Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901
Materi iman
Dokumen Gereja

No: masukkan no. yang dikehedaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi-(catatan kaki lihat versi Cetak) 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA
Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Minggu, 15 Agustus 2010

Why 11:19a;12:1-6a.10ab 1 Kor 15:20-26 Luk 1:39-56

PENGANTAR

Pada Hari Raya SP.Maria diangkat ke surga ini, marilah kita mere-nungkan maknanya yang mendalam dan sangat relevan untuk penghayatan hidup kita sebagai orang kristen. Kepercayaan kita akan Maria, Bunda Tuhan Yesus, yang diangkat ke surga ini merupakan suatu tanda dan pegangan hidup yang penuh harapan. Dengan melihat Bunda Maria di surga, hidup kita sendiri sebagai manusia di dunia ini juga dapat kita yakini sebagai hidup yang tertuju kepada kebahagiaan abadi di surga. Kematian kita bu-kanlah suatu akhir perjalanan hidup, melainkan suatu pintu memasuki awal hidup yang tak mengenal maut.

 

HOMILI

Bagi kita umat katolik kepercayaan akan SP.Maria diangkat ke surga dapat kita peroleh karena kita percaya, bahwa Maria dikandung tanpa cela. Kita percaya bahwa Maria dibebaskan dari dosa berkat anugerah Allah, yaitu bahwa Maria karena tanpa dosa maka ia tidak akan mengalami akibat-akibat dosa dan kematian. Kita percaya bahwa dengan kekuatan ketaatan dan kesetiaannya, Santa Perawan Maria pada akhir hidupnya di dunia ini diteri-ma jiwa dan raganya ke dalam kemuliaan di surga.

Latar belakang kepercayaan kita, bahwa Maria diangkat ke surga, ialah karena Maria adalah Bunda Putera Allah Tunggal, yang telah menak-lukkan dosa dan maut dengan pengorbanan dan kematian-Nya di salib. Dalam hubungannya yang begitu erat antara Maria dan Yesus Kristus dalam penyelenggaraan karya penebusan-Nya, maka Maria juga manusia pertama yang dapat ikut naik ke surga.

Injil Lukas hari ini (Luk 1:39-56) memuat ceritera tentang dua orang wanita, yang kedua-duanya saling berbagi iman, harapan dan kebahagiaan sebagai seorang perempuan yang mempersiapkan diri menjadi seorang ibu. Elisabet sebagai orang berusia lanjut yang semula mandul, dan Maria seorang gadis bertunangan namun mengandung. Terungkaplah dalam ceri-tera itu betapa agung kuasa Allah untuk mengadakan dan memelihara kehidupan! Allah berkuasa membangkitkan hidup dari rahim yang mandul, tetapi juga dari makam-makam orang yang sudah mati. Dan perjalanan jauh Maria dari Nasaret ke daerah pegunungan Yudea untuk mengunjungi Elisabet adalah juga gambaran kedatangan Kerajaan Allah.

Maria adalah model bagi kita semua, dan diangkatnya ke surga meya-kinkan kita bahwa kita sungguh mempunyai harapan. Apa yang dialami Si Perawan Puteri Nasaret pada akhir perjalanan hidupnya di dunia ini juga akan kita alami, apabila kita tetap selalu setia dan taat seperti dia. Dengan diangkat ke surga Maria menunjukkan kepada kita jalan menuju Allah, jalan menuju surga, jalan yang harus kita tempuh dalam hidup kita. Maria menun-jukkan jalan itu kepada orang-orang yang tahu menganggap dirinya sebagai "orang-orang kecil", sebagai "anak-anak", sebagai "orang miskin", yang merasa membutuhkan belaskasihan Allah selalu! Maria, Ratu dunia ini, membuka dan menunjukkan kepada setiap orang, setiap pribadi tetapi juga kepada semua bangsa, kekuatan kasih Allah. Yang dilakukan Allah ialah "menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhta, meninggikan orang-orang yang rendah; ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa" (Luk 1:52-53). Maria sungguh model bagi setiap orang yang ingin bahagia!

Renungan kita tentang Maria diangkat ke surga ini kita tutup dengan ucapan Paus Benedictus XVI ini:

"Dengan memandang Maria dalam kemuliaannya di surga, kita memahami, bahwa dunia ini bukanlah tanahair kita yang definitif. Dan bila kita hidup sambil memperhatikan hal-hal abadi (surgawi), maka pada suatu saat kita akan mengambil bagian dalam kemuliaan yang sama, dan dunia kita ini akan menjadi makin indah. Bila demikian, kita jangan pernah kehilangan kejernihan hati dan damai kita, walaupun berada di tengah beribu-ribu kesukaran. Tanda berkilau-kilauan Santa Perawan yang diangkat ke surga akan bersinar lebih cemer-lang, apabila bayangan-bayangan kesedihan, penderitaan dan kekerasan nampak di dalam cakrawala hidup kita. Hendaklah kita yakin, bahwa dari atas Maria mengikuti tapak-tapak kaki kita dengan keprihatinan yang lembut, menyingkirkan kesu-raman dalam saat-saat kegelapan dan kesedihan. Ia memberi kepastian dengan tangannya sebagai Ibu kita. Marilah terus kita lanjutkan hidup kita di bawah bimbingan Maria" (Castel Gandolfo, 16 Agustus 2006).

 

Jakarta, 13 Agustus 2010

 

 

 

 

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/