Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA V/C/2013

Yes 6:1-2a.3-8  1 Kor 15:1-11  Luk 5:1-11

PENGANTAR
     Injil Lukas hari ini berceritera tentang Yesus yang naik perahu Petrus dan rekan-rekannya, dan di dalam perahu itulah Ia mengajar. Sesudah mengajar Ia memerintah Petrus: Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan!”. Meskipun telah berusaha sepanjang malam, namun mereka tidak berhasil menangkap ikan. Tetapi karena taat akan perintah Yesus, Petrus dan rekan-rekannya menebarkan jala dan berhasil menangkap ikan yang luarbiasa banyaknya.- Isi ceritera itu ialah, bahwa penangkapan ikan yang luarbiasa banyaknya itu merupakan bukti adanya keyakinan kepercayaan yang dimiliki oleh seorang penangkap ikan seperti Simon Petrus.

HOMILI
     Ketika mereka kembali ke daratan Petrus tersungkur di hadapan Yesus dan berkata: Tuhan, tinggalkanlah aku , karena aku ini orang berdosa”. Tetapi Yesus memberi jawaban yang merupakan intisari ceritera Lukas tersebut: Jangan takut! Mulai sekarang engkau akan menjala manusia”. Ternyata Yesus menggunakan dua gambaran untuk menerangkan tugas pengikut-pengikut-Nya, yang akan diberi tugas meneruskan karya-Nya, yaitu gambaran sebagai penangkap ikan dan sebagai gembala.

      Untuk orang-orang  modern yang mampu mengadakan kemajuan, dan memiliki cara berpikir yang berlainan dengan zaman dahulu, kedua gambaran yang sederhana itu kurang mampu menggambarkan martabat penangkap ikan, yang dimaksudkan Yesus. Dewasa ini orang tidak mau “ditangkap” bagaikan ikan oleh orang lain!Atau orang digambarkan seperti salah seekor dari suatu kawanan domba.

     Pada dasarnya seorang penangkap ikan bertujuan untuk mencukupi keperluannya sendiri, untuk dimakan, atau dijual, tetapi bukan untuk kepentingan ikan itu sendiri. Begitu juga peranan seorang gembala. Ia menggembalakan dan memelihara domba-dombanya  bukan untuk  kepentingan domba-domba itu sendiri, melainkan  untuk kepentingan dan kebutuhannya sendiri, yakni supaya menghasilkan susu, makanan/daging dan bulu-bulu atau wolnya!

     Tetapi gambaran tentang penangkap ikan dan gembala dalam Injil justru sebaliknyalah yang dimaksudkan. Penangkap ikan yang dimaksudkan Yesus dalam Injil ialah, bahwa penangkap manusia justru melayani manusia-manusia. Dan seorang gembala menurut Injil justru mengorbarkan dan memberikan dirinya untuk memberi hidup kepada manusia-manusia! Menangkap manusia bukan berarti untuk disingkirkan, melainkan justru untuk diselamatkan.

     Apa arti istilah “penangkap manusia” yang dipakai Yesus.? Penangkap manusia adalah seseorang yang naik perahu. Di laut atau di danau dapatlah orang-orang mengalami badai yang mengancam hidupnya. Dalam situasi semacam itu manusia, yang mengalami badai kesukaran hidup, ditangkap oleh seorang penangkap manusia, tetapi dengan arti yang positif. Artinya, ia di tengah badai ditangkap justru untuk diselamatkan! Demikian pula halnya tentang istilah gembala. Manusia sebagai kawanan domba dijaga oleh seorang gembala untuk diselamatkan. - Pengertian tentang istilah alkitabiah “penangkap manusia” dan “gembala kawanan domba” inilah yang harus dipahami. Dengan pengertian ini, kita manusia memang membutuhkan penangkap ikan atau gembala. Mengapa di antara kita sebagai manusia harus ada peranan sebagai ikan, tetapi juga sebagai penangkap ikan. Begitu juga kita sebagai domba dan peranan sebagai gembala? Hubungan antara penangkap ikan dan ikan, juga antara gembala dan domba mengandung suatu pandangan tentang ketidaksamaan atau superioritas. Orang tidak suka melihat dirinya hanya sebagai ikan, atau hanya sekadar sebagai salah satu dari kawanan domba! Terutama orang modern, harga diri mereka sangat tinggi!

     Nah, di sinilah Yesus datang menolong kita untuk melepaskan pandangan semacam itu. Di dalam Gereja, Umat Allah, tidak ada seorang pun yang hanya berperan sebagai penangkap ikan atau gembala, dan tiada seorang pun hanya berperan sebagai ikan dan domba. Kita semua, meskipun dengan pelbagai bentuk dan di mana pun jug adalah sama. Hanya Kristuslah satu-satunya yang adalah penangkap dan gembala orang! - Petrus sebelum ia menjadi penangkap ikan juga sudah “ditangkap”, disela-matkan oleh Yesus beberapa kali. Misalnya Ia ditolong Yesus ketika ia dan teman-temannya hampir tenggelam karena badai di danau. Juga ketika ia jatuh namanya karena menyangkal Yesus. Ia diselamatkan. Demikianlah Petrus harus belajar untuk memahami apa artinya menjadi “domba yang hilang”, tetapi juga belajar bagaimana menjadi gembala yang baik. Petrus diperintah Yesus bertolak ke laut yang dalam, untuk belajar menjadi penangkap ikan yang sesungguhnhya.

     Kita semua berkat baptis tanpa kekecualian adalah ikan tetapi juga penangkap ikan, baik sebagai awam, biarawan/ti, maupun imam, meskipun dengan cara masing-masing. Apabila kita sungguh berbuat menurut perintah Yesus, akan terjadilah apa yang dialami Petrus dan rekan-rekannya. Hasilnya luar biasa, sehingga harus dibantu oleh rekan-rekan lain untuk menampungnya. Tertulis dalam Injil: Mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-teman di perahu yang lain, supaya mereka datang”. Inilah pesan Injil kepada kita semua: awam, biarawan/ti, imam semua terpanggil untuk menjadi ikan dan penangkap ikan, menjadi domba dan gembala yang didampingi oleh Yesus Kristus sendiri.

Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

 

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/