Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Malam Paska/B/2012

Rm 6:3-11  Mrk 16:1-18

PENGANTAR
          Dalam Injil Markus diceriterakan tentang tiga perempuan (Maria Magdale-na, Maria ibunda Yakobus, Salome) yang pergi ke makam untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada Yesus, yaitu untuk mengurapi jenazah-Nya. Mereka heran melihat batu penutup makam sudah terguling dan makam Yesus telah kosong. Seorang pemuda berpakaian jubah putih menyapa mereka dan berkata: Jangan takut, Yesus dari Nasaret sudah bangkit. Sampaikanlah ini kepada murid-murid-Nya!”  Inilah pada dasarnya berita gembira yang harus kita dengarkan dalam malam Paskah ini: Jangan takut, Yesus sungguh telah bangkit.

HOMILI
          Seandainya Yesus tidak bangkit, sepanjang hidup kita tidak akan pernah mendengar sesuatu pun tentang Dia lagi. Bila Kristus tidak bangkit, Gereja pun tidak pernah akan ada!  Kebangkitan adalah titik pusat iman kita sebagai orang kristiani.

          Yesus bukanlah seorang pribadi atau  seorang tokoh yang sekadar dijumpai dalam buku sebagai figur dalam sejarah. Ia adalah seorang Pribadi, yang kini pun hidup dan hadir. Karena itu kita bukan sekadar  ingat akan Dia, melainkan sekarang pun kita harus mengenal dan bertemu dengan Dia!

          Hidup kita sbagai orang kristiani sejati bukanlah sebagai seorang  yang hanya tahu tentang Dia, melainkan sebagai orang yang mengenal Dia. Mengetahui tidak sama dengan mengenal! Nah, kita ini semua, khususnya dalam merayakan Paskah, harus sungguh berusaha mengenal Kristus. Tidak mustahil, bahwa seorang cendekiawan atau ilmuwan yang cerdik pandai,  dalam Kenya-taannya lebih rendah kedudukannya dan lebih jauh hidupnya dari Kristus, bila dibandingkan dengan seorang kristiani yang sangat sederhana, namun sungguh mengenal Yesus dengan segenap hati dalam hidupnya.

          Iman kita bukanlah iman yang sekali jadi dan statis tidak berkembang! Tuhan Yesus Kristus yang kita imani adalah Tuhan yang hidup. Maka kita harus selalu mengikuti Dia,  di dalam perjalanan hidup kita setapak demi setapak. Kita harus menjumpai Dia, bertemu dengan Dia dan mendengarkan Dia.

          Sangat perlu kita perhatikan, bahwa si pemuda di makam Yesus yang kosong bukan hanya berkata ‘Jangan takut”, tetapi juga menambahkan supaya kebangkitan Yesus itu juga diteruskan, diwartakan kepada murid-murid-Nya, tetapi juga kepada Petrus. Begitulah tertulis dalam Injil Markus. Mengapa ditambahkan juga kepada Petrus? Bukankah Petrus pun adalah murid Yesus? Apa latar belakangnya? Betapa gembira hati Petrus ketika ia mendengar berita dari ketiga perempuan  bahwa Yesus telah bangkit! Petrus pasti berada dalam pergulatan batin, sebab ia sadar bahwa ia telah tidak taat dan setia kepada Gurunya. Ia bahkan telah menyangkal Yesus sebagai Gurunya, ketika Ia ditangkap oleh orang-orang Yahudi. Ia tidak juga tidak ikut hadir di bawah kayu salib ketika Yesus tergantung di Golgota. Betapa gembira hatinya  ketika mendengar berita tentang kebangkitan Gurunya.

          Nah, itulah kabar gembira Paskah bagi kita! Sebab kita mengenal kekhususan pribadi Yesus.Yesus bukan memperhatikan kesalahan atau dosa yang dilakukan oleh Petrus. Ia lebih memperhatikan pertobatan, penyesalan hatinya atas dosanya, yang merasa telah berbuat salah! Yesus lebih suka memperkuat hati di pendosa yang menyesali dosanya, dari pada menghukumnya! Sungguh luarbiasa: Yesus tetap percaya kepada setiap orang, siapapun, yang mengalami kekurangan dalam perjalanan hidupnya! Hanya satu syaratnya: menyesal!

          Kita sebagai Gereja, yang didirikan Yesus, jangan pernah lupa, bahwa kita harus ikut mewartakan kebangkitan Yesus. Setiap warga Gereja bertugas menjadi pewarta Kristus.

          Gereja mempunyai tugas menyembuhkan sesama  yang sakit, baik gangguan atau  penderitaan jasmani maupun rohani. Itulah yang dilakukan Yesus, sampai rela mengalami sendiri penderitaan sampai kematian di salib.

          Gereja juga memiliki sumber kekuatan. Bukan berarti seolah-olah kita memiliki segala potensi untuk mengatasi segalanya. Namun, setiap orang kristiani sejati memiliki sumber yang diberikan oleh Yesus kepadanya. Masing-masing menurut ukuran yang diberikan Yesus kepadanya untuk dapat menolong sesamanya.

          Gereja tidak dibiarkan Kristus berada dan bekerja sendirian. Seperti ketika Ia masih hidup di dunia,Yesus hanya berbuat baik, maka sesudah mati namun bangkit kembali Kristus tetap ada hanya untuk berbuat baik untuk semua orang. Itulah memang perutusan yang diterima-Nya dan Allah Bapa.

          Marilah kita ikut bangkit bersama Yesus, bukan hanya untuk bergembira sendirian saja, melainkan meneruskan dan membagi kegembiran kita kepada sesama kita. Dengan kekuatan yang diberikan Kristus yang bangkit kepada kita, baik rohani maupun jasmani, kita dapat berbuat baik! Kegembiraan Paskah kita harus ikut rasakan oleh semua orang.  Selamat Paskah!

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/