Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

Hari Raya Kristus Raja /C/2012

Dan 7:13-14  Why 1:5-8  Yoh 18:33b-37

PENGANTAR
          Menurut keyakinan iman kita, kita ini pada prinsipnya sudah hidup dalam “Kerajaan Allah” yang diwartakan dan telah didirikan oleh Yesus Kristus. Menurut tahun liturgis Gereja, kehidupan kita di dalam Kerajaan Allah itu kita tempuh melalui masa Adven, masa Natal, masa Puasa, masa Paskah, masa Minggu-Minggu Biasa. Pada akhir perjalanan tahun liturgis itu, kita diajak untuk merayakan Kristus sebagai Raja. Pengalaman hidup kita sepanjang tahun menimbulkan pertanyaan kepada kita masing-masing, siapakah Kristus Raja itu sebenarnya bagiku, dan bagaimanakah nyatanya Kerajaan yang didirikan-Nya itu? Hari ini melalui Injil Yohanes kita akan mendengarkan kata-kata Yesus yang berkata kepada Pilatus: “Aku adalah Raja”.

HOMILI
     Ketika Ia ditanyai oleh Pilatus: “Apakah Engkau raja orangYahudi?”, Jawaban Yesus merupakan pertanyaan balik: Apakah engkau katakan hal itu dari hatimu sendiri, atau adakah orang lain yang mengatakannya kepadamu tentang Aku?”. Akhirnya Yesus menegaskan kepada Pilatus: Aku adalah raja, namun segera ditambahkan: Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini!Maksud-Nya: Jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku akan melawan, supaya Aku tidak diserahkan kepada orang Yahudi…”. Dan ketika Pilatus secara mengejek bertanya kepada Yesus:Jadi Engkau adalah raja?”, Yesus menjawab secara tegas: Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja”. Mengapa atau untuk apa? Jawaban Yesus tak dapat ditawar-tawar, yaitu untuk membangun dunia kebenaran dan perdamaian, keadilan dan pengakuan hak-hak orang lain, kasih kepada Allah dan kepada sesama. Inilah Kerajaan yang menembus dunia kita, dan menerangi dan membawa dunia kita ini kepada Kerajaan, yang tiada akhirnya. Inilah kerajaan yang dimaksudkan, bila kita mendoakan “Bapa kami”! Kita berdoa agar kerajaan ini dapat berwujud dan berlangsung sepenuhnya.

     Dalam Injil hari ini Pilatus tampil sebagai seorang pembesar yang bingung ketika berhadapan dengan Dia sebagai Orang Yang Benar (kebenaran). Bukankah apa yang dialami Pilatus itu kita alami dalam diri kita masing-masing sekarang ini juga? Bagaimanakah keadaan kita lahir batin bila kita tampil di depan umum? Tampillah kita seperti adanya, tidak dibuat-buat, ataukah sangat khawatir jangan sampai kita kehilangan diri kita sendiri, kedudukan kita atau nama baik kita di depan umum?

     Injil Yohanes hari ini memperkenalkan Kerajaan Kristus yang sebenarnya. Kerajaan Kristus bukanlah kerajaan yang dikenal oleh Pilatus. Di dalam Kerajaan Kristus tidak ada pertentangan antara penguasaan/dominasi dan pelayanan/pengabdian, antara yang lahir dan yang batin. Sebaliknya kerajaan Pilatus menggunakan paksaan dan kekuatan, sedangkan Kerajaan Kristus dibangun dan diselenggarakan kehadirannya dengan kasih, keadilan dan perdamaian. Dalam  Kerajaan-Nya itu bukanlah kedudukan, tingkat, keistimewaan, penguasaan yang diutamakan Yesus. Yesus bukan ingin mencari dan memiliki kekuasaan. Nyatanya Yesus sebagai raja adalah adil, tidak menghukum mati siapa pun, meskipun Ia sebaliknya dihukum mati. Cara pemerintahan-Nya itu mengubah total pengertian kita tentang pemerintahan duniawi! Pemerintahan Kerajaan Kristus adalah pelaksanaan pelayanan sepenuhnya, bahkan berupa pengorbanan hidup demi kehidupan orang lain!

     Menurut Injil Yohanes Yesus menghadapi kematian-Nya sebagai raja di salib! Salib, - itulah takhta-Nya, sebagai ungkapan pelayanan total-Nya yang terakhir sebagai raja! Karena salib adalah mahkota Kristus sebagai Raja, maka penderitaan yang kita alami tidak membawa kita kepada kematian, melainkan kepada hidup kekal. Yesus tidak pernah membalas kekerasan dengan kekerasan. Ia tidak membela diri menghadapi kekerasan dan penganiayaan yang dialami-Nya.

     Yesus menegaskan kepada Pilatus: Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini”. Yesus bukan datang menguasai dan mengatur bangsa-bangsa dan negara-negara, melainkan untuk membebaskan umat dari perbudakan dosa, dan mendamaikan hubungan mereka dengan Allah. Ia berkata: Untuk inilah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini. Supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku”. – Apakah kebenaran yang dibawa dan diberi kesaksian oleh Kristus itu?

     Seluruh hidup Yesus memperlihatkan bahwa Allah adalah kasih! Itulah kebenaran sejati, yang diperlihatkan dan dibuktikan oleh-Nya dengan mengorban-kan diri-Nya di salib! Yesus mendirikan dan mewujudkan Kerajaan Allah sekali dan untuk selamanya dari Salib! Allah adalah kasih dan kebenaran. Namun, baik kasih maupun kebenaran tidak dapat dipaksakan.

Paus Beato Yohanes Paulus II dalam upacara Jalan Salib di Coliseum di Roma mengucapkan kata-kata ini:

Siapakah jikalau bukan Sang Penebus, yang dihukum mati, dapat memahami penderitaan yang dialami orang-orang yang diadili dengan tidak adil? - “Siapalah jikalau bukan Sang Raja yang dicemoohkan dan diperlakukan begitu hina, dapat memenuhi kerinduan dan harapan begitu banyak orang, yang hidup tanpa harapan dan tidak dihargai martabatnya”. - “Siapakah jikalau bukan Putera Allah yang disalib dapat memahami kesedihan dan kesepian orang-orang yang hidup merana tanpa hiburan akan masa depan”.

         

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/