Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN : EPIPHANIA/C/2013

Yes 6:1-6   Ef 3:2-3a.5-6   Mat 2:1-12


PENGANTAR
          Hari ini kita merayakan Tuhan, yang memperkenalkan diri kepada segenap umat manusia: Epiphania. Sangat menarik, bahwa  Injil Matius sekaligus memperkenalkan kepada kita tiga macam orang, yang sangat berbeda sikapnya terhadap penampakan diri Yesus itu. 1. Orang-orang majus dari Timur non-Yahudi, yang terbuka hatinya melihat bintang dan percaya akan kedatangan Penebus. 2. Raja Herodes, Yahudi tulen, yang egois dan hanya ingin mempertahankan kuasanya, dan terkejut serta takut akan bahaya kehilangan kedudukannya. 3. Para imam dan ahli Taurat Yahudi asli yang tahu di mana Sang Penebus dilahirkan, tetapi tidak memberi reaksi apapun terhadap kelahiran Yesus, dan tetap tidak akan mengubah sikap, hidup dan perbuatan mereka yang legalistis dan fanatik melawan Yesus.

          Sadar atau tidak sadar  kita pun dapat bersikap hidup seperti ketiga macam orang yang berbeda itu. Mereka dapat kita anggap sebagai cerminan sikap hidup kita.

HOMILI
Apakah makna penampakan Tuhan dalam diri Yesus itu bagi kita? Apakah aku ini egois seperti Herodes? Apakah aku memang beragama, mungkin malahan fanatik, padahal hidupku lain dengan ajaran Yesus? Ataukah aku seperti ketiga majus, meskipun orang besar, orang bukan Yahudi (oleh orang Yahudi dianggap kafir), tetapi mau bersujud dengan rendah hati di hadapan Penebus di palungan di Betlehem?

Gambaran orang tentang Tuhan sebagai Penebus atau Penyelamat biasanya dilukiskan dalam gambaran tentang kebesaran, kemuliaan, keagungan, kedahsyatan-Nya. Tetapi ternyata Allah mengutus Putera-Nya Yesus Kristus, Penyelamat kita, total secara berlainan! Dalam cerita Injil tentang kelahiran Yesus di Betlehem dan tentang berita kabar gembira kepada para gembala itu, dan juga tentang penampakan Tuhan kepada ketiga orang majus, - semua itu memberi pesan kepada kita sebagai umat beriman, untuk berpikir, bersikap dan bertindak secara lain! Dibutuhkan pembaharuan dalam pola berpikir dan bersikap!

          Kedatangan dan penampakan Tuhan bukan dilukiskan secara besar-besaran dengan gegap gempita, dan bukan khusus hanya bagi bangsa Yahudi. Kedatangan Raja Penyelamat berlangsung seolah-olah  secara diam-diam, sederhana sekali, dalam kesunyian malam, dan diwartakan kepada gembala-gembala yang di dalam masyarakat dianggap sebagai orang-orang kelas dua. Terbukti bukan kebesaran atau keagunganlah, melainkan kesederhanan, kesungguhan, ketulusan yang tidak menyoloklah yang mampu mengadakan perubahan yang mutlak kita butuhkan sebagai kristiani sejati. Para gembala sebagai orang Yahudi seperti Yesus sendiri yang sederhana, dan ketiga orang majus, orang-orang  besar  meskipun orang asing dan dianggap kafir, namun  peka hatinya, - ternyata orang-orang “kecil” inilah yang mampu mengatasi pemisahan tajam antara orang Yahudi dan non-Yahudi, antara orang besar dan orang kecil, “wong gedhe dan wong cilik”. Yang satu  merasa diri sebagai bangsa terpilih oleh Tuhan, yang lain dianggap sebagai orang kafir. Ada tembok pemisah  begitu kuat di antara kedua golongan manusia itu.

          Tetapi ketika Tuhan menampakkan atau memperkenalkan diri di Betlehem, tembok pemisahan dan perbedaan itu telah roboh dan runtuh. Itulah yang diungkapkan oleh Yesaya: “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja menyongsong cahaya yang terbit bagimu” (Yes 60:3 , lih. Bac.I). Juga Paulus menegaskan, bahwa rahasia Kristus “sekarang dinyatakan didalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi karena Injil turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam  janji yang diberikan dalam Kristus Yesus” (Ef 3:5-6, lih. Bac. II).

          Apa pesan Injil hari ini kepada kita? Dalam penampakan Tuhan tampaklah persaudaraan sejati! Tuhan tidak tampak dalam keagungan bangunan indah dan megah, juga rumah ibadat manapun, termasuk gereja betapapun indahnya (!), melainkan tampak dalam persaudaraan, solidaritas, kebenaran, ketulusan, keadilan sejati orang kristiani antar sesama.

          Bukankah justru di zaman sekarang ini, di mana masyarakat kita banyak ditandai oleh persaingan, konkurensi, individualisme dan sektarianisme, yang memecah belah sesama kita  bagaikan tembok pemisah yang begitu kuat, kita diundang Tuhan mengikuti Dia, yang menampakkan diri dalam persaudaraan dan  kesederhanan-Nya? Marilah kita bersama dengan ketiga orang majus dari Timur itu datang untuk bersujud dengan rendah hati kepada Yesus yang rendah hati di Betlehem!


                          

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/