Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU PRAPASKAH V/C/2019

Yes 43:16-21; Flp 3:8-14; Yoh 8:1-11;

PENGANTAR
    Minggu depan kita akan memasuki Pekan Suci, melalui Minggu Palma untuk mengenangkan sengsara Tuhan Yesus Kristus untuk mengapuni dosa-dosa kita. Hari ini kita mendengarkan Injil Yohanes tentang seorang perempuan yang kedapatan berzinah. Kita diingatkan akan dua kenyataan yang harus selalu kita sadari, yakni adanya dosa manusia, sekaligus adanya kerahiman Allah. Dosa kita bisa dosa besar, bahkan sngat besar, namun kelembutan hati dan belas kasihan Allah kepada kita manusia ternyata jauh lebih besar lagi!

HOMILI
    Menjelang memasuki Pekan Suci, Injil hari ini mengundang kita, sebagai orang yang berkehendak baik, namun sadar akan kelemahan kita sebagai orang berdosa, mau sungguh memasuki hidup yang baru. Ceritera Injil Yohanes harus dipahami secara utuh.

    Menurut Kitab Suci Yahudi (Perjanjian Lama), orang yang harus dibunuh karena berzinah bukanlah hanya orang perempuan saja, tetapi juga laki-laki (Lih Im 20:10; Ul 22:22). Mengapa hanya si orang perempuan yang bersangkutan saja diajukan kepada Yesus untuk diadili? Dan Yesus sendiri pun diperlakukan oleh kaum Farisi dan ahli Taurat secara tidak adil, dan Ia ditempatkan di antara dua kedudukan atau peranan-Nya sebagai Penyelamat. Yakni di satu pihak Ia memberi ampun kepada orang yang bersalah atau berdosa; di lain pihak Ia menghargai adanya hukuman mati menurut Taurat, yang diberikan oleh Musa. Dan Ia dikenal oleh masyarakat sebagai orang yang memahami kelemahan daging manusia, tetapi Ia juga diakui dan dipandang sebagai orang yang berwibawa di bidang hukum.

    Ternyata Yesus mengatasi pencobaan, yang dilakukan oleh ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi itu secara sederhana namun kena, yaitu dengan kebaikan hati-Nya! Ia berkata sangat sederhana : "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini". Betapa sederhana, namun betapa kena dan efektif ucapan Yesus itu! Dan sungguh terbukti bahwa : "Setelah mendengar perkataan itu, maka pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua". Ternyata makin tinggi usia setiap orang, tidak selalu otomatis dengan sendirinya akan makin bijaksana dalam pandangannya, apalagi makin murni hati dan perbuatannya!

    Si orang perempuan yang tertangkap supaya diadili dan dihukum itu sebe-narnya juga dapat tampil dan berbuat secara lain. Sebab ia pun juga dapat minta agar si orang laki-laki yang berzinah dengan dirinya dibawa serta dan diadili juga. Kenyataannya yang berzinah bukan hanya satu orang! Di manakah orang laki-laki yang bersangkutan itu? Kenyataanya si perempuan itu tidak menuntut demikian. Mengapa? Kita tidak tahu! Apakah karena ia meskipun merasa bersalah, namun masih tetap memiliki suara hati yang baik. Atau mungkin seorang perempuan menurut hukum tidak berhak untuk itu? Ataukah ia tidak mau memburukkan nama baik orang lain, dan tidak mau menyebut dosa-dosa orang lain? Kita tidak tahu dengan pasti, dan Injil Yohanes juga tidak menyebutnya!

    Namun Injil hari ini mengajak kita untuk secara jujur dan dengan rela, khususnya selama masda puasa dan pantang ini mau memulai memasuki awal sikap hidup kita yang baru, agar supaya sungguh mampu merayakan Paskah, yaitu kebangkitan Yesus, secara sungguh-sungguh. Sebab kebangkitan Kristus harus merupakan kebangkitan kita dari kematian dosa-dosa kita! Terutama dalam menghadapi situasi dan kondisi zaman kita sekarang ini, di mana memang banyak kemajuannya yang menggembirakan, namun sekaligus juga mengalami kemun-duran khususnya di bidang budaya, sosial dan tatasusila, seperti ketidakadilan, korupsi, kecurangan politik, perampokan, kekerasan, narkoba, pelecehan seksual, dan banyak lainnya. Apakah makna Paskah sebenarnya bagi kita? Kita harus bangkit meninggalkan manusia lama untuk mulai hidup sebagai manusia baru, meskipun kita hidup di tengah hiruk pihuk keadaan masyarakat kita dewasa ini.

    Apa pesan Injil Yohanes hari ini bagi kita?

    Kita semua, siapapun pribadi kita ini masing-masing, harus melihat dan mengenal diri pribadi kita dan sesama sebaik-baiknya secara jujur, apabila kita mau menilai apalagi mengadili keadaan pribadi orang lain. Kristus tidak akan berkompromi apalagi membenarkan dosa, tetapi Ia selalu mau menolong dan menyelamatkan setiap orang berdosa siapapun, yang dengan rendah hati mengakui kelemahan dan dosanya, menyesal dan mohon ampun kepada-Nya. Kristus datang bukan untuk menghukum, melainkan untuk menolong dan menyelamatkan. Bila demikianlah tujuan kedatangan Yesus Kristus, maka syarat mutlak yang harus selalu kita pegang teguh ialah, bahwa di depan Allah janganlah kita ini berwajah ataupun bermuka rangkap. Harga diri kita sebagai makhluk, yang bermartabat sebagai manusia menurut citra Allah, harus selalu kita pegang teguh. Allah tetap mahasetia dalam kasih-Nya kepada kita. Marilah kita berusaha hidup dengan membalas kesetiaan kasih-Nya itu dengan kasih kita kepada-Nya dan sesama kita.

    

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/