Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU BIASA III/A/2017

Yes 8:23b-9:3 1 Kor 1:10-13.17 Mat 4:12-23

PENGANTAR
    Ketiga bacaan Kitab Suci untuk Hari Minggu ini, yakni dari Nabi Yesaya, surat Paulus kepada umat di Korinte, dan Injil Matius adalah cukup pendek, namun cukup mendalam isinya. Sebab pesan yang disampaikan kepada kita itu memberikan kepastian, mempunyai otoritas ilahi, yang diwartakan oleh Yesus Kristus sendiri sebagai Almasih. Optimisme penuh keyakinan iman, itulah pesan Injil hari ini kepada kita.

HOMILI
    Injil Matius ditulis sekitar akhir pertengahan abad pertama. Tujuannya ialah untuk meneguhkan keyakinan komunitas kecil, yaitu mereka yang percaya dan menjadi murid Yesus di daerah Galilea. Untuk meneguhkan iman mereka Injil Matius menegaskan bahwa Yesus adalah benar-benar Almasih. Sekaligus Matius mau menekankan bahwa keselamatan yang dibawa dan diberikan Yesus bukanlah hanya untuk orang-orang Yahudi saja, melainkan untuk seluruh umat manusia. Bahwa keselamatan yang diwartakan dan dilaksanakan Yesus Kristus adalah universal, untuk semua bangsa, di pelbagai tempat dikemukakan atau digambarkan oleh Matius dalam Injilnya. Misalnya dalam ceriteranya tentang orang-orang majus yang datang dari Timur. Dalam khotbah-Nya dibukit Yesus menegaskan, bahwa barangsiapa mengikuti Dia harus selalu tampil sebagai "garam dunia dan terang dunia (Mat 5:13-14)". Dan mereka bahkan harus mengasihi musuh-musuhnya (Mat 5:43-48). Yesus mau menghilangkan perbedaan atau batas-batas suku dan bangsa (Mat 15:21-18). Akhirnya Yesus mengutus murid-murid-Nya kepada segala bangsa, karena keselamatan yang diberikan-Nya adalah universal (Mat 28:19-20). Maka dengan demikian, segenap umat kristiani sebagai murid-murid-Nya, harus terbuka bagi semua orang tanpa kekecualian. Sebab semua orang dipanggil untuk hidup sebagai putera-puteri Allah yang satu dan sama.

    Ketika Yohanes Pembaptis ditangkap, Yesus merasa terdorong untuk mengadakan pewartaan, yang telah dimulai oleh Yohanes. Pewartaan Yohanes Pembaptis ialah: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat". Ternyata karena pewartaannya itulah Yohanes ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara atas perintah Herodes. Dan ketika Yesus tahu bahwa Yohanes dimasukkan penjara, maka Ia memutuskan untuk pulang kembali ke daerah Galilea di Palestina Utara untuk mewartakan hal yang sama ini: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat (Mat 4:17)". Dengan demikian terbuktilah, bahwa sejak permulaan pewartaan Injil membawa serta risiko, seperti terbukti dengan pengalaman Yohanes. Tetapi ternyata Yesus tidak khawatir ataupun takut. Yesus tetap teguh dan meneruskan karya pewartaan-Nya.

    Dalam Injilnya Matius ingin memperteguh keberanian pengikut-pengikut atau murid-murid Yesus, yang masih kecil jumlahnya. Dan mereka juga dapat menghadapi risiko dalam mengikuti dan melaksanakan perintah-Nya. Maka Matius mengutip kata-kata Yesaya ini: "Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar". Seperti Yesus sendiri, murid-murid-Nya juga dipanggil untuk menjadi "terang bagi bangsa-bangsa".

    Demikianlah ternyata Yesus tidak tinggal diam. Ia tidak hanya menunggu sampai orang-orang datang kepada-Nya. Ia justru pergi ke segala tempat, ke Bait Allah, kepada semua orang, khususnya kepada orang-orang sakit, menderita, kerasukan setan, bahkan Ia membangkitkan kembali orang yang sudah mati. Yesus tidak mengenal batas untuk mewartakan Injil guna menyelamatkan setiap orang, yang sungguh mau dan sanggup diselamatkan. Kemungkinan untuk diselematkan ini terletak dalam kesanggupan dan kesediaan untuk sungguh mendengarkan, memahami dan melaksanakan pesan pewartaan Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus sendiri, yakni: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat".

    Dalam masyarakat di dunia kita sekarang ini berlangsunglah aneka macam kemajuan. Ada yang positif, ada pula yang negatif, ada yang makin mendekatkan hubungan antar manusia, namun ada juga yang makin menjauhkannya, bahkan membuat mereka saling bermusuhan. Baik di bidang pengetahuan, teknologi, ekonomi, kebangsaan, kebudayaan, peradaban, politik dan agama. Kini sering berlangsunglah fundamentalisme, radikalisme, namun sekaligus sebagai reaksi muncullah gerakan atau aliran orang-orang yang condong menyendiri, yang merupakan kelompok eksklusif. Hal-hal inilah yang dalam bahasa alkitabiah Injil disebut sebagai "bangsa yang diam dalam kegelapan". Nah, sekarang pun kita umat kristiani diingatkan, agar tidak khawatir atau takut untuk tetap yakin akan ajaran dan teladan hidup dan perbuatan Yesus Kristus. Sebab setiap orang yang sungguh percaya akan Yesus akan selalu mampu melihat kehadiran-Nya sebagai "Terang yang besar". Seperti Injil Matius dahulu bertujuan untuk meneguhkan iman dan memberikan kekuatan daya tahan komunitas pengikut Yesus yang masih kecil, sekarang Injil Matius itu juga meneguhkan iman kita sebagai komunitas kecil dalam masyarakat sekarang ini dan menjadi sumber keyakinan iman, ketahanan, keberanian, sebagai sikap dasar optimisme hidup kristiani yang penuh harapan.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/