Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU ADVEN II/A/2019

Yes 11:1-10; Rm 15:4-9; Mat 3:1-12;

PENGANTAR
    Dalam perayaan Ekaristi pada Hari Minggu Adven II ini, dalam Injil Matius kita diperkenalkan dengan Yohanes Pembaptis/Pemandi yang hidup di padang gurun. Di sana ia berseru dan mewartakan baptis sebagai tanda pertobaan serta pengampunan dosa. Agar dapat menyambut dan menerima kedatangan Yesus sebagai Almasih atau Penyelamat, marilah kita bersama-sama mendengarkan serta berusaha menangkap isi kata-kata yang diserukan oleh Yohanes Pembaptis itu.

HOMILI
    Sebagai nabi terakhir Perjanjian Lama, Yohanes Pembaptis yang polos lahir dan batinnya, mengemukakan syarat mutlak bagi setiap orang, apabila ia sungguh ingin diselamatkan. Yohanes Pembaptis itu menuntut adanya perubahan atau transformasi hati secara total sebagai sikap dasar hidup yang berkenan kepada Tuhan. Itulah yang disebut pertobatan dalam arti yang utuh. Pembaptisan yang dilakukan Yohanes itu secara simbolis dimaksudkan sebagai tanda pertobatan. Pertobatan itu berarti mau dan bersedia menempuh jalan hidup baru dalam berpikir, bersikap dan berbuat sesuai dengan kehendak Allah seperti yang diwartakan dan dilaksanakan Yesus yang datang sebagai Penyelamat.

    Yohanes Pembaptis memperkenalkan kepada kita orang-orang Farisi dan Saduki, sebagai orang-orang yang mengaku diri secara lahiriah melakukan hukum Taurat. Yohanes mau mengadakan reformasi sebagai perubahan mental total mereka. Golongan Farisi melakukan hukum secara disiplin, memang menurut hukum itu namun hanya secara lahiriah. Sedangkan kaum Saduki termasuk golongan imamat aristokrat Yahudi. Dari Kitab Suci mereka ini hanya mengakui Pentateuch atau kelima Kitab pertama Perjanjian Lama. Karena itu mereka tidak mengakui adanya kebangkitan. Menurut Matius kedua golongan bangsa Yahudi itu adalah musuh Yesus. Yohanes menegur mereka itu secara tajam. Hukuman Allah akan menimpa mereka, sebab mereka itu adalah pendosa namun tidak mau bertobat.

    Pesan apakah yang disampaikan Yohanes Pembaptis kepada kita?

    Kita diundang meneliti pribadi kita masing-masing bila dibandingkan dengan gambaran yang diberikan Yohanes tentang kaum Farisi dan Saduki dalam Injil Matius! Yesus memanggil kita untuk mendengarkan dan melaksanakan sabda-Nya dengan mengikuti sungguh-sungguh teladan hidup-Nya. Intisari hidup Yesus sebagai Penyelamat adalah melaksanakan kasih-Nya yang total kepada Allah Bapa-Nya dan kepada segenap umat manusia sebagai sesama-Nya. Bukti kasih-Nya kepada Allah Bapa ialah melaksanakan perintah-Nya untuk menyelamatkan umat manusia. Dan salah satu bukti kasih-Nya kepada kita manusia ialah kesediaan-Nya untuk mengampuni dosa-dosanya. Tetapi agar dapat diampuni dosanya dibutuhkan rasa tobat sejati. Tuntutan itulah yang disampaikan Yohanes kepada kaum Farisi dan Saduki, yang datang minta dibaptis di sungai Yordan.

    Perutusan Yohanes untuk menyiapkan masyarakat guna menyambut kedatangan Yesus sebagai Penyelamat dilakukannya dengan kerendahan hati terhadap Yesus. Ia berkata : "Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Dia (Yesus) yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku, dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api" (Mat 3:11). Yohanes mengatakan pengalamannya sebagai orang yang rendah hati

    Ia bersedia memberikan pengampunan kepada sesamanya. Ia terus terang mengakui bahwa dirinya bukanlah Penyelamat. Pengampunan yang benar dari Allah hanya dapat terlaksana apabila kita sendiri mau dan bersedia memaafkan sesama kita dengan sungguh-sungguh. Dan hanya dengan demikian kita akan sungguh selamat!

    Sebagai pelengkap Injil Matius saya tabahkan Injil Lukas, yang juga menulis tentang Yohanes Pembaptis. Dan menurut catatan Lukas syarat-syarat bagi orang-orang Yahudi untuk sungguh bertobat adalah sebagai berikut :

    Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaknya ia membaginya dengan yang tidak punya. Barangsiapa mempunyai makanan, hendaknya ia berbuat begitu juga. Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu. Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu (Lih. 3:10-14).

    Dengan demikian makan pesan pertobatan yang disampaikan Yohanes Pembaptis kepada kita semua, apabila sungguh ingin menyambut dan menerima kedatangan Yesus sebagai Penyelamat ialah: Menjadi orang yang jujur, rela mengampuni, bermurah hati, menjadi dermawan, tahu berterima kasih. Dengan demikian marilah kita menjadi "kompasionis", yaitu orang yang memiliki "compassio", yaitu tahu ikut merasakan kesukaran sesama.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/