Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

JUMAT AGUNG 2017

Yes. 52:13-53:12; Ibr. 4:14-16; 5:7-9; Yoh. 18:1-19:42

PENGANTAR
    Sesudah mendengarkan Kisah Sengsara Yesus menurut Injil Yohanes pada hari Jumat Agung ini, kita diperkenalkan dengan tokoh seorang Penebus, sebagai seorang pribadi manusia, yang tahan uji luar biasa! Sebagai pengikut Kristus kita ini diajak untuk melihat godaan, pencobaan, penderitaan dan kematian Yesus di dalam konteks tantangan, penderitaan dan kematian kita sendiri. Salib Yesus merupakan suatu pesan bagi kita: di satu pihak, sebagai tanda pertentangan dan pencobaan, namun di pihak lain, salib merupakan tanda kemenangan dan harapan!

HOMILI
    Dalam Kisah Sengsara tadi diceriterakan, bahwa Yesus di depan Pilatus ditampar wajah-Nya dan diberi mahkota duri. Menyaksikan kenyataan itu Pilatus berkata kepada orang-orang Yahudi: "Ecce homo!", "Lihatlah manusia ini!" Dalam bahasa alkitabiah, itulah ungkapan tentang manusia sejati, sebagai gambaran kemanusiaan atau humanitas murni, sebagai model seorang manusia yang utuh dan otentik suci!

    "Lihatlah manusia ini" berarti: inilah orang yang hidup bagi orang lain, menolong memberi makan dan menghidupkan orang mati. "Lihatlah manusia ini" berarti: orang yang memaafkan orang lain, menjadi teman bagi setiap orang, justru khususnya bagi orang kecil dan lemah. "LIhatlah manusia ini": berarti: orang ini datang di dunia bukan sebagai orang berdosa, tetapisebagai orang jujur, adil, berbuat baik, namun ditolak dan dihukum mati.

    Semua itu merupakan gambaran hidup kita. Secara tradisional kita ini, kecuali Yesus dan Bunda Maria, dikatakan mempunyai dosa asal. Sadar atau tidak sadar kita cenderung dikuasai oleh kekuatan buruk dalam diri kita, yang dapat menghancurkan diri kita sendiri.

    Tetapi selama perjalanan kehidupan sampai dengan kematian-Nya Yesus ternyata selalu menyertai kita. Ia tidak mau berpisah dan meninggalkan kita. Di salib pun Yesus menyerahkan Yohanes murid-Nya kepada Ibu-Nya, dan sebaliknya menyerahkan Ibu-Nya kepada murid-Nya: "Ibu, inilah anakmu! dan "Inilah Ibumu!" Secara mendasar Yesus menyingirkan segala hambatam dan rintangan perbedaan antara sesama manusia. Relasi antar manusia tidak dibatasi pada segi fisik atau darah! Maka kematian Yesus di salib telah menggembalikan nilai dan martabat kemanusiaa kita secara utuh dan benar.

    Dengan merayakan Jumat Suci ini kita semua berhimpun bersama sebagai umat kristiani, yang mengarahkan pandangan kita kepada Yesus. Kita kini pun mendengar ucapan Pilatus: "Ecce homo", "Lihatlah manusia ini". Kita berhadapan dengan Yesus di kayu salib dengan segala dosa, kekurangan, kelemahan, kerapuhan kita! Apabila kita dalam merayakan Jumat Suci ini tidak disertai keinginan untuk bertemu dan memeluk Yesus, yang disalib itu, maka segenap usaha dan jerih payah hidup kita akan sia-sia belaka! Segenap ikhtiar hidup kita hanya akan berhasil, apabila kita selalu bersedia memeluk Yesus disalib!

    Salib Yesus harus sungguh merupakan sumber keyakinan, harapan serta kegembiraan bagi hidup kita, khususnya apabila kita mengalami bahaya dalam hidup kita. Setiap kali apabila kita membuat tanda salib sambil berkata: "Atas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus". Sambil berkata "Atas nama Bapa", kita menyinggung dahi kita, artinya kita menerima segenap kehendak Allah Bapa, yang mau memberikan keadilan, damai dan harapan kepada kita. Sambil berkata "Atas nama Putera", kita menyinggung pusat tubuh kita, artinya kita sanggup menjumpai kesukaran dan kesulitan dalam hidup kita, namun penuh harapan. Akhirnya sambil berkata "Atas nama Roh Kudus", kita menyinggung tubuh kita bagian kiri dan kanan, sebagai ungkapan keyakinan kita, bahwa seperti Roh Kudus telah membangkitkan Yesus kembali dari kematian-Nya, Ia kelak akan membangkitkan kita pula dan kematian kita.

    Marilah nanti bila kita menghormati dan mencium salib Yesus, kita disertai-Nya untuk pulang ke rumah dengan hati penuh kegembiraan dan harapan.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/