Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA NATAL A/2016

Yes 52:7-10 Ibr 1:1-6 Yoh 1:1-18

PENGANTAR
     Hari ini kita merayakan Hari Raya Natal. Tetapi kabar gembira yang kita terima tentang kedatangan Yesus sebagai Penyelamat tidak selalu diberikan dalam iklim atau keadaan masyarakat dan dunia yang sama. Zaman kita sekarang ini ditandai sebagai zaman komunikasi. Peristiwa Natal adalah peristiwa komunikasi Allah dengan kita umat manusia. Maka marilah Pesta Natal ini kita rayakan sebagai perwujudan hubungan, relasi dan komunikasi antara Allah dengan kita manusia ini.

HOMILI
    Seperti tertulis dalam Surat kepada orang Ibrani, komunikasi antara Allah dan manusia sudah mulai dalam Perjanjian Lama (Ibr 1:1-6). Tetapi dalam Injil Yohanes ditegaskan, bahwa komunikasi ilahi kepada manusia, yang dahulu hanya diselenggarakan lewat para nabi, akhirnya mencapai puncaknya dalam diri Yesus Kristus (lih. Yoh 1:14a). Peristiwa itu merupakan suatu kenyataan atau fakta yang disebut inkarnasi, atau Allah menjadi manusia, Firman atau Sabda menjadi daging!

    Suatu peristiwa luarbiasa yang belum pernah terjadi. "Kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran" (Yoh 1:14b).

    Kelahiran Yesus Putera Allah di Betlehem menunjukkan kepada kita bahwa Allah sungguh mengasihi kita, dan Allah bukan hanya mengasihi dari jauh! Pesan Natal mengingatkan kita bahwa Allah hadir secara baru di antara kita. Di dalam diri kita masing-masing, kita selalu mencari dan menginginkan kehadiran orang yang kita kasihi. Memang sukar bagi kita untuk mengasihi sesama dari jauh! Kita ingin merasakan kehadiran orang yang merupakan sasaran perhatian hati kita. Dalam peristiwa Natal kita disadarkan, bahwa kita sungguh dikasihi Allah, sehingga Allah memperkenalkan dan membawa Putera-Nya berada di tengah-tengah kita. Yohanes dalam Injil menegaskan lagi sebagai berikut: Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap, yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16).

    Seperti dahulu ketika Ia masih hidup di Palestina, tetapi sekarang pun dalam perayaan Ekaristi, Yesus selalu mengarahkan diri-Nya kepada orang-orang lain, atau kepada sesama. Dengan demikian Gereja, yaitu kita semua, harus juga rela seperti Yesus untuk menjadi pahala, anugerah, pertolongan kepada sesama, siapa pun juga. Dengan merayakan Ekaristi kita harus menerima Kristus sebagai penerimaan pahala yang begitu berharga sebagai anugerah Allah, yang kita sembah sebagai Allah Tritunggal. Seperti dilakukan Yesus Kristus sendiri, kita apabila berbuat baik kepada sesama, itu sebenarnya juga merupakan penyembahan dan kebaktian yang paling asli dan murni kepada Allah Tritunggal. Sebab di dalam Tritunggal ketiga Pribadi, Bapa, Putera dan Roh Kudus selalu saling menghormati dan saling berkomunikasi.

    Apakah pesan Natal yang harus kita dengarkan dewasa ini? Dalam peristiwa Natal, Allah mengadakan komunikasi secara manusiawi dengan kita umat manusia. Dan dewasa ini komunikasi persaudaraan manusiwi yang murni terasa sangat dibutuhkan dan urgen. Komunikasi sejati antar manusia itu hanya mungkin, apabila ada hubungan persaudaraan sejati. Komunikasi persaudaraan dari Allah dalam diri Yesus dengan kita manusia terjadi dalam peristiwa Natal, yaitu kedatangan Yesus di Betlehem. Komunisasi Allah dengan mansuia selanjutnya dilanjutkan dalam hidup-Nya di Palestina. Komunikasi diri Yesus itu merupakan pegangan hidup bagi kita untuk dapat hidup dan bertindak secara benar dan otentik kristiani. Tiada komunikasi sejati antar kita, apabila kita masing-masing masih mementingkan diri sendiri, menganggap diri lebih penting dari pada orang lain dan akan sungguh bertentangan mutlak dengan apa yang dilakukan Yesus sendiri. Bukankah Yesus justru selalu mendekati siapa pun juga, yaitu justru mereka yang lazim dipandang rendah oleh orang lain.

    Berkat kemajuan teknologi, dewasa ini kita dapat menggunakan aneka rupa media komunikasi. Syukur kepada Tuhan! Namun sejauh kita sadar akan ajaran, sikap dan perbuatan Yesus, yang dimulai dengan kelahiran di Betlehem, komunikasi personal, antar pribadi, jangan sampai dapat dikuasai apalagi diganti dengan komunikasi dengan kemajuan teknologi : hp, sms, facebook, twitter, atau alat apapun lainnya yang paling canggih! Sabda Allah tidak mungkin diganti dengan kehebatan alat teknik! Alat itu justru membuat sabda Allah menjadi bisu, sebab hubungan dengan alat itu bukan lagi hubungan antar pribadi maupun komunikasi diri seutuhnya. Di samping itu patut kita perhatikan, bahwa komunikasi sabda Allah bukan hanya dilaksanakan dengan perkataan, melainkan juga dapat dilakukan lewat perbuatan Dengan mengasihi dan berbuat baik terhadap sesama itu juga merupakan suatu komunikasi ilahi dan manusiawi sejati! Itulah sebenarnya juga komunikasi ilahi yang dimanusiawikan oleh Yesus dalam kelahiran di Betlehem duapuluh abad yang lalu, dan yang kita rayakan pada Hari Raya Natal ini, dan khususnya selama hidup-Nya di Palestina.

    Kesungguhan atau kesejatian kebenaran Gereja bukan akan dinilai dan dihargai dunia karena kehebatan bangunan-bangunan atau dalam penampakkan dirinya yang serba agung. Gereja akan lebih dihargai dan disambut dengan tangan terbuka apabila kita, umat kristiani, tampil dalam masyarakat sebagai pewarta dan pelaksana kasih Allah seperti dilaksanakan oleh Yesus sendiri. Komunikasi ilahi kasih Allah yang telah dimanusiawikan oleh Yesus, harus dilanjutkan dan dilaksakan oleh Gereja, yaitu kita semua umat kristiani.

    Komunikasi kasih seperti dilakukan Yesus, kita laksanakan apabila kita bersikap tulus, jujur, bermurah hati, tahu dan mau ikut merasakan kesukaran orang lain dan memaafkan serta mengasihi sesama. Itulah pesan Natal kepada kita: Komunikasi kasih antar sesama. Marilah kita saling berkomunikasi semanusia dawi dan sekristiani mungkin, juga dengan segenap sesama kita.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/