Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

JUMAT AGUNG /C/2013

Renungan pendek tentang kata-katga Yesus “Sudah selesai”
         
Patut diketahui bahwa pada setiap tahun pada Hari Minggu Palma dibacakan Kisah Sengsara Yesus, secara bergiliran: Injil menurut Matius, Markus dan Lukas. Setiap Injil itu mempunyai cirinya sendiri yang khas, masing-masing ingin menekankan aneka kekhususan Yesus sebagai Penyelamat. Tetapi pada Hari Jumat Agung selalu dibacakan Kisah Sengsara Yesus yang sama, yaitu INJIL MENURUT YOHANES.

          Dalam Kisah Sengsara menurut Injil Yohanes (yang mungkin dibacakan atau dinyanyikan) harus kita perhatikan dan renungkan dengan sungguh-sungguh  apa  yang ingin disampaikan Johannes kepada kita. Dalam renungan  Johannes  sebagai penulis Injil yang tinggi usianya itu terungkaplah betapa agung kasih Yesus dalam menanggung sengsara-Nya! Kemarin kita sudah mendengar dalam Injil Yohanes tentang keagungan kasih Yesus itu yang membasuh kaki murid-murid-Nya. Dikatakan oleh Yohanes: “Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya, demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai sehabis-habisnya” (Yoh 13:1). Mengapa Yesus  berbuat  demikian?  Sebab  Yesus sadar, bahwa memang  itulah  kehendak  Bapa-Nya,  seperti dikatakan-Nya: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan MENYELESAIKAN pekerjaan-Nya” (Yoh 4:34).

          Tugas utama Yesus, yakni perutusan kasih kepada kita orang berdoa yang diselesaikan Yesus di kayu salib di Golgota. Pada saat itu Yesus berkata: “Sudah selesai” (Yoh 19:30). Artinya, bukan sekadar berarti sebagai suatu pernyataan bahwa tugas-Nya sudah berakhir! Arti Kisah Kesengsaraan Yesus ini hanya dapat kita tangkap dengan membacanya dengan ‘empati’, dengan ‘perasaan ikut mengalami’. Kita baru akan sadar, betapa  demikian besar kedosaan manusia, tetapi sekaligus juga begitu  agungnya kasih Allah kepada manusia. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tung-gal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melain-kan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16). Lewat kehidupan-Nya sejak dilahirkan, dengan mewartakan kabar gembira dan mewujudkannya dengan tindakan   dan perbuatan, termasuk  pengalaman penghinaan, penderitaan dan hukuman mati, yang dieksekusikan di kayu salib, - semua itu diselesaikan, artinya dilaksanakan sepenuh-penuhnya sampai akhir. Suatu bukti pelayanan kasih sehabis-habisnya: SAMPAI SELESAI!

          Dengan demikian, marilah pada Hari Jumat Suci ini kita dengan penuh  rasa  syukur merayakan dengan hati yang terbuka untuk menerima dan mengalami keeagungan kasih Allah kepada kita tanpa batas.

 

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/