Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU ADVEN I/CII/2015

Yer 3:14-16 Tes 3:12-4:2 Luk 21:25-28. 34-36

PENGANTAR
Selama satu tahun kita dalam ibadat liturgi, dengan bimbingan Kitab Suci telah diberi kesempatan untuk menghayati hidup kita sebagai umat kristiani sesuai dengan kehendak Tuhan. Hari ini kita memasuki lagi masa adven, yang merupakan masa penantian dan harapan. Kita bertanya kepada diri kita masing-masing, apakah yang kita harapkan dalam hidup kita sudah tercapai? Tetapi apakah sebenarnya tujuan hidup kita? Injil Lukas hari ini menolong kita untuk bertanya: Kita itu sebenarnya siapa? Berasal dari mana? Dan mau hidup menuju ke mana? Akhirnya, sebenarnya kita harus bertanya: kita harus berbuat apa?

HOMILI
Nabi Yeremias memberi kepastian, bahwa Tuhan selalu memenuhi janji-Nya kepada umat-Nya. Bila Almasih datang, damai dan ketenteraman itu akan menjadi kenyataan. Injil Lukas mewartakan kepada kita, bahwa Almasih telah datang dalam diri Yesus Kristus. Pada akhir hidup kita masing-masing Ia datang kembali. Dan kelak pada akhir zaman akan datang kembali bagi semua orang. Kedatangan-Nya kelak itu dilukiskan-Nya dengan bahasa kiasan, sebagai peristiwa bencana alam. “Akan tampak tanda-tanda pada matahari, pada bukan dan bintang dan pada bumi. Bangsa-bangsa di bumi akan ketakutan dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena cemas berhubung dengan segala sesuatu yang menimpa bumi ini, Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemulian-Nya”.

Isi pewartaan yang ingin disampaikan kepada kita dalam Injil itu sebenarnya merupakan kabar gembira tentang harapan. Kita ini diyakinkan, bahwa kita diciptakan Tuhan bukan tanpa tujuan, melainkan untuk bertemu dengan Dia, yang telah menciptakan kita menurut citra-Nya sendiri. Ia menciptakan kita karena kasih-Nya, dan kasihNya kepada kita itu jauh lebih kuat dan hangat daripada kasih bapak dan ibu kita sendiri! Namun dari segi lain harus kita akui, bahwa menurut pandangan kita sebagai orang beriman kristiani, perjalanan sejarah hidup umat manusia adalah suatu masa penantian yang panjang dan lama. Sebelum Kristus datang, kedatangan-Nya sangat dinanti-nantikan. Tetapi sesudah Ia datang, kita belum selalu merasakan kehadiran dan persatuan kita dengan Dia dalam hidup kita. Kita masih harus menantikan kedatangan-Nya kembali pada akhir zaman. Nah, dengan latar belakang inilah, makna masa Adven sangat perlu kita perhatikan dan perdalam, agar dalam masa adven kita sungguh tahu apa pesan Tuhan tentang tujuan hidup kita sebagai orang kristiani.

Hidup kita pada hakikatnya adalah suatu masa penantian. Ibaratnya, seperti seorang wanita yang sedang mengandung, adalah seseorang yang menantikan kelahiran anaknya. Di satu pihak kita bisa tidak sabar, karena harus menunggu lama, karena apa yang kita harapkan belum juga datang. Namun di lain pihak kita sungguh merugikan diri kita sendiri, apabila kita tidak menantikan sesuatu apapun bagi diri kita! Orang yang tidak menantikan apapun dalam hidupnya, ia ibaratnya seperti orang yang sudah mati! Mengapa? Karena hidup adalah suatu penantian, suatu harapan. Tetapi sebaliknya, justru karena ada penantian, itu adalah suatu tanda masih adanya kehidupan!

Kita mengharapkan kedatangan Seseorang yang sudah datang, dan Ia selalu menyertai dan mendampingi kita. Dalam Minggu Adven I ini kita semua menantikan kedatangan kembali Kristus. Dan pada Hari-Hari Minggu yang akan datang Yohanes Pembaptis antara lain akan berkata: “Di tengah-tengahmu ada seseorang yang tidak kamu kenal!” Yesus sudah hadir di antara kita bukan hanya dalam sabda Ia hadir di dalam Ekaristi, di dalam gereja, di dalam diri sesama kita, khususnya di antara kaum miskin. Tetapi berkat rahmat-Nya Ia juga hadir dan hidup di dalam hati kita masing-masing. Sadarkah kita akan kehadiran-Nya dalam diri kita ini sebagai orang kristiani sejati? Bagi kita sebagai orang beriman, masa Adven bukanlah waktu yang kosong, bukan sekadar membiarkan masa itu lewat tanpa arti. Dalam Injil hari ini Yesus menerangkan bagaimana kita harus mengisi waktu penantian kita sekarang ini: “Jagalah dirimu jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi. Berjaga-jagalah senantiasa!”

Sebagai Penebus Yesus telah datang duapuluh abad yang lalu. Kita menan-tikan kedatangan-Nya yang kedua, khususnya kedatangan-Nya bagi kita masing-masing. Apa yang harus kita lakukan dalam mempersiapkan diri untuk kedatangan-Nya itu? Dalam suratnya yang pertama kepada umat di Tesalonika Paulus memberi nasihat tentang apa, yang harus mereka lakukan untuk menyambut kedatangan kembali Yesus itu, yang baginya sekitar 20 tahun yang lalu telah mati namun bangkit kembali sebagai Penebus. Yesus akan datang kembali, karena itu mereka harus sungguh mempersiapkan diri.

Paulus minta dua dari umat di Tesalonika: 1. Supaya mereka “bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain”. 2. “Supaya tak bercatat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita”. Jadi Paulus minta juga kepada kita, agar supaya kita sungguh kudus untuk menyambut kedatangan Yesus sebagai Penebus. Dan kekudusan kita itu hanya dapat kita buktikan dan dapat berhasil, apabila kita dengan saling memperhatikan dan saling mengasihi. Inilah persiapan diri kita yang harus kita selenggarakan dalam masa Adven untuk menyambut kedatangan Yesus Kristus dalam diri kita. Apa yang kita harapkan hanya akan kita miliki dan kita rasakan, apabila kita sungguh mengasihi sesama kita.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/