Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU ADVEN II/B/2011

Yes 40:1-5.9-11  2 Pt 3:8-14  Mrk 1:1-8

PENGANTAR

          Dalam Minggu Adven II ini tampillah dalam Injil menurut Markus tokoh nabi yang disebut Yohanes Pembaptis sebagai model sikap dasar hidup bagi kita. Yohanes P. tidak berbicara berbelit-belit, melainkan terus terang, “to the point”. Ia langsung menyampaikan kepada kita apa yang dianggap bagi hidup yang sungguh baik. Ia adalah pewarta pertobatan yang dipercayai orang, sebab ia meneruskan sabda Allah, yang didengarkan dan dihayatinya sendiri di padang gurun tempat hidupnya. Marilah kita mengenal tokoh model pribadi orang, yang jujur, jernih dan terbuka hidupnya terhadap sabda Allah, dan meneruskannya kepada sesama.

HOMILI
          Yohanes Pembaptis menerima dan mendengarkan sabda Allah Penye-lamat di padang gurun. Karena itu ia mampu mewartakan pesannya secara efektif, sebab pewartaan dan hidupnya adalah satu, tidak berbeda. Bukankah hambatan yang menghalangi hidup kita ialah perbedaan atau ketidakcocokan antara suara hati dan perbuatan/hidup kita? Perten-tangan ajaran iman dan pelaksanaan hidup. Bukankah kita alami sendiri, bahwa kerapkali kata-kata kita, pikiran-pikiran dan perbuatan-perbuatan kita tidak sama, bahkan sering bertentangan!? Nah, para Nabi, termasuk Yohanes Pemandi, memberi pelajaran kepada kita untuk menghindari bahkan menghilangkan  segala bentuk kerangkapan palsu, yaitu sikap dan perbuatan bermuka dua. Hati dalam diri  kita yang tidak tampak, tidak sama dengan apa yang kita lakukan secara tampak. Perlakuan kita bukan mencerminkan secara benar suara hati kita!

          Di situlah pula terletak makna gambaran dan pengertian biblis/ alkitabiah tentang padang gurun. Padang gurun dalam Kitab Suci dipakai sebagai tempat di mana kita dapat menerima dan mendengarkan dengan lebih jelas suara Allah, untuk menemukan jalan-jalan baru dalam hidup kita. Memang “padang gurun” dapat memiliki dua arti yang berlainan, namun berkaitan satu sama lain. Sepintas lalu memberi kesan sebagai tanah liar, belantara, tak berpenduduk, panas dan serba kering. Tetapi bagi pengertian Ibrani/Yahudi padang gurun juga bermakna sebagai tempat suci, di mana sabda Allah tidak terhalangi oleh apapun, dapat didengarkan dan dihayati sepenuhnya. Dengan demikian kita dapat pergi padang gurun untuk mendengarkan sabda Allah secara bebas dan murni. Dalam padang gurun para nabi dapat merasa bersama dengan Allah, dapat merasa mampu memahami kehendak-Nya, dapat merasakan kebaikan namun juga keprihatinan-Nya, juga kekecewaan namun juga selalu kasih dan belaskasihan-Nya kepada segenap umat-Nya. Inilah keterbukaan padang gurun!
         
Yohanes Pembaptis adalah Nabi Adven. Ia digambarkan sebagai nabi yang mewartakan dan mempersiapkan kedatangan Tokoh yang diharapkan: Yesus Kristus  untuk  orang-orang  sezamannya. Kita terpanggil juga untuk memainkan peranan Yohanes Pembaptis untuk zaman kita sekarang ini. Apa artinya? Artinya hidup, sikap dan perbuatan kita harus merupakan kesaksian,  seperti dihayati oleh Yohanes Pembaptis dalam hidupnya. Ia mewartakan adanya pengampunan dan keselamatan, yang bukan dilaksanakan olehnya sendiri, melainkan oleh Mesias. Kita dapat berbuat seperti Yohanes Pembaptis, yaitu mewartakan adanya pengampunan dan keselamatan oleh Yesus Kristus. Tetapi keselamatan membutuhkan persiapan. Nah, pewartaan dan persiapan untuk diselamatkan oleh Yesus itu dapat kita lakukan dengan hidup menurut sabda Allah.Artinya bersedia “hidup di padang gurun”, yaiktu  sungguh mau dan bersedia mendengarkan sabda Allah secara sungguh-sungguh. Secara konkret kita hidup menurut ajaran Yesus seperti diajarkan dalam Gereja Katolik. Hidup kita secara kristiani yang utuh, di mana suara hati dan perbuatan kita adalah satu dan sama, bukan berlainan bahkan bertentangan, - itulah pewartaan dan kesaksian pertobatan, pengampunan, persiapan untuk keselamatan, yang akan diberikan oleh Yesus Kristus, sebagai Mesias, Penyelamat kita.

Yohanes Pembaptis menegaskan: Aku bukan Mesias. “Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak!”. Tetapi ia diutus untuk menyiapkan kedatangan-Nya. Kita pun diutus di padang gurun ikut menyiapkan kedatangan Yesus Mesias kepada semua orang. Bukan di padang gurun di Palestina atau di wilayah Sinai yang luas. Tetapi di padang gurun kecil, yaitu di tengah kesibukan hidup dan pekerjaan kita sehari-hari. Marilah di tengah kehidupan sehari-hari itu kita tetap mendengarkan Allah yang bersabda kepada kita, menunjukkan arah perjalanan hidup kita, dan membimbing kita mendekati hati Yesus, yang kedatangan-Nya sangat kita rindukan. Amin. 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/