Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XXX/A/2017

Kel 22:21-27; 1 Tes 1:5c-10; Mat 22:34-40;

PENGANTAR
    Dalam kitab Keluaran dalam Perjanian Lama Allah mengingatkan umat-Nya untuk melindungi orang-orang lemah, seperti janda, jatim piatu dan orang asing. Sementara itu Paulus mengingatkan umat di Tesalonika akan kepercyaan mereka kepada Allah yang benar, yang diwartakan Kristus, bukan "dewa-dewa baru" yang mereka ikuti. Dan dalam Injil Matius hari ini Yesus mengingatkan perintah-Nya yang rangkap : kasih kepada Allah dan kepada sesama.

HOMILI
    Kita semua sebagai murid Kristus mungkin, yang secara manusiawi dapat dipahami! Dapat merasa bosan setiap kali dan berulang kali mendengar peringatan dan anjuran Gereja untuk melaksanakan perintah kasih Yesus kepada Allah dan sesama. Memang secara jujur kita bertanya kepada diri kita masing-masing, sejauh manakah kita menerima, memahami dan melaksanakannya secara nyata. Adakah pengaruhnya dan bagaimanakah dampak perintah kasih Yesus itu dalam hidup kita?

    Kita diingatkan akan madah kasih Rasul Paulus yang sangat berharga ini :

    "Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan, dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna" (1 Kor 13:1-2).

    Seluruh perintah Allah adalah supaya kita berbuat baik, tetapi oleh Paulus dilengkapi, bahwa perbuatan apapun, yang tidak diserta kasih, tiada faedahnya. Bukankah kita sebenarnya tahu bahwa kita harus mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Dan menurut ajaran Kristus, kasih sayang kita akan orang lain yang membutuhkan bantuan kita, akan merupakan ukuran yang akan dipakai Kristus dalam pengadilan-Nya terakhir!

    Mengapa kasih itu begitu sukar dalam praktek hidup kita sehari-hari? Kita sebenarnya tahu, bahwa hambatan praktek kasih akan sesama adalah egoisme kita sendiri. Kita selalu menomorsatukan atau mengutamakan keinginan dan kepentingan diri kita sendiri. Padahal Yesus mengutip Perjanjian Lama ini: "Dengarkanlah, hai orang Israel : Tuhan itu adalah Allah kita. Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan".

    Kasih kepada Allah bukanlah suatu masalah perasaan, melainkan suatu perbuatan. Apa yang kita lalukan harus mencerminkan kasih kita kepada Allah, seperti yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Mungkin timbul pertanyaan dalam hati kita : Apakah dalam hidup kita, kita ini tidak boleh mencari keuntungan? Apakah tidak boleh berusaha mencari prestasi? Apakah kita tidak boleh berpesta dan bergembira? Yesus tidak pernah mengatakan hal semacam itu!

    Kita harus melihat teladan Yesus sendiri! Yesus sering diundang untuk berpesta. Ia hadir dalam perjamuan pernikahan di Kana. Ia ikut makan di rumah Zakheus. Dan itu pun beberapa kali dilakukan-nya, sampai Ia disebut sebagai "seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa" (Luk 7:34). Tetapi Yesus juga selalu berbuat baik, apa yang dikatakan-Nya menarik. Ia menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, bahkan membangkitkan orang mati. Tetapi di samping itu Ia juga pergi berdoa untuk mengetahui kehendak Bapa-Nya. Berkat doa-Nya itulah Ia mengetahui kehendak Bapa-Nya. Ia berdoa sebelum memilih keduabelas murid-Nya. Pendek kata Yesus selalu berdoa untuk mengetahui apa yang dikehendaki Bapa-Nya untuk dilaksanakan-Nya. Mengetahui dan melaksanakan kehendak Allah secara nyata, itulah tugas panggilan kita.

    Marilah kita selalu berdoa untuk mengetahui dan diingatkan kembali untuk melaksanakan kehendak Allah, yang disampaikan Yesus kepada kita: yaitu mengasihi Allah namun sekaligus mengasihi sesama kita menurut teladan Yesus sendiri. Pada hakikatnya kasih kita kepada Allah hanya nyata dan benar, apabila juga berupa kasih kepada sesama kita.

    Marilah kita panjatkan doa kita kepada Tuhan :

    "Ya, Tuhan, tolonglah kami agar dapat mengasihi Engkau seturut teladan Yesus, Putera-Mu. Ajarilah kami mengasihi Engkau tanpa pamrih, dengan seluruh tenaga dan kemampuan kami, dengan segenap pribadi kami. Perkenankanlah kami mengasihi Engkau dengan sungguh-sungguh, agar demi kasih kami kepada-Mu kami juga mengasihi sesama kami, khususnya mereka yang membutuhkan pertolongan dan bantuan kami, sebab mereka senantiasa Kau kasihi demi Kristus Putera-Mu kini dan sepanjang masa. Amin."

 

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/