Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS /B/2015

Ul 4:32-34.39-40  Rm 8:14-17  Mat 28:16-20

 

PENGANTAR
       Sesudah Hari Raya Paskah, kita merayakan Kenaikan Yesus ke surga, dan hari ini kita merayakan Hari Raya Trinitas Mahakudus. Injil  Matiuslah yang akan kita dengarkan untuk merayakan Tritunggal Kudus. Injil Matius dibagi dalam 28 Bab/Bagian, dan Injil Matius yang diambil untuk Tritunggal Kudus adalah Bab ke:28 atau Bab yang terakhir. Marilah dalam merayakan dan memuji Tritunggal Mahakudus ini, kita dalam merayakan Ekaristi ini mendengarkan dan memper-hatikan pesan Yesus dalam Injil Matius, yang pendek namun penuh makna bagi kita sekarang ini.

HOMILI
       Dalam homili pada Hari Raya Tritunggal Mahakudus ini menurut Injil Matius, kita bukan terutama hendak memperhatikan kerahasiaan, kemuliaan, keagungan Allah Tritunggal, melainkan lebih memahami dan menyadari perintah missioner yang diberikan Yesus sebelum Ia kembali kepada Bapa-Nya di surga.  

       Injil Matius dala, Bab 1 mulai dengan memperkenalkan Yesus sebagai Imanuel(Emmanuel), Allah bersama dengan kita(Mat 1:23). Dalam teks Injil hari ini, dalam kalimat terakhir Allah dalam diri Yesus mengatakan hal yang sama: Aku menyertai kamu senantiasa sampai  kepada akhir zaman (Mat 28:20). Inilah dasar dan pegangan teguh iman kita! Inilah juga yang harus merupakan pegangan kebaktian dan pujian kita kepada Allah Tritunggal Mahakudus. Yesus member tiga perutusan/misi kepada kita semua.

Perutusan pertama: Menjadi murid Yesus
       Murid-murid Yesus hidup dan bergaul dengan Yesus, guru mereka. Mereka belajar dari hubungan dan pergaulan mereka dengan Dia, dan mencoba mengikut Dia. Meeka menempuh jalan-Nya dan hidup bersama dengan Dia. Seorang murid yang baik tidak akan memutlakkan atau hanya mau mengikuti total pandangannya sendiri. Ia akan selalu terbuka untuk belajar. Itulah yang dicita-citakan oleh Nabi Yesaya yang berkata: “Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat member semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid” (Yes 50:4 : ketaatan hamba Tuhan).

Perutusan kedua: Baptis dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
       Kabar baik atau Injil yang diwartakan ialah bahwa Allah adalah Bapa kita. Dan kita semua adalah saudara satu sama lain. Yesus menyatakan dan menghayati sendiri kebenaran itu dalam hidup, kata, perbuatan, kematian dan kebangkitan-Nya. Itulah karya Roh selanjutnya yang telah dilimpahkan Kristus kepada murid-murid-Nya pada Hari Pentakosta. Bagi setiap orang, menerima baptis berarti menyatakan secara resmi kesediaan atau komitmennya untuk melaksanakan perintah atau pesan yang diberikan Allah melalui Kristus kepadanya. Artinya, dibaptis atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, dalam kenyataannya tak lain dan tak bukan adalah dibaptis atas nama Allah Tritunggal. Karena kita dibaptis atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, yang adalah Allah Tritunggal, maka hidup kita juga harus triniter, atau seperti kehidupan Allah Tritunggal. Konsekuensinya, kita semua sebagai saudara harus bersikap dan hidup bersama sebagai saudara yang bersatu dan tidak terpisahkan. Itulah tanda otentik penghayatan baptis kristiani sejati! Mau dibaptis berarti mau hidup secara triniter.

Perutusan ketiga: mengajarkan semuanya yang diperintahkan Yesus.
       Melaksanakan perintah pewartaan kabar gembira Yesus bukan berarti memberikan ajaran atau doktrin baru, ataupun ajaran pribadi sendiri. Kita hanya boleh dan dapat meneruskan dan mewartakan apa yang telah diajarkan dan dibuktikan dengan hidup dan perbuatan Yesus sendiri. Dan apa yang utuh dan murni seperti diberitahukan oleh Yesus hanyalah ajaran yang diteruskan dan diberikan kepada kita oleh para Rasul. Pewartaan Injil bukanlah ajaran atau penyampaian pendapat pribadi, betapapun dianggap sebagai pendapat modern!

        Memperhatikan semuanya itu kita tidak perlu takut atau khawatir. Sebab pada akhir tulisan Injil karangannya, Matius menulis kata-kata Yesus ini: Ajarlah mereka melalukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman(Mat 28:20). Inilah janji murni dan teguh Krisyus yang tidak akan berubah.

       Dalam merayakan dan memuliakan Allah Tritunggal Mahakudus menurut Injil Matius, marilah kita disadarkan kembali akan perutusan missioner kita sebagai anggauta Gereja, yang diutus pergi dan menjadikan semua bangsa murid Yesus dan membaptis mereka atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/