Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU PRAPASKAH IV/B/2018

2 Taw 36:14-16.19-23; Ef 2:4-10; Yoh 3:14-21;

PENGANTAR
    Dahulu secara liturgis tradisional atau klasik, segenap umat pada awal misa Minggu Prapaskah IV ikut menyanyikan lagu antifon "Gaudate", artinya "Bergembiralah!". Sebab di tengah masa prapaskah ini bacaan-bacaan pada hari ini menegaskakn kepada kita, bahwa setiap orang walaupun lemah dan rapuh, akan diselamatkan oleh Allah melalui Putera-Nya yang tunggal Yesus Kristus. Kita diajak bergembira secara tepat! Seperti Nikodemus kita diyakinkan oleh Yesus bahwa Ia adalah terang, yang selalu menunjukkan jalan yang harus selalu diikuti murid-murid-Nya.

HOMILI
    Dalam benar dan harus kita tempuh senantiasa. Masa puasa dan pantang selama empat puluh hari kita diajak Gereja untuk mawas diri atau mengadakan introspeksi diri kita sebagai orang yang sungguh beriman kristiani otentik. Kita harus jujur terhadap diri kita sendiri.

    Nikodemus adalah seorang figur teladan pribadi manusia, yang menga-dakan introspeksi diri. Ia seorang berusia lanjut, bangsawan, orang Yahudi, Farisi, pemimpin agama dan rupanya juga anggota Mahkamah Agama Yahudi, yang berhati lurus dan setia. Namun ia merasa diri takut, penuh hormat terhadap Yesus, tetapi belum mengenal dan memahami pribadiYesus. Tetapi Ia telah melihat sendiri apa yang dilakukan Yesus : Yesus mengajar dengan wibawa, berkeliling berbuat baik kepada semua orang tanpa pandangbulu. Dengan melihat semua itu Nikodemus mengakui dan berkata kepada Yesus : "Tidak ada seorang pun yangh dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jikalau Allah tidak menyertainya!" (Yoh 3:2).

    Ternyata orang berwibawa seperti Nikodemus pun belum mampu mengenal Yesus sepenuhnya. Masih ada sesuatu dalam dirinya yang menghambat melihat Yesus sebagai Penyelamat atau sebagai Almasih di dalam Kerajaan Allah. Yesus berlata kepadanya : "Jikalau seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah" (Yoh 3:3). Nikodemus melihat Yesus sebagai Rabbi, Guru yang baik, dan berbuat baik kepada orang lain, tetapi belum bisa mengakui Dia sebagai Almasih.

    Kita ini semuanya ibaratnya adalah juga seperti Nikodemus. Kita melalui Injil tahu, bahwa Yesus member pelajaran yang baik, berbuat baik kepada orang lain, bahkan mengampuni dan mengasihi musuh-musuh Nya. Memang mungkin sebagai pengetahuan atau ajaran agama yang kita anut, kita percaya kepada Yesus dan menghormati serta menyembah Dia sebagai Penyelamat atau Almasih. Tetapi kita belum percaya dalam arti yang sesungguhnya. Percaya atau iman bukanlah sekadar mengetahui, melainkan meyakini dan menyadari. Dan orang yang sungguh percaya kepada Kristus, akan melaksanakan juga apa yang diajarkan dan diperintahkan oleh-Nya.

    Kita sudah dibaptis dan "dilahirkan kembali" dan menjadi orang yang harus hidup dan berbuat seperti dilakukan Yesus sendiri. Apakah kita ini masih muda, atau sudah dewasa, malahan sudah berusia tinggi seperti Nikodemus, ternyata usia bukanlah garansi, jaminan, tanggungan atau ukuran mutlak untuk merasa diri "sudah dilahirkan kembali" dan merasa menjadi dewasa dalam iman, dan konsekuensinya juga dalam sikap, hidup, kata dan perbuatan kita!

    Menurut Injil Yohanes, Yesus Kristus dating sebagai terang untuk menyinari pribadi kita, untuk sungguh mengenal diri kita yang sebenarnya. Tetapi kita sering belum bersedia meninggalkan kegelapan-kegelapan yang masih ada dalam pribadi diri kita masing-masing. Menurut kata-kata Injil Yohanes, kita semua ini "lebih menyukai kegelapan dari pada terang dan tidak dating kepada terang itu (yaitu Yesus!), supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat tidak nampak" (Yoh 3:19).

    Dalam merayakan Ekaristi ini kita semua diajak oleh Gereja untuk bergembiara ("Gaudate"), sebab Yesus mengatakan : "Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Putera-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yoh 3:16).

    Hidup kekal / abadi inilah kegembiraan yang sejati. Tetapi kegembiraan ini hanya dapat kita miliki, apabila ada iman penuh kepercayaan kepada Kristus dalam keadaan apa pun, kapan pun sendiri serta di mana pun. Iman penuh kepercayaan itu hanya benar, sejati, otentik, apabila kita sungguh mehamai, menyadari dan melaksanakan apa yang dikatakan Yesus kepada Nikodemus dan dilakukan oleh Yesus Kristus.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/