Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
No. kanon: contoh masukan no kanon: 34,479,898-906
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki, misalnya 3, 67, 834 atau 883-901

Partner Link Website
Keuskupan, Paroki & Gereja

Partner Link Website Katolik & Umum

H O M I L I
Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

HARI MINGGU BIASA XXVI/C/2019

Am 6:1ab.4-7; 1 Tim 6:11-16; Luk 16:19-31;

PENGANTAR
    Kata-kata yang disampaikan Yesus dalam Injil Lukas hari ini mengenai orang kaya dan miskin terdengar sangat menentang atau provokatif. Namun apabila kata-kata itu kita dengarkan dengan tenang, ternyata mengandung undangan kepada kita untuk memiliki suatu prinsip atau sikap dasar pribadi, yang akan membawa kita kepada hidup bahagia yang sebenarnya. Injil Kitab Suci bila sungguh dipahami dengan benar, selalu mewartakan kabar gembira kepada kita.

HOMILI
    Hari ini orang kaya yang disebut Lukas dalam Injilnya bukanlah semua orang atau setiap orang kaya, tetapi orang kaya yang seluruh hidup dan perbuatannya hanya terarah kepada kepentingan dirinya sendiri (egosentris/selfcentered). Ia tidak memikirkan apalagi berbelaskasih kepada siapapun lainnya kecuali kepentingan diri sendiri. Orang ini tidak berniat dan berusaha mengabdi Allah, ia malahan merasa tidak membutuhkannya. Apa yang dianggap dan dinilainya sebagai berharga dan bernilai hanyalah sejauh mana ia dapat menghasilkan kekayaan sebesar mungkin. Ia hanya merasa membutuhkan rasa puas hatinya atas keinginan, kenikmatan duniawinya saja.

    Orang kaya itu mengenal Lasarus dalam keadaan hidupnya yang sengsara dan sangat miskin. Tetapi ia bersikap seakan-akan tidak mengenalnya. Bagi setiap orang yang sungguh beragama, sikap hidup serupa itu menunjukkan dengan nyata sikapnya yang negatif juga terhadap Allah. Karena si kaya itu hanya memperhatikan dirinya sendiri dan bukan kepada Allah, maka ia mati dan berada di "alam maut" atau neraka dan menderita sengsara. Ternyata sesudah mati si kaya itu ternyata bukan berada di firdaus untuk bersama dengan Abraham, seperti yang diidam-idamkan dalam hidupnya.

    Sebaliknya, Lasarus yang sepanjang hidupnya berada dalam hidup miskin, namun hatinya senantiasa selalu dekat dengan Allah. Sebab ia tidak pernah melepaskan iman kepercayaannya yang murni kepada Allah. Ia tidak punya rumah, pakaiannya buruk, lapar dan berjuang untuk dapat mampu hidup, sementara badannya penuh penyakit, kotor sampai dijilat-jilat anjing! Namun ketika ia mati, ia segera di bawa malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Dan dengan demikian akhirnya tercapailah kebahagiaan abadi sebagai tujuan akhir hidup manusia. Dengan demikian Lasarus akhirnya memasuki linkungan surgawi!

    Apa yang patut direnungkan dalam Injil hari ini?

    Ketika si orang ,kaya dan Lasartus hidup di dunia ini, tidak ada jurang di antara keduanya. Lasarus berada dan mengemis hanya di luar pintu gerbang istana si kaya. Si kaya itu setiap kali dapat keluar masuk, apabila ia mau menolong si miskin itu. Tetapi di dunia kehidupan kekal ada jurang antara surga dan neraka. Yesus menggunakan lukisan tempat guna menunjukkan adanya suatu kekosongan luas, suatu jurang dalam, yang tidak dapat dihubungkan satu sama lain. Si kaya itu masih mohon untuk ditolong nasibnya : "Suruhlah Lasarus menolong aku!" Si kaya itu merasa masih mampu dan berhak memerintah atau mengatasi situasinya. Tetapi memang ada jurang-jurang yang tidak dapat diatasi. Di situ tidak ada kemungkinan untuk menyelamatkan diri.

    Si kaya itu tidak mau mendengarkan perintah para nabi, yang mengajar supaya setiap orang saling menolong. Para nabi sudah mewartakan bahwa Almasih akan lahir di Betlehem, dan bahwa Almasih itu akan menjadi sahabat orang-orang miskin dan tersingkir (Yes 61:1-2). Tetapi si kaya itu tidak mengasihi sesamanya. Ajaran para nabi, bahkan dari Yesus sendiri pun tidak didengarkan, apalagi dilaksanakan. Ia merasa dirinya terlalu baik, terlalu tinggi kedudukan atau gengsinya untuk menjadi teman dan penolong bagi kaum tersingkir.

    Segenap isi Injil Lukas bab 16 bukan hanya menyinggung hal uang atau kekayaan saja, melainkan mengenai juga hubungan atau relasi pribadi antar manusia. Pesan paling mendasar yang terdapat di dalam perumpamaan-perumpamaan Luk bab 16 adalah relasi pribadi. Dengan menolong orang lain kita ini mmbentuk dan mengembangkan pribadi kristiani diri kita sejati. Sebab sebenarnya dengan memberi kita justru menerima! Apakah sebenarnya yang lebih berguna, lebih luhur sertta mulia,dan lebih berkenan kepada Allah daripada menjadi seperti Yesus, yang menjadi mulia karena rela menghargai dan menolong kaum miskin?

Mgr. F.X. Hadisumarta O.Carm.

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

Diperkenankan untuk mengutip sebagian atau seluruhnya isi materi dengan mencantumkan sumber http://www.imankatolik.or.id/