Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

 

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PASKAH V /B/2015

Kis 9:26-31  1 Yoh 3:18-24  Yoh 15:1-8

 

PENGANTAR
          Dalam Injil menurut Yohanes, Yesus memberi pesan kepada murid-murid-Nya: Tinggallah di dalam Aku di dalam kamu. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya” (lih. Yoh 15:4-5). Seperti lazim dilakukan-Nya, Yesus memberikan secara sederhana kepada murid-murid-Nya pegangan hidup yang sangat berharga dan sangat mendasar, bukan hanya untuk kehidupan kita sekarang saja, melainkan juga untuk kehidupan kita kelak yang abadi. Dan hidup manusia yang baik dilukiskan bagaikan pokok anggur dan ranting-rantingnya yang selalu berhubungan dan bersatu, sehingga tidak akan kering dan dapat berbuah.

HOMILI
          Dalam Perjanjian Lama hubungan antara kaum Israel dan Yahweh (Tuhan) digambarkan sebagai pohon anggur. Misalnya Yesaya (Yes 5:1) menulis: Kebun anggur Tuhan semesta alam ialah kamu Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemeran-Nya” (ay.7).Sedangkan Yeremia juga mengatakan: Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murniYer 2:21). Dengan demikian anggur dipandang sebagai lambang bangsa Israel. Tetapi harus diperhatikan bahwa lambang pokok anggur itu oleh para nabi dihubungkan dengan adanya ketidakaslian bangsa Israel. Israel di sana-sini mengalami kehilangan keasliannya, mengalami suatu degenerasi keaslian Israel. Menghadapi kenyataan itu Yesaya melihat Istrael menjadi sebagai kebun anggur yang tumbuh dan berkembang liar. Sedangkan Yeremia mengeluh, bahwa bangsanya dianggapnya merosot menjadi pokok anggur yang palsu!

          Dengan latar belakang itulah dalam Injil Yohanes Yesus berkata: Akulah pokok anggur yang benar(Yoh 15:1). Pokok anggur harus benar, tulen, sejati atau seperti seharusnya. Yesus mau menyadarkan orang-orang Yahudi akan situasi dan kondisi mereka yang sebenarnya. Mereka itu, terutama kaum Farisi, menganggap diri mereka sebagai ranting-ranting pokok anggur yang asli atau benar. Tetapi seperti dikatakan oleh para nabi, mereka itu sudah merosot kualitasnya sebagai bangsa terpilih. Bukan lagi sebagai pokok anggur yang asli. Menghadapi keadaan mereka itulah Yesus menegaskan:  Akulah pokok anggur yang benar!”. Ibaratnya Yesus mau menegaskan: “Jikalau kamu menganggap dirimu orangYahudi (Israel), bukanlah itu berarti bahwa kamu akan dengan sendirinya diselematkan! Satu-satunya jalan yang dapat menyelamatkan  kamu ialah, bahwa kamu harus selalu memiliki hubungan erat dalam hidupmu dengan Aku. Sebab Aku ini adalah anggur Allah dan kamu adalah ranting-rantingnya yang bersatu dengan Aku”.  Bukan atas dasar keturunan atau darahnya sebagai orang Yahudi, melainkan hanya dengan memiliki iman dan kepercayaan kepada Yesus. Itulah jalan yang harus ditempuh untuk diselamatkan oleh Allah melalui Yesus Kristus. Bukan sarana, alat-alat atau syarat-syarat lahiriah atau jasmaniah yang dapat menjamin hubungan manusia yang benar dengan Allah, sehingga seolah-olah berhasil dengan sendirinya! Yang dibutuhkan ialah hubungan persatuan dan kasih rohani yang mendalam dengan Yesus Kristus. Hanya itulah yang merupakan jaminan hubungan dengan Allah yang benar dan pasti.

          “Tinggal dalam Kristus” – itulah pesan Injil Yohanes kepada kita! Apa artinya: tinggal dalam Kristus?  Kita sebagai orang yang beriman kristiani harus tinggal dalam Kristus, dan sebaliknya Kristus harus tinggal dalam kita! Secara konkret dalam kenyataannya kehadiran Kristus dalam diri orang, yang secara resmi mengaku dirinya kristiani tidak tampak. Berkat baptis kita secara resmi berhubungan dengan Kristus, tetapi kenyataan itu tidak tampak maupun disadari. Sungguh bersatu dengan Kristus bukanlah terjadi secara otomatis, melainkan merupakan suatu penghayatan. Terutama sekarang ini di zaman, yang disebut maju dan modern, kita tergoda untuk berpikir, bersikap, hidup dan bertindak secara modern, namun sebenarnya itu hanyalah lahiriah, yang serba tampak namun dangkal. Pengalaman hidup pribadi maupun di dalam masyarakat membuktikan fakta itu. Manusia menurut kodratnya adalah  makhluk sosial. Setiap orang membutuhkan orang lain. Tetapi ia juga dibutuhkan oleh orang lain! Hubungan yang baik antar sesama adalah hubungan persaudaraan. Hubungan persaudaraan yang tetap dan terpelihara serta berkembang akan berbuah sebagai hubungan kasih yang tidak terputuskan, dan akan menjiwai segenap sikap dan penghayatan hidupnya.- Nah hubungan semacam itulah yang harus kita miliki terhadap Kristus. Itulah yang disebut “tinggal dalam Kristus”. Hanya dalam ranting-ranting yang bersatu dengan pokoknya terdapat dan mengalirlah anggur yang murni.

           Ranting-ranting yang tetap bersatu dengan pokok anggur yang mengalirkan anggur yang asli, itulah yang dipakai sebagai gambaran hubungan erat kasih orang kristiani sejati kepada Kristus. Karena Kristus mengasihi semua orang yang percaya kepada-Nya, maka setiap orang sungguh mengasihi Kristus, harus juga mengasihi sesamanya sebagai saudara. Dan kasih itu harus dihayati dalam hidup dan perbuatan. Dan kasih persaudaraan pada hakikatnya adalah pelayanan. Mengasihi berarti melayani!
            

 

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/