Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI RAYA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM/B/2018

Dan 7:13-14; Why 1:5-8; Yoh 18:33b-37;

PENGANTAR
    Dalam penghayatan hidup liturgis kita mulai dengan masa Adven, kemudian masa Natal, diikuti masa Puasa dan sebagai puncaknya kita merayakan Hari Raya Paskah, yang selanjutnya hidup liturgis kita itu kita rayakan dalam masa Hari Minggu Biasa. Pada akhir perjalanan hidup liturgis ini kita merayakan Hari Raya Yesus Kristus sebagai Raja semesta alam. Marilah dalam perayaan Ekaristi ini kita mendengarkan dan berusaha memahami kata-kata Yesus kepada Pilatus, yang tertulis dalam Injil Yohanes untuk kita hari ini : "Aku adalah Raja".

HOMILI
    Pilatus bertanya kepada Yesus : "Apakah Engkau raja orangYahudi?" Yesus tidak langsung menjawab. Ia ingin tahu siapa sebenarnya yang ingin tahu siapakah Dia sebenarnya dan apa yang dilakukan-Nya. Ia mengajukan pertanyaan balik: "Bangsamu sendiri dan imam-imam kepala telah menyerahkan Engkau kepadaku. Apakah yang telah Engaku perbuat?" Akhirnya Yesus menegaskan kepada Pilatus : "Aku adalah raja", namun segera ditambahkan : "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini!" Maksud-Nya : "Jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku akan melawan, supaya Aku tidak diserahkan kepada orang Yahudi". Dan ketika Pilatus secara mengejek bertanya kepada Yesus : "Jadi Engkau adalah raja?", Yesus menjawab secara tegas : "Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja". Jawaban Yesus tak dapat ditawar-tawar. Ia mau membangun dunia kebenaran dan perdamaian, keadilan dan pengakuan hak-hak orang lain, kasih kepada Allah dan kepada sesama. Inilah Kerajaan yang benar di dunia kita, dan menerangi dan membawa dunia kita ini kepada Kerajaan, yang tidak akan berakhir. Kerajaan itulah yang dimaksudkan oleh Yesus, apabila kita mendoakan "Bapa kami"! Kita berdoa agar kerajaan ini dapat berwujud dan berlangsung sepenuhnya.

    Pilatus tampil dan berfungsi sebagai otoritas pemerintahan romawi, yang bingung ketika berhadapan dengan Yesus sebagai Orang Yang Benar (kebenaran). Terapi sebenarnya apa yang dialami Pilatus itu kita alami juga dalam diri kita masing-masing sekarang ini? Bagaimanakah keadaan kita lahir batin bila kita tampil di depan umum? Tampillah kita seperti adanya, tidak dibuat-buat, ataukah kita ini sangat khawatir jangan sampai kita kehilangan diri kita sendiri, kedudukan kita atau nama baik kita di depan umum?

    Injil Yohanes hari ini memperkenalkan Kerajaan Kristus yang sebenarnya. Kerajaan Kristus bukanlah kerajaan yang dikenal oleh Pilatus. Di dalam Kerajaan Kristus tidak ada pertentangan antara penguasaan / dominasi dan pelayanan / pengabdian, antara yang lahir dan yang batin. Sebaliknya kerajaan Pilatus menggunakan paksaan dan kekuatan, sedangkan Kerajaan Kristus dibangun dan diselenggarakan kehadirannya dengan kasih, keadilan dan perdamaian. Dalam Kerajaan Yesus Kristus itu bukanlah kedudukan, tingkat, keistimewaan, penguasaan yang diutamakan. Yesus bukan ingin mencari dan memiliki kekuasaan. Nyatanya Yesus sebagai raja adalah adil, tidak menghukum mati siapa pun, meskipun Ia sebaliknya dihukum mati. Cara pemerintahan-Nya itu mengubah total pengertian kita tentang pemerintahan duniawi! Pemerintahan Kerajaan Kristus adalah pelaksanaan pelayanan sepenuhnya, bahkan berupa pengorbanan hidup demi kehidupan orang lain!

    Yesus menghadapi kematian-Nya sebagai raja di salib! Salib, itulah takhta-Nya, sebagai ungkapan pelayanan total-Nya yang terakhir sebagai raja! Karena salib adalah mahkota Kristus sebagai Raja, maka penderitaan yang kita alami tidak membawa kita kepada kematian, melainkan kepada hidup kekal. Yesus tidak pernah membalas kekerasan dengan kekerasan. Ia tidak membela diri menghadapi kekerasan dan penganiayaan yang dialami-Nya.

  Yesus menegaskan kepada Pilatus : "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini". Yesus bukan datang langsung menguasai dan mengatur bangsa-bangsa dan negara-negara, melainkan untuk membebaskan umat dari perbudakan dosa, dan mendamaikan hubungan mereka dengan Allah. Ia menegaskan : "Untuk inilah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini. Supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran, setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku".

   Apakah kebenaran yang dibawa dan diberi kesaksian oleh Kristus itu? Yohanes penulis Injil hari ini dalam suratnya pertama kepada umat mengatakan bahwa "Allah adalah kasih" (1Yoh 4:16). Seluruh hidup Yesus memperlihatkan bahwa Allah adalah kasih! Itulah kebenaran sejati, yang diperlihatkan dan dibuktikan oleh-Nya dengan mengorbankan diri-Nya di salib! Yesus mendirikan dan mewujudkan Kerajaan Allah sekali dan untuk selamanya dari Salib! Allah adalah kasih dan kebenaran. Namun, baik kasih maupun kebenaran tidak dapat dipaksakan. Paus Beato Yohanes Paulus II dalam upacara Jalan Salib di Coliseum di Roma mengucapkan kata-kata ini :

   "Siapakah jikalau bukan Sang Penebus, yang telah dihukum mati, dapat memahami penderitaan, yang dialami orang-orang yang diadili dengan tidak adil? Siapakah jikalau bukan Sang Raja yang dicemoohkan dan diperlakukan begitu hina, dapat memenuhi kerinduan dan harapan begitu banyak orang, yang hidup tanpa harapan dan tidak dihargai martabatnya". "Siapakah jikalau bukan Putera Allah yang disalib dapat memahami kesedihan dan kesepian orang-orang yang hidup merana tanpa hiburan akan masa depan".

    Demikianlah Yesus Kristus adalah Raja yang mendirikan kerajaan kasih.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/