Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKAH V/A/2017

Kis 6:1-7; Ptr 2:4-9; Yoh 14:1-12;

PENGANTAR
    Bacaan-bacaan hari ini mengandung pesan-pesan yang sangat berharga sekaligus menantang bagi kita. Kita semua diberi pesan, agar supaya kita sebagai umat kristiani zaman sekarang memiliki semangat umat kristiani perdana, dan memiliki kualitas/mutu identitas murni kita sebagai murid Yesus, dan mengikuti-Nya sebagai jalan, kebenaran dan hidup.

HOMILI
    1. Dalam Kisah Para Rasul (Bacaan I), terungkaplah suatu kesadaran, kepekaan, semangat dan jiwa orang-orang kristen perdana, yang sesudah Yesus bangkit kemudian telah menerima Roh Kudus. Hasil atau konsekuensi kebangkitan Yesus, yang dialami murid-murid-Nya, dicatat dan diteruskan kepada kita lewat Kisah Rasul. Dalam Kisah Rasul itu diceriterakan, bahwa dalam peristiwa Pentakosta Roh Kudus dicurahkan kepada murid-murid Yesus. Dan mereka itu sebagai kelompok atau komunitas menjadi Gereja, sebagai Gereja yang hidup dan disebut Gereja Perdana. Dijiwai oleh Roh Kudus seperti Kristus sendiri, mereka sebagai Gereja menyertai Yesus Kristus dalam karya-Nya. Karena itu orang-orang kristiani pertama itu mau dan berani hidup serta bertindak seperti dilakukan oleh Kristus sendiri.

    Seperti Kristus sendiri umat kristiani pertama itu sadar dan peka akan kebutuhan orang lain, misalnya memperhatikan janda-janda, dan secara nyata mereka menolong dan melayani kebutuhan mereka itu. Masing-masing melaksanakan pelayanannya sesuai dengan hidup, kemampuan dan pekerjaannya. Itulah hasil penerimaan Roh Kudus, yang berupa kesadaran, kepekaan, jiwa dan semangat sebagai orang kristiani sejati. Otentisitas atau sungguhan kekristenan/kekatolikan kita memang hanya dapat dikenal orang dari apa yang kita lakukan terhadap orang lain. Dengan demikian sifat pribadi setiap orang, yang individualistis atau egoistis bukan merupakan ciri otentik atau identitas orang kristiani sejati.

    2. Dalam Bacaan II dan III (surat Petrus dan Injil Yohanes) terungkaplah betapa indah hidup dan peranan kita sebagai murid Kristus, namun juga sekaligus sangat fundamental untuk sungguh dapat dihayati dan dilaksanakan.

    Petrus sebagai Wakil Kristus pertama mengatakan kepada kita: Kristus adalah "batu yang hidup" dan "batu penjuru", yang meskipun disingkirkan dan dibuang, namun "dihormati di hadirat Allah". Dan kita sebagai umat kristiani juga disebutnya "batu hidup". Bahkan ditambahkan: "Kamu adalah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi". Dalam kedudukan kita sebagai batu hidup kita diajak oleh Petrus, untuk membangun suatu bangunan yang abadi, berlandasan pada dan bersama dengan Kristus sebagai batu penjuru. Apakah sebenarnya maksudnya itu?

    3. Pertama-tama kita sendiri ini harus berjuang membangun "tempat tinggal kita masing-masing", artinya membangun diri dan pribadi kita sendiri dahulu. Apabila diri kita masing-masing dibangun berlandasan pada Kristus sebagai batu penjuru, maka kita dengan demikian sebenarnya juga ikut membangun Gereja, yang merupakan persekutuan orang-orang yang hidup bersama dalam dan dengan Kristus, yang berkata: "Aku adalah jalan, kebenaran dan hidup".

    Sebagai Gereja, communio, atau persekutuan umat beriman, kita ini ibaratnya merupakan suatu rumah yang dibangun dengan batu-batu hidup yang bermutu. Dan batu-batu yang hidup itu adalah kita semua ini. Dan kita akan dapat hidup dengan aman dan pasti, sebab dalam hidup sebagai batu yang hidup, jalan Yesuslah yang kita tempuh, ajaran-Nyalah yang kita pegang, dan kehidupan Yesuslah yang kita hayati.

    Apa pesan ketiga Bacaan Kitab Suci hari ini kepada kita? Melalui baptis dan penerimaan Roh Kudus kita secara hakiki harus hidup dan bertindak menurut ajaran, teladan hidup dan perbuatan Yesus. Kita harus menjadi batu yang hidup, dan sebagai hidup yang sungguh bermutu. Sebagai batu yang padat dan kuat, karena dibuat dengan iman yang kokoh, kejujuran, ketulusan hati, keadilan, dan belas kasih. Dan jalan, kebenaran dan hidup Yesus, yang harus kita ikuti dan miliki itu, tidak menegenal sifat pura-pura, kebohongan, ketidakadilan, egoisme dan hidup keagamaan yang hanya berdasarkan perhitungan, dangkal dan palsu.

    Marilah kita berikhtiar menjadi batu hidup kristiani yang bermutu, untuk membangun pribadi diri kristiani sejati kita masing-masing, untuk membangun Gereja Kristus sebagai persekutuan atau communio, yang terbentuk dari batu-batu yang sungguh berkualitas tinggi. Marilah kita menjaga dan memperkuat kualitas identitas kita sebagai murid Yesus sejati, bagaikan bangunan yang kokoh, yang tak akan roboh, walaupun harus menghadapi badai tantangan masyarakat di dunia yang besar dan berat.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/