Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU ADVEN I/A/2016

Yes 2:1-5 Rom 13:11-14a Mat 24:37-44

PENGANTAR
    Hari Minggu yang lalu kita merayakan Hari Raya Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam sebagai penutup Tahun Liturgi C dan Tahun Yubileum Kerahiman Allah. Hari Minggu sekarang ini adalah awal Liturgi A, yang kita masuki dengan Minggu Adven dengan pesan Nabi Yesaya, Rasul Paulus dan sabda Yesus sendiri tentang kedatangan-Nya. Yesus berseru: "Hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga" (Mat 24:44).

HOMILI
    Kita sekarang ini memasuki masa Adven, yang berarti menantikan kedatangan Penyelamat kita, yang dalam tahun liturgi akan kita rayakan pada Hari Raya Natal. Penyelamat yang kita nantikan sudah datang. Selama setahun kita secara jelas oleh Paus Fransiskus telah diajak memahami dan menghayati Tahun Kerahiman. Kita telah diingatkan bahwa Yesus sebagai utusan Allah telah datang sebagai manusia dengan menunjukkan wajah kerahiman Allah. Seluruh karya penyelamatan yang dilaksanakan Yesus adalah karya kerahiman di segenap bidang kehidupan manusia.

    Kedatangan (adventus) Penyelamat, yang diwartakan dalam bacaan-bacaan Kitab Suci, baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dapat ditujukan kepada kita sebagai berita tentang kelahiran Yesus di Betlehem, yang akan kita rayakan pada Hari Raya Natal. Namun yang lebih penting lagi ialah mengingatkan kita akan kedatangan keselamatan kita pada akhir hidup kita masing-masing di dunia sekarang ini.

    Kita perlu ingat, bahwa hidup kita sekarang adalah terbatas atau sementara, sebagai persiapan hidup di kemudian hari yang akan bersfat kekal di hadapan Tuhan. Akhir setiap perbuatan dalam hidup kita, akan selalu ditentukan nilainya dengan nilai kesungguhan dan kemurnian cara dan mutu pelaksanaan penghayatan hidup kita.

    Guna menangkap makna Adven dan Natal yang murni, kita harus memiliki suatu kehendak, niat dan kemurnian hati yang jernih. Hati kita harus benar-benar tertuju kepada apa yang baik, yaitu sesuai dengan kehendak Allah. Jangan seperti orang-orang Yahudi yang pergi ke Yerusalem sebagai Kota Keselamatan untuk diselamatkan. Sebab mereka tidak tahu bahwa Yesus sebagai Penyelamat dilahirkan di di Betlehem, di luar Yerusalem.

    Kita sendiri secara sadar atau secara tidak sadar berpikir, bahwa keselamatan kita pertama-tama harus dilakukan dengan perhitungan, secara rasional memikirkan keadaan ekonomi dan kemakmuran, agar supaya makin meningkat. Bahkan secara tampak praksis dan kegiatan keagamaan atau gerakan kesalehan diselenggarakan secara lebih menyolok dan meriah. Malahan mereka yang mampu diperkuat dengan perjalanan ke luar negeri untuk berziarah. Namun seringkali semua itu lebih atas dasar perhitungan duniawi dan materialistis, bukan berdasarkan ketajaman dan kepekaan terhadap nilai dan makna iman dan pesan Kitab Suci.

    Di bumi kita terjadi aneka bencana alam, yang bisa diketahui tetapi juga dapat disebabkan oleh manusia sendiri! Ada bencana alam, seperti banjir, tanah langsar, gunung meletus, bencana perang dan permusahan, bencana ekonomi seperti masalah Bank Century yang lalu, masalah Bank Amnesty, dan sekarang ini masalah penistaan agama. Di tengah begitu masalah yang kita hadapi, kedatangan Natal yakni kelahiran Yesus sebagai Penyelamat kita ketahui lewat iman. Tetapi dalam iman itu kita diingatkan akan seruan Yesus kepada murid-murid-Nya: "Waktu kedatangan Anak Manusia tidak dapat kamu duga". Inilah kiranya makna Masa Adven yang harus kita miliki menjelang Perayaan Natal yang akan datang. Yakni bahwa kita harus mempersiapkan diri untuk menyambut Yesus sebagai Penyelamat, yaitu apabila Ia akan datang memanggil kita masing-masing, yang tidak kita ketahui saatnya.

    Karena itu selama Masa Adven ini kita bukan hanya terutama memikirkan kebutuhan kesalamatan jasmani dan materiil belaka, melainkan juga bahkan terutama keselamatan rohani dan non-metariil. Semoga apa yang selama Tahun Yubileum Kerahiman Allah, yang telah ditutup dengan Perayaan Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam, telah dapat ikut mengubah wajah kita menjadi wajah kerahiman kasih Allah terhadap sesama kita, khususnya kaum berkurangan.

    Hanya dengan demikianlah kita dapat dijauhkan dari rasa takut dan khawatir, namun terutama agar kita dapat dibebaskan dari kelekatan dan ketergantungan dari harta benda belaka. Ternyata Allah Bapa penuh kasih menyiapkan kelahiran Putera-Nya, yang diutus-Nya di Betlehem, di luar kota, bukan di kota Yerusalem. Tetapi akhirnya Ia membiarkan Putera-Nya melaksanakan perutusan penyelamatan-Nya di Yerusalem.

    Marilah kita semua berusaha menghayati Masa Adven dan Perayaan Natal secara benar dan bermakna, yaitu dengan bergaul dan berbuat dengan sesama dengan menunjukkan wajah kerahiman Yesus yang aseli. Marilah kita masing-masing selama masa persiapan kedatangan Penyelamat kita ini dengan mengadakan usaha mawas diri. Perlihatkanlah wajah kita kepada sesama dengan wajah kerahiman Kristus yang asli di dalam keluarga, komunitas, lingkungan hidup dan karya kita masing-masing. Kita bertanya kepada diri kita sendiri. Di manakah kelemahanku? Bagaimana pandangan dan penilaianku terhadap sesamaku? Bagaimana keselamatan yang kuharapkan dari Yesus? Maukah aku dilahirkan kembali bukan di Yerusalem sesuai dengan keinginanku, tetapi seperti Yesus sendiri yang dilahirkan "di luar kota", agar dapat diselamatkan oleh Yesus?

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/