Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS/B/2015

  Why 7:2-4.9-14   1 Yoh 3:1-3   Mat 5:1-12a


PENGANTAR

      Pada hari ini, 1 November 2015, segenap umat Katolik diajak merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Di antara warga Gereja yang didirikan Kristus ada orang-orang yang resmi diakui oleh Gereja sebagai Santo/a, atau Beato/a, ataupun disebut Hamba Allah. Tetapi di samping orang-orang kudus yang diakui oleh Gereja itu, masih ada juga orang-orang beriman kristiani yang “kudus” atau “suci”, meskipun tidak/belum dikenal atau diketahui orang secara resmi. Mereka ini, - yang jumlahnya besar - , adalah orang-orang yang dalam Injil menurut Matius disebut Yesus sebagai “orang -orang yang berbahagia”, yang bukan baru kelak sesudah dipanggil Tuhan, melainkan sudah bisa sungguh bahagia di dalam hidup mereka di dunia ini.

HOMILI
      Untuk memahami kebahagiaan yang dimaksudkan oleh Yesus dalam khotbah-Nya di bukit (Mat 5:1-12) itu, marilah kita bersyukur kepada Tuhan, yang telah menciptakan kita menurut citra-Nya. Begitu tinggi martabat kita sebagai manusia! Dan sebagai manusia kita adalah makhluk yang diberi kebebasan  untuk  menentukan  arah   dan penghayatan hidup kita sendiri.

      Bukan hanya itu! Sebagai orang beriman kristiani kita percaya juga, bahwa Tuhan memberikan rahmat kepada kita, sebagai tanda hubungan erat kita dengan Allah. Antara lain lewat hati nurani kita. Dengan hati nurani inilah kita dapat hidup, bersikap dan bertindak menurut kehendak Tuhan. Kita bebas mengadakan pilihan-pilihan atas dasar kehendak, keinginan dan pertimbangan kita sendiri, yang sesuai atau bertentangan dengan hati nurani kita. Seorang kristiani sejati akan selalu mengambil pilihan dengan berpegang teguh pada tuntutan Allah, yang telah dituangkan ke dalam hati nuraninya. Ia tidak menyimpang dari iman yang diyakininya. Ia  adalah kudus!

      Nah, dalam makna alkitabiah atau menurut Injil, kita sebenarnya sebagai manusia (citra Allah) makin bebas apabila makin taat kepada Allah yang adalah sumber dan tujuan hidup kita! Bunda adalah teladan manusia yang paling kudus/suci. Mengapa?  Karena pelaksanaan kebebasannya adalah ketaatannya akan kehendak Allah.

      Dengan pengertian kekudusan atau kesucian serupa itulah kata “berbahagialah kamu” yang diucapkan Yesus dalam khotbah di bukit dapat kita pahami! Kebahagiaan itu bukan janji untuk masa depan kelak, tetapi sudah dapat dirasakan sekarang ini juga. St. Fransiskus dari Asisi bahagia karena kemiskinannya. St.Teresia dari Lisieux bahagia karena dapat hidup dalam komunitas, St.Fransiskus dari Sales bahagia karena ajaran, sikap dan perilakunya yang lemah lembut kepada semua orang tanpa perbedaan. Don Bosco bahagia karena dapat menggembirakan hati kaum muda. Teresa dari Kalkuta bahagia karena boleh mencurahkan segenap hidupnya bagi orang-orang miskin di India. Banyak keluarga bahagia karena dapat saling hidup penih kasih antar suami isteri, sebagai orang tua dan antar anak-anak mereka. Begitu banyak orang yang hidup kudus karena sungguh hidup menurut firman Allah dalam hubuk hati mereka!

      Maka patutlah kita menghormati para Santo/a, Beato/a, itu. Dan kita semua juga memiliki seorang kudus sebagai pelindung. Tetapi tentu disertasi dengan niat dan tekad untuk mewarnai hidup kita masing-masing sesuai dengan teladan Santo/a atau Beato/a pelindung kita itu. Kita semua dipanggil untuk hidup sesuai dengan ajaran dan teladan Yesus Kristus seperti dihayati oleh mereka itu. Namun bukan sekadar “menjiplak” atau mengulang begitu saja, melainkan berusaha meneladan kesungguhan sikap dasarnya dan sesuai dengan situasi dan kondisi zaman kita.

      Sungguh patut kita sadari, bahwa di kalangan umat beriman, saudara-saudari kita kristiani, maupun yang beragama lain, sungguh banyaklah “orang kudus”, atau yang dengan bahasa alkitabiah Yesus disebut “orang bahagia”. Mereka tak dikenal orang banyak, tidak terkenal atau popular, tidak resmi disebut kudus oleh Gereja, - namun mereka itu sungguh kristiani, sungguh kudus, sungguh suci dan sungguh bahagia! Hidup mereka adalah ungkapan iman kepercayaan mereka yang benar secara utuh.

Tambahan:
Sejumlah mahaguru ahli ekonomi kristiani di Eropa. a.l. Prof. Arjo Klamer, Bidang Eonomi kebudayaan dan seni di Universitas Erasmus di Belanda berkata, bahwa sendainya para ahli di bidang pengetahuan apapun tidak hanya mengatur bidang pengetahuannya saja, tetapi juga bahkan terutama dirinya sendiri, tamparan muka kita di bidang ekonomi sekarang ini tidak akan terjadi…..Orang lupa setiap orang atau kelompoknya tidak hidup sendirian di bumi kita ini. Seandainya orang tahu ugahari, ekonomi dunia tidak akan terbanting seperti sekarang ini. Rupanya inilah peringatan Tuhan…..!

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/