Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU PRAPASKAH I/B/2018

Kej 9:8-15; 1 Ptr 3:18-22; Mrk 1:12-15;

PENGANTAR
    Ketiga bacaan Kitab Suci hari ini cukup pendek, khususnya Injil menurut Markus. Tetapi dalam Injil yang sangat pendek itu tercantum tiga hal penting yg perlu diketahui dan usahakan pelaksanaannya selama masa puasa dan berpantang sekarang ini.

1. Peranan Roh Kudus, yang membimbing Yesus.
2. Kerajaan Allah sudah tiba.
3. Kewajiban kita untuk ikut mewujudkan kerajaan itu.

HOMILI
    Empat puluh hari di padang gurun adalah suatu pengalaman perjuangan batin atau rohani Yesus. Selama 40 hari masa puasa ini marilah kita menyertai Yesus dalam menempuh perjalanan rohani atau batin kita semua dan masing-masing, agar sungguh dapat mengambil tempat dalam Kerajaan Kristus itu. Marilah kita merenungkan percobaan yang harus dialami Yesus di padang gurun sebelum tampil dalam masyarakat sebagai Almasih.

    1. Sesudah dibaptis oleh Yohanes Pemandi, Yesus menerima Roh Kudus, dan Roh inilah yang menghantar-Nya ke padang gurun. Dan Roh yang sama inilah yang menyertai dan membimbing-Nya dalam mengalami segala godaan : melawan Allah, menyombongkan diri dan hanya mementingkan diri sendiri. Roh inilah yang membantu Yesus menolak daya kekuatan Iblis yang menarik-Nya kepada jurusan yang bertentangan itu!

    2. Kerajaan Allah yang dimaksudkan Yesus ialah kerajaan seperti digambarkan oleh para nabi, seperti misalnya oleh Yesaya. Dalam kerajaan itu "orang tawanan dibebaskan, orang buta melihat lagi, orang tertindas dibebaskan" (lih.Luk 4:18-19), dan bukan kerajaan yang dikuasai kaum Farisi, kaum penguasa yang tak adil, kaum pemungut pajak! Jadi suatu Kerajaan di mana ada keadilan, ada kasih, ada damai, ada persaudaraan.

    3. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil. Inilah syarat atau kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap orang yang mau memasuki Kerajaan Allah itu.

    Apakah pesan Yesus kepada kita sekarang ini? Sama seperti ketika Ia berbicara kepada orang-orang sezaman-Nya! Yaitu supaya mereka mau melaksanakan apa yang telah mereka imani atau ketahui sendiri menurut para nabi. Masa depan mereka diserahkan kepada mereka sendiri sebagai pelaku-pelakunya! Nah, inilah pula yang harus kita lakukan sekarang ini!

    Kita tidak perlu pergi ke padang gurun seperti Yesus. Markus dalam Injilnya hanya minta kita, supaya sungguh mengenal siapakah Yesus itu. Bukan hanya memberi nasihat moral pada umumnya : berpuasalah dan sebagainya! Tetapi sesuai dengan keadaan kita masing-masing, kita diajak mengenal pribadi Yesus dan mengambil alih pola hidup-Nya. Kita tak mungkin meniru Yesus seluruhnya. Godaan-godaan yang kita alami bukanlah seganas atau seberat seperti dialami Yesus! Tuhan yang adil tidak akan memberikan godaan melebihi kekuatan kita. Kekuatan yang diberikan Tuhan kepada kita untuk mengatasi percobaan, seukuran dengan beratnya godaan itu. Semakin besar godaan, semakin kuat daya perlawanan yang tersedia! Sebenarnya, masalahnya diserahkan kepada kita masing-masing! Artinya : apakah kita mau berpegang pada kekuatan dari Allah, ataukah mau menghadapi sendiri. Apabila menurut pilihan kedua, kita pasti kalah!

    Kesimpulannya : Bila kita sungguh ingin memilih hidup bagi Allah dengan sikap dasar Yesus, kita akan menempuh perjalanan penuh tantangan dan godaan yang panjang juga. Sikap dasar itu harus kita miliki juga, kalau kita mau sungguh menjadi pengikut-Nya. Yesus memperkenalkan Allah kepada semua orang tanpa perbedaan. Tetapi kita yang menerima pewar-taan-Nya itu tidak cukup hanya dengan menyetujuinya atau menerima prinsipnya belaka, melainkan harus juga ikut berusaha membuatnya menjadi kenyataan! Hanya percaya akan Kerajaan Allah, yang diwartakan Yesus, tetapi tidak bersedia untuk ikut mewujudkannya, maka iman atau kepercayaan serupa itu adalah iman palsu, suatu penipuan diri kita sendiri!

    Sejauh manakah "Kerajaan Allah sudah dekat" bagi kita? Kita dapat bertanya kepada diri kita masing-masing : Sejauh manakah iman, yang kuanut dan kumiliki dengan bimbingan Roh Kudus, sungguh merupakan pegangan hidup dan perbuatanku? Marilah kita, berpegang pada iman kristiani yang murni berusaha menerjemahkan Kerajaan Allah, yang diwartakan dan dilaksanakan Yesus Kristus ke dalam kehidupan perorangan kita masing-masing, maupun dalam kehidupan kita bersama sebagai persekutuan murid-murid Yesus sejati.

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/