Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU PALMA MEMASUKI PEKAN SUCI

PENGANTAR
    Pada Minggu Masa Pantang dan Puasa terakhir ini kita memasuki Pekan Suci. Kita diundang untuk melihat kembali serta makin memahami lebih mendalam arti, makna atau nilai mutlak Kristus dalam dan untuk hidup kita. Pada dasarnya kita mengakui Kristus sebagai Penyelamat kita. Namun kita harus melihat dan memahami secara lebih mendalam sejauh manakah Kristus adalah Penyelamat kita. Ternyata Kristus itu telah memilih rupa kehidupan sebagai seorang hamba. Sekaligus Ia dimuliakan dengan diberi nama yang mengatasi segala nama manapun. Namun Ia melanjutkan menderita bersama kita.

HOMILI    

    Yesus adalah Penyelamat yang mengosongkan diri Umat manusia diselamatkan Yesus bukan dengan kekuatan militer, tetapi dengan kekosongan diri dalam kerendahan hati yang sangat hina. Walaupun Ia sungguh-sungguh adalah Allah, namun Yesus datang dan tampil sebagai seorang hamba. Kita mempunyai seorang Penyelamat yang teraniaya karena kejahatan-kejahatan kita, terpaku pada kayu salib karena dituduh sebagai seorang penjahat, merasa diri sebagai orang tertinggal. Mengapa Kristus mengosongkan diri begitu total? Mungkin kita dapat berpikir, bahwa segalanya itu terjadi karena Yesus tidak taat kepada kehendak Allah dalam hidup-Nya, entah apapun sebabnya. Itu dapat benar, namun itu bukanlah merupakan jawaban atas pertanyaan yang fundamental ini: Mengapa Allah mengasihi kita dengan begitu bebas?

    Sang Penyelamat yang dimuliakan begitu tinggi Kita ini memiliki seorang Penyelamat yang ditinggikan dan dimuliakan justru karena Ia mengosongkan diri dari hak-hak luhur istimewa. Ia menjadi serupa dengan kita guna menunjukkan kepada kita bagaimana kita harus hidup. Bukan seperti golongan pemenang dalam perang, yang menghancurkan lawan-lawannya, Yesus dibangkitkan dan dimuliakan karena Ia sendiri bersedia dijatuhkan. Penderitaan menghitung kembali kesediaan-Nya untuk mengobarkan diri. Karena itulah Ia dimuliakan mengatasi segala sesuatu. Kemuliaan-Nya diperoleh-Nya dengan nilai yang sangat tinggi, tetapi berkat kemenangan-Nya dan bukan sekadar hanya sebagai pemberian belaka.

    Yesus adalah Teladan bagi kita Kita memiliki seorang Penyelamat, yang lebih dahulu menyerahkan diri bagi kita. Dan kemudian selanjutnya memberikan diri-Nya kepada kita sebagai teladan untuk diikuti. Seperti Ia rela dan bersedia mengosongkan diri untuk kepentingan kita, demikianlah kita juga harus rela mengosongkan diri kita untuk kepentingan orang lain. Cara terbaik untuk memasuki Pekan Suci bersama dengan Yesus ialah menjadi sahabat bagi orang-orang yang dianggap-Nya sebagai diri-Nya sendiri : kaum miskin, kaum berkekurangan, kaum hina dan tersingkirkan. Apabila kita ingin diselamatkan, kita harus berada di mana harus ada keselamatan: di jalan-jalan, di rumah-rumah kita di mana ada kekerasan, ketidakadilan, kesalahpahaman, di mana tiada harapan.Singkatnya kita harus berada di mana Kristus mengosongkan diri untuk kepentingan kita.

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/