Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU PASKAH V/C/2019

Kis 14:21b-27; Why 21:1-5a; Yoh 13:31-33a,34-35;

PENGANTAR
    Pesan yang hari ini disampaikan Yesus kepada murid-murid-Nya memang sangat pendek tetapi sangat mendasar. Pesan Yesus itu berlaku untuk setiap hubungan antar manusia, apa pun bentuknya, dan bagaimana pun pelaksanaannya. Yesus bersabda : "Supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu". Mari kita dalam perayaan Ekaristi ini mendengarkan dan memahami pesan-Nya, dan dengan berpegang pada pesan-Nya itu, kita sungguh pantas menerima Kristus itu di dalam Ekaristi.

HOMILI
    Yesus memberikan pesan-Nya yang sangat mendasar tentang kasih itu pada perjamuan malam terakhir. Dan secara khusus lagi tercatatlah juga dalam Injil ini : "Dalam perjamuan terakhir, sesudah Yudas meninggalkan ruang perjamuan". Jadi itulah pertemuan terakhir Yesus bersama murid-muird-Nya. Sesudah menerima roti dan anggur, yaitu tubuh dan darah Yesus, diberitahukan bahwa Yudas meninggalkan ruang perjamuan malam terakhir itu untuk menjual Yesus kepada Mahkamah Agung. Itu merupakan momen awal penangkapan, penganiayaan, dan sampai pelaksanaan hukuman mati Yesus di kayu salib.

    Sebelum dipanggil menghadap Tuhan, lazimlah orang, pada saat-saat terakhir hidupnya, orang memberikan wasiat atau pesan-pesan berharga bagi hidup siapapun yang akan ditinggalkannya. Dan pesan Yesus kepada murid-murid-Nya adalah : "Supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu?"

    Kita semua tahu bahwa Yohanes menegaskan berkali-kali, bahwa Allah adalah kasih (lih. 1 Yoh 4:7-21). Yohanes mau mengatakan, bahwa barangsiapa ingin mengenal, mengabdi dan mengasihi Allah, cukuplah melihat apa yang dilakukan Yesus, Putera yang diutus-Nya. Dan segalanya yang dilaksanakan dalam hidup, sikap, kata dan perbuatan oleh Yesus selama hidup-Nya, apabila dirangkumkan bersama tak lain tak bukan adalah perbuatan kasih. Dapat dikatakan, bahwa kasih Yesus adalah model kasih sejati. Karena itu maka kasih kristiani sejati harus mempunyai unsur-unsur hakiki Yesus itu.

    Kasih sejati tidak mencari diri sendiri. Bukan hanya berusaha membahagia-kan dirinya sendiri saja. Kasih sejati justru hanya mau memberikan dirinya kepada kebutuhan dan kebahagiaan orang lain. Kasih ini bersedia berkorban, dan korban tanpa batas. Yesus membuktikannya sendiri. Ternyata oleh banyak orang bukan hanya perbuatan kasih-Nya dicurigai, tidak diterima bahkan dihina meskipun merupakan perbuatan baik kepada orang lain. Nyatanya apa yang dilakukan Yesus ialah kesediaan-Nya menanggung risiko apapun bentuknya. Dengan demikian kasih sejati pada prinsipnya tidak akan menolak, kecuali menolak apapun yang jahat bagaimanapun bentuknya. Kasih tidak membeda-bedakan dan tertuju kepada siapapun seperti apa adanya.

    Memang ada pepatah berharga, yang berbunyi "Cinta adalah buta". Namun jangan sampai disalahartikan! Sebab kasih sejati harus mempunyai mata terbuka. Tetapi mata yang sehat harus masih melihat kenyataan orang lain seperti adanya, dan jangan sampai menghilangkan kasihnya. Mengapa? Karena kasih sejati rela dan bersedia mengampuni. Contohnya adalah Yesus sendiri. Ketika Yesus murid-murid-Nya menyangkal Diri-Nya, ketika Ia dituduh secara palsu, dianiaya, diadili dan dihukum mati, Yesus tidak menyalahkan mereka, tidak menolak mereka! Terbuktilah bahwa segala kekurangan dan kesalahan mereka itu bukan merupakan alasan bagi Yesus untuk tidak tetap mengasihi mereka.

    Keadaan masyarakat kita sekarang ini, syukurlah kepada Tuhan!, mengalamani banyak kemajuan yang patut dibanggakan dan disyukuri. Tetapi kebanggaan itu juga sangat terbatas. Masih banyak yang bertentangan dengan kasih kristiani sejati terhadap sesama warga bangsa kita. Masih begitu banyaknya penggunaan kekerasan, kepalsuan penafsiran hukum, kontras antara kaya dan miskin, dan masih banyak lainnya.

    Pemerintahan negara-negara duniawi tidak akan membuat undang-undang atau menentukan hukum-hukum bagi rakyat yang berdasarkan kasih! Pada umumnya para pemimpin atau tokoh masyarakat mengajak orang berdoa, agar tujuan yang diinginkan dapat terlaksana. Namun apabila tidak disadari dan dihayati perlu adanya kasih antar sesama, damai dan kesejahteraan umat manusia tidak akan tercapai. Bagi kita sebagai umat beriman kristiani adalah selalu penting, seperti diajarkan dan dilaksanakan oleh Yesus Kristus sendiri, yaitu : bahwa kita tidak percaya kepada Allah, tidak berpengharapan kepada Allah dan tidak mengasihi Allah dengan sesungguhnya, apabila kita tidak sungguh memiliki dan menghayati kasih sejati kepada Allah dan kepada sesama kita seperti dipesan oleh Yesus. Yesus berpesan : "Supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu".

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/