Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

MINGGU PRAPASKAH III/A/2020

Kel 17:3-7; Rom 5:1-2.5-8; Yoh 4:5-42;

PENGANTAR
    Yesus dalam perjalanan-Nya ke Galilea merasa lelah dan istirahat dekat suatu sumur di daerah Samaria (bukan daerah Yahudi). Di situ Ia bertemu dengan seorang perempuan yang datang menimba air. Terjadilah percakapan di antara Yesus dan wanita itu. Dalam percakapannya lambat laun perempuan itu mengenal Yesus sebagai nabi dan sebagai Mesias. Maka perempuan itu mengajak orang banyak menemui Yesus sehingga merekapun menjadi percaya. Itulah isi ringkas bacaan Injil Yohanes hari ini. Isinya sangat mendalam dan dapat memperkaya hidup batin orang, juga untuk orang zaman sekarang juga. (NB. Injil ini dapat dipakai sebagai petunjuk "membaca kembali" Bacaan I: Kel. 17:3-7).

HOMILI    

    Daerah Samaria terletak di antara daerah Yudea di selatan dan Galilea di utara. Penduduk Judea dan Galilea adalah orang-orang yang merasa diri sebagai orang Yahudi tulen, sedangkan penduduk Samaria adalah campuran Yahudi dan bangsa asing dari Asiria. Orang Samaria dianggap sesat agamanya, karena mereka hanya mengakui Kelima Kitab Musa (Pentateukh) sebagi Kitab Suci. Di antara orang Yahudi dan orang Samaria ada rasa tidak saling menyukai. Karena itu perempuan Samaria itu heran, bahwa Yesus orang laki-laki Yahudi minta air kepadanya, padahal ia adalah seorang perempuan Samaria (Yoh 4:9).

    Apa yang ingin disampaikan Yohanes dalam Injil hari ini?

1. Yesus menunjukkan bahwa Ia tidak membedakan orang atau tak mengenal diskriminasi : orang Yahudi atau Samaria, laki-laki atau perempuan. Yesus mengatasi perbedaan bangsa, suku, agama, wilayah.

2. Sikap perempuan Samaria itu terhadap Yesus berubah, dari sikap curiga menjadi sikap menaruh perhatian dan melihat Yesus sebagai nabi (ay.19), bahkan sebagai Messias (ay. 25-26). Bahkan ia mengajak orang-orang lain menemui Yesus. Juga orang-orang ini berubah sikap, menjadi tulus dan ramah mengajak Yesus tinggal di tempat mereka.

3. Dalam percakapan Yesus minta perempuan Samaria itu memanggil datang suaminya. Yesus tahu bahwa perempuan itu hidup berhubungan dengan lima laki-laki, dan yang kelima pun yang serumah dengan dia bukanlah suaminya. Ternyata percakapan mengenai kehidupan pribadi perempuan Samaria itu dikaitkan oleh Yesus dengan "air hidup" (ay.7-15). Dan Ia berbicara tentang "menyembah Bapa dalam Roh dan kebenaran" (ay. 23-26). Singkatnya: hidup beriman bukanlah sekadar melaksanakan peraturan ibadat, melainkan mengubah sikap hidup yang palsu terhadap kebenaran yang dikehendaki Allah.

4. Keadaan hidup pribadi yang tidak ideal atau tidak layak, seperti perempuan Samaria itu, bukanlah halangan untuk bertemu dengan Tuhan, untuk menerima kekayaan batin/rohani yang sebenarnya. Yesus bukan bukan datang sebagai tokoh yang mengadili. Ia datang untuk menolong, untuk memperkaya kehidupan batin (bukan sekadar hidup keagamaan ritual-formal!), hingga dapat mengenal Tuhan sebagai Bapa.

5. "Air hidup" adalah air yang hidup. Artinya air yang mengalir, seperti air di sungai atau yang keluar dari sumber air, bukan air yang statis tertampung dalam sumber. Air hidup yang diberikan Yesus adalah air yang mengalir, yang tidak membuat orang haus lagi. Artinya, orang yang meminumnya akan menemukan dalam batinnya sendiri mata air yang memencarkan air tanpa henti sampai ke hidup abadi.

6. "Roh dan kebenaran", artinya orang harus selalu membiarkan diri dituntun oleh Tuhan, bukan hanya oleh keinginan kepentingan sendiri. Dibutuhkan kerendahan diri, pengosongan diri, kesediaan menyediakan tempat untuk Roh Allah, sebab hanya Dialah yang memberikan apa yang benar.

    Apa pesan Injil itu bagi kita?

    Baik dahulu maupun sekarang kita diajak untuk selalu menyadari, bahwa Tuhan tetap mendatangi manusia. Tetapi karena mata batin kita sering kabur, hatinurani kita mengering, sosok kehadiran dan kehadiran Yesus tampak kurang jelas, kadang-kadang tampak kabur! Maka kita diajak memakai percakapan Yesus dengan perempuan Samaria itu untuk membaca kehidupan kita masing-masing. Halangan-halangan moral dan sosial dalam hidup jangan kita biarkan membuat hidup rohani kita kering dan macet. Kita tak perlu malu, murung, terintimidasi oleh segi-segi gelap kehidupan kita masing-masing. Semua itu memang tak dapat diatasi oleh kekuatan kita sendiri. Tetapi dapat diatasi oleh Yesus yang datang memberi air hidup yang tak akan kunjung kering. Syaratnya ialah, bahwa kita harus selalu berusaha membuka hati kita untuk mendengarkan sabda Tuhan.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/