Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH A/2017

Bil 6:22-27 Gal 4:4-7 Luk 2:16-21

PENGANTAR
     Hari ini marilah kita merayakan Hari Raya Tahun Baru 2017, dengan ucapan syukur kepada Tuhan, yang telah melindungi dan memberkati kita dalam hidup selama tahun 2016. Namun bukan hanya dengan perayaan profan, meluru secara kodrati dan jasmani, melainkan juga secara rohani sebagai umat kristiani. Karena itu pada awal tahun 2017 ini Gereja mengajak kita dalam memasuki tahun baru dengan merayakan Hari Raya Maria Bunda Allah, namun sekaligus Bunda kita.

HOMILI
    Kitab Suci, khususnya Injil, memberi kesaksian bahwa Maria adalah Bunda Yesus. Ia dipilih Allah untuk dijadikan Bunda Putera-Nya! Karena itu Gereja mengakuinya sebagai Bunda Allah dan juga Bunda kita. Kitab Suci menyebut Maria terutama karena ia adalah Bunda Yesus sebagai manusia. Menurut bahasa Ibrani nama Maria asli adalah Miryam. Ia adalah seorang perempuan dari kalangan rakyat biasa, yang bersama dengan mereka mengharapkan kedatangan Penyelamat dari keturunan Daud. Ketika ia mendapat tawaran oleh malaikat menjadi ibu Penebus, jawanan "Ya", ia mnyediakan diri untuk ikut melayani keselamatan bangsanya (lih. Luk 1:38).

    Apa yang dikatakan tentang peranan Maria yang begitu penting, sama sekali tidak mengurangi sedikitpun kenyataan lain, yaitu bahwa hanya Yesus Kristuslah yang menyelamatkan seluruh umat manusia. Maria hanyalah perawan yang rendah hati. Maria juga diselematkan oleh Yesus seperti kita. Namun dalam karya penyelamatan-Nya Allah menghendaki adanya kata "Fiat" atau "Ya" yang rela bebas dari makhluk ciptaan-Nya. Maria telah memungkinkan Allah menganugerahkan keselamatan kepada kita umat manusia. Maria menyang-gupkan diri untuk dijadikan alat atau sarana mutlak bagi Allah untuk menye-lamatkan kita. Tanpa "Fiat" Maria, secara historis kedatangan Allah secara riil tidak mungkin. Sebaliknya, berkat kerelaan Maria martabat kita sebagai manusia tetap terpelihara dan terjamin! Konsili Vatikan II menegaskan: "Maria secara mendalam memasuki sejarah keselamatan, dan dengan cara tertentu merangkum serta memantulkan pokok-pokok iman yang terluhur dalam dirinya (LG 65)" .

    Pada Maria tampaklah siapakah Yesus itu sebenarnya bagi kita sebagai Penyelamat yang selalu kita harapkan. Di situlah letak kebesaran dan kerendahan hati Mereka bagi kita.

    Dalam Kitab Suci terdapat teks dan mengatakan, bahwa Maria adalah Bunda Yesus. Pada pesta Natal misalnya, diceriterakan bahwa Maria mengandung dan melahirkan Yesus di Betlehem (Luk 2:5-7). Tetapi dalam ceritera itu bukan hanya diberitahukan keibuan atau kebundaan fisik Maria dalam hubungan pribadi antara keduanya. Maria bukan hanya Bunda Yesus menurut daging atau tubuh saja. Kebundaan Maria secara hakiki tidak terpisahkan dari hubungan imannya kepada Allah. Sebelum ia menerima-Nya dalam rahimnya, Maria sudah meneriman-Nya dahulu dalam imannya. Elisabet pun telah menyerukan puji-pujiannya kepada Maria dengan berkata: "Berbahagialah ia yang telah percaya (Luk 1:45)". Dengan demikian Marika sebagai Ibu Yesus adalah Bunda Penyelamat, sehingga Lukas dalam Injilnya menyebut Maria sebagai "Bunda/Ibu Tuhan (Luk 1:43)" .

     Tetapi keibuan/kebundaan Maria selanjutnya dilengkap oleh Lukas dengan sebutan, yang bukan hanya sebagai BundanYesus dan Bunda Allah, melainkan juga sebagai Bunda Putera Allah. "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Putera Allah (Luk 1:35; lih. Gal 4:4)". Apa yang dikatakan Lukas itu dapat dilihat sebagai gambaran tentang apa yang dialami Maria. Sebab dalam Perjanjian Lama, dalam Kitab Keluaran,Yahwe (Tuhan) sebagai awan dalam kemah suci, Kemah Perjanjian, di tengah umat Israel (lih. Kel 40:34). Sedangkan dalam Perjanjian Baru, Maria dinaungi Roh Allah, dan dengan demikian Maria adalah kemah baru Allah, sebagai tempat tinggal yang baru bagi Sabda Allah yang menjadi manusia (lih. Yoh 1:14).

    Berpegang pada Kitab Suci, baik Perjanjian Lama maupun Perjainan Baru, Gereja melalui Konsili di Efese (tahun 431) mengatakan, bahwa Maria adalah Bunda Allah. Namun jangan sampai salah pengertian kita tentang Maria sebagai Bunda Allah! Maria bukan melahirkan Allah sebagai Allah! Seolah-olah ada unsur perempuan di dalamnya. Seolah-olah ada empat keallahan: Bapa, Putera, Roh Kudus dan Maria, sehingga terciptalah Kuaternitas sebagai ganti Trinitas!

    Maria adalah dan tetap makhluk ciptaan Allah. Maria bukan melahirkan Allah sebagai Allah, melainkan Yesus Kristus, yang memang memiliki keilahian / keallahan, namun sekaligus terikat akan kemanusiaan. Maka, mengakui kebundaan Allah pada dasarnya berarti mengakui Yesus Kristus, yang sebagai satu Pribadi adalah Allah, namun sekaligus adalah manusia. Gereja menghormati Maria sebagai Bunda Allah untuk memuliakan Yesus Kristus, yang dalam Pribadi-Nya adalah seorang Pengantarta antara Allah dan umat manusia.

    Namun, Bunda Maria sekaligus adalah Bunda kita! Sebutan Maria sebagai "Bunda Allah" baru muncul dalam suatu doa pada tahun 300 sesudah Masehi. Dalam doa itu diungkapkan, bahwa Maria sebagai Bunda Allah adalah juga Bunda kita. Dan sebagai Bunda kita, tugas Maria tak lain tak bukan adalah membawa kita kepada Yesus Kristus, Puteranya. Sebab sebagai Bunda Yesus Kristus Maria adalah pintu keselamatan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya sebagai Penyelamat. Maria adalah Bunda semua anggota Gereja sebagai Tubuh Mistik, yang kepalanya adalah Yesus Kristus (LG 53).

    Kita memasuki Tahu Baru. Dalam perjalanan hidup kita selanjutnya Maria dengan kasihnya sebagai Bunda Allah dan Bunda kita akan mendampingi dan menaruh reks kepada kita sebagai saudara-saudari Puteranya Yesus Kristus.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/