Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA VII/B/2012

Yes 43:18-19.21-22.24b-25  2 Kor 1:18-22  Mrk 2:1-12


PENGANTAR
          Seperti  berturut-turut dua Hari Minggu yang lalu, hari ini pun Injil Markus memperkenalkan Yesus, yang memberikan ajaran-Nya sambil mengkaitkannya dengan penyembuhan orang sakit. Penyembuhan seorang yang lumpuh dikaitkan dengan pengampunan dosanya. Penyembuhan orang lumpuh dan pengampunan dosa itu berkaitan dengan iman, yang dimiliki orang itu sendiri, tetapi juga disertai iman orang-orang lain yang ikut prihatin akan keadaan orang yang sakit lumpuh itu.

HOMILI     
          Pada suatu hari Yesus berada di rumah seorang penduduk di Kaparnaum. Begitu banyak orang yang datang ke rumah itu untuk mendengarkan ajaran-Nya, penuh sesak sehingga pintu masuk pun terjejal penuh manusia. Anggota keluarga atau sahabat-sahabat akrab orang yang lumpuh itu begitu prihatin akan keadaan si lumpuh itu, sehingga sampai berani membongkar atap rumahnya, untuk membawa si lumpuh itu di hadapan Yesus. Menyaksikan itu Yesus melihat iman atau kepercayaan mereka yang luarbiasa itu, maka Yesus berkata: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni”.

Beberapa orang ahli Taurat berpikir dalam hati: “Ini adalah menghujat Allah! Sebab hanya Allahlah yang dapat mengampuni dosa”. Yesus tidak menentang pernyataan mereka itu, tetapi dengan apa yang dilakukan-Nya  Ia menunjukkan, bahwa Ia memiliki kekuasaan yang sama atas dunia ini seperti Allah sendiri. Karena itu Ia berkata: “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa, - lalu berkatalah Yesus kepada orang yang lumpuh itu,   - kepada-Mu Kukatakan: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”. Orang lumpuh itu sembuh, berjalan dan memuji Tuhan!

          Apa yang terjadi pada waktu itu di Kaparnaum, sekarang inipun tetap terjadi di dalam Gereja kita. Kita-kita ini adalah orang-orang lumpuh. Dan setiap kali kita ini membutuhkan menghadap Tuhan sebagai hamba-hamba berdosa, untuk menerima pengampunan  dari Tuhan Allah.

          Seperti sungai-sungai di tanah air kita setiap hari dijadikan tempat pembuangan sampah, dan karena penebangan pohon-pohon di hutan terus berlangsung, maka daya tahan tanah tidak kuat bertahan dan masuk ke dalam sungai. Akibatnya sungai-sungai makin dangkal, makin sulit untuk disingkirkan. Bukankah demikian pula keadaan kita sebagai manusia?

          Yang terjadi dan kita alami dalam hidup kita ialah kelemahan, kerapuhan, kekurangan, kealpaan, dosa-dosa bertahun-tahun. Makin lama makin bertumpuk dan makin padat serta sukar untuk dibongkar lagi. Makin sukar menerima tangan Tuhan yang mau membersihkannya. – Tetapi seperti kita dengar beberapa kali dalam Injil Minggu-Minggu terakhir ini dari Markus, Yesus menyembuhkan aneka penyakit, bahkan penyakit yang ditakuti orang, yaitu kusta pun dapat disembuhkan. Nah, kita sekarang pun dapat datang kepada Yesus dengan pengakuan dosa, dengan penerimaan komuni dan dengan doa yang tekun dan mendalam!

          Tetapi kerapkali masih tetap ada unsur-unsur dalam diri kita yang belum disembuhkan.Mengapa? Karena penyesalan dan pertobatan kita serta niat atau tekad kita untuk memperbaiki diri belum utuh, belum seperti seharusnya! Apa dan mengapa demikian? Karena hati kita telah membatu, menjadi keras, yang secara  alkitabiah  disebut “hati dari batu”. Nah, batu ini yaitu kita sendirilah, bukan Tuhan, yang telah membuatnya! Yaitu dengan kehendak kita sendiri yang menolak, dan tidak mau mengikuti suara hati kristiani yang telah  diberikan Tuhan kepada kita.

          Apa yang harus kita lakukan?  Kita tidak dapat menyingkirkan batu-batu keras itu dari hati kita sendirian. Kita tidak dapat mengalahkan kehendal kita sendiri, justru karena itu  adalah kehendakku sendiri! Nah, ternyata kita harus sungguh mau memahami pahala begitu besar dan tak terperikan, yang diberikan oleh Allah kepada kita dalam penebusan, yang diberikan-Nya kepada kita dalam diri Yesus Kristus! Kristus terus menerus melaksanakan pengampunan dosa-dosa manusia dengan pelbagai cara. Namun, di dalam Gereja ada suatu cara atau jalan khusus, yang harus kita pakai atau kita tempuh, apabila kita ingin memperbaiki dan memulihkan kembali patahnya  atau  hancurnya  hubungan  kita  dengan  Allah. Dan jalan  itu adalah sakramen pengakuan dosa.

          Ternyata Kitab Suci, seperti Injil Markus hari ini, bukan menegaskan kepada kita, bahwa kita adalah pendosa, melainkan bahwa kita memiliki Allah, Tuhan kita, yang mau mengampuni dosa kita. Ia  melupakannya, menyingkirkannya, dan menciptakan sesuatu yang baru dalam hati kita! Maka marilah kita makin memahami makna dan kebutuhan kita akan sakramen pengampunan. Marilah kita kemudian mengubah penyesalan dan pertobatan kita  sebagai  ungkapan riang gembira serta ucapan syukur, seperti yang dilakukan orang lumpuh di Kaparnaum, yang telah disembuhkan oleh Yesus. Memang “yang begini belum pernah kita lihat!”

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/