Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU PASKAH VI/C/2019

Kis 15:1-2.22-29; Why 21:10-14.22-23; Yoh 14:23-29;

PENGANTAR
    Dalam masa Paskah kita bersukacita merayakan Yesus yang telah bangkit. Dalam Injil Yohanes Yesus berkata : "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu" (14:27). Agar damai sejahtera yang diberikan Yesus itu dapat kita terima serta sungguh menggembirakan, marilah kita mendengarkan sabda-Nya dan menerima tubuh dan darah-Nya dalam perayaan Ekaristi ini.

HOMILI
    Damai sejahtera yang diberikan Kristus, yang dalam Gereja disebut "Pax Christi", seperti dimaksudkan dalam Injil Yohanes, bukanlah sekadar damai lahiriah yang tampak. Misalnya tidak ada perang, tidak terjadi banyak pertentangan dan konflik dengan kekerasan, atau perlawanan pendapat dan sikap yang tegang. Juga dalam Injil Matius Yesus berkata : "Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah" (Mat 5:9).

    Damai Kristus yang disebut dalam Injil hari ini adalah damai dalam batin (dalam hati atau rohani) dalam diri kita sebagai manusia, baik dengan diri kita sendiri maupun dengan Tuhan Allah. Yesus menegaskan: "Jangan gelisah dan gentar hatimu!" Inilah damai yang sebenarnya! Bila damai ini tidak kita miliki, tiada damai sejati apapun dapat kita miliki. Betapa banyaknya pun air yang tertampung dalam sebuah danau, air itu bukanlah air murni dan bersih, apabila danau itu sendiri penuh lumpur dan penuh aneka buangan kotoran. Begitu juga kota metropolitan Jakarta dengan segenap kebanggaan dan kemegahannya, tidak akan merupakan kota damai dan tenteram, apabila jutaan penduduknya hidup dengan hati yang tidak tenang dan penuh ketegangan.

    Damai sejahtera yang dimaksudkan Yesus dalam bahasa asli ibrani adalah "syalom". Orang Yahudi saling memberi salam "syalom". Dan Yesus sendiri ketika bertemu dengan murid-murid-Nya pada malam Paskah menyapa mereka dengan ucapan syalom. Dan Ia memberi nasehat kepada murid-murid-Nya : "Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini" (Luk 10:5-6).

    Dengan demikian secara alkitabiah, syalom atau damai sejahtera bukan sekadar berarti tidak ada perang atau malapetaka yang besar. Damai atau syalom menunjukkan secara positif adanya ketenangan, kejujuran, kesejahteraan, kepastian, persaudaraan, kegembiraan. Paulus juga berkata: "Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Flp 4:7). Dan juga : "Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kamu sekalian! Amin" (Rom 15:32). Paulus mau menerangkan bahwa Allah bukan hanya memberikan damai pada umumnya, melainkan damai sejahtera sejati. Damai sejahtera yang kita rindukan memang tidak mungkin kita peroleh dan kita miliki di luar hubungan kita dengan Allah! Allah menghendaki supaya kita sungguh hidup dalam damai, Namun damai itu hanya mungkin kita miliki, apabila kita sungguh melakukan kehendak-Nya.

    Yesus dalam kata dan perbuatan-Nya ingin menegaskan kepada kita, bahwa Ia menolak dan melawan apapun yang bertentangan dengan damai, seperti ketakutan, kecemasan, kekhawatiran : "Jangan gelisah dan gentar hatimu!". Memang bisa dimengerti bahwa biasanya orang berreaksi : "Memang, hal itu mudah dikatakan, namun sulit dilakukan juga!" Bagaimana kita dapat menenteramkan hati menghadapi kegelisahan dan kegentaran hati, yang meliputi hidup kita yang suram? Dan juga pembawaan sifat, karakter, watak orang masing-masing dapat memperbesar lagi kegelisahan itu.

    Injil tidak segera menjanjikan menyelesaikan dan menghilangkan masalah-masalah itu. Sampai tahap tertentu masalah-masalah itu memang termasuk kondisi dan situasi hidup manusia. Injil menunjukkan jalan yang bisa kita tempuh. Injil hari ini, yang diambil dari Johanes Bab 14 dimulai dengan kata-kata Yesus ini : "Janganlah gelisah hatimu. Percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku" (14:1). Sungguh percaya kepada Allah melalui Yesus Kristus, itulah obat/jamu yang mampu menyembuhkan kegelisahan hidup apapun bentuknya.

    Sekarang ini kita hidup di dunia dan dalam masyarakat yang memang berkembang dan makin maju. Namun makin bertambah juga tantangan dan masalah, kegelisahan dan ketidakpastian yang kita hadapi. Tetapi ada pula kata-kata Yesus yang harus selalu menjadi pegangan pasti untuk hidup kita : "Jangan gelisah dan gentar hatimu!" Dalam perayaan Ekaristi ini, di mana kita berhimpun mengelilingi Dia untuk menerima Diri-Nya dalam Ekaristi, kita mendengarkan pesan-Nya yang begitu berharga. Ia memberi teladan kepada kita. Hidup dan kara penyelamatan-Nya ditempuh dengan pencobaan dan penderitaan luar biasa. Tetapi karena taat melaksanakan tugas yang diberikan oleh Bapa-Nya, ia berhasil dan dimuliakan. Itulah ungkapan damai sejati yang diberikan Yesus kepada kita. Dan dengan kepastian damai yang diberikan Yesus kepada kita itu, marilah kita semua dengan tulus saling memberikan salam damai kasih Kristus itu satu sama lain.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/