan mereka sebagai manusia, masing-masing hidup, bersikap dan berbuat untuk melayani, bukan untuk supaya dilayani.

    Pada awal Injilnya Matius menulis: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel (Mat 1:23)". Dan pada akhir atau penutup Injilnya Matius menulis lagi: "Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Mat 28:20)".

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/